
Diasrama yuna,sahabatnya sibuk dengan mengemasi barang-barang mereka yang akan kembali kerumah mereka masing-masing.
Setelah mengemasi,barang-barang mereka,meraka berempat membersihkan asrama yuna terlebih dahulu,agar siapa yang akan menempati asrama itu merasa nyaman.
"Ini udah pada yakin mau pulang sekarang?"tanya Vina.
"Iya yakin doank,lagian gue juga kangen balik ketempat tidur gue yang super super empuk."kata Lila
"Yaelah,diotak Lo cuman tidur aja"sahut Vina.
"ahkhhhahaa,gue enggan untuk pulang,"kata Yuna sedih dan cemberut.
"Kenapa Yun?"Lila.
"Nanti gue jadi kangen mas ganteng gue."kata Yuna membuat ketiga sahabatnya mengerutkan alisnya.
Setelah perdebatan mereka selesai, merekapun bergegas pergi kediaman kiyai dan umi Aisyah yang dimana ziya tinggalin sekarang,setelah mengunci pintunya mereka berjalan beriringan.
__ADS_1
Semua mata yang melihat mereka dedecak kagum akan kecantikan mereka berempat,mereka dijuluki bidadari tak berhijab,begitulah para santri putra menjuluki mereka.
Dan kini mereka tiba dikediaman kiyai dengan membawa kopor mereka masing-masing membuat kiyai dan umi Aisyah keheranan.
"Kalian mau kemana,kenapa membawa koper?"kata umi Aisyah.
"Oh iya umi,kami kesini ingin pamitan sama umi kiyai dan juga ziya mas Akmal dan lainnya juga kita mau pulang umi."kata Vina
"Loh ada apa,apa disini kurang nyaman atau ada yang mengganggu kalian?" umi Aisyah
"Umi mengerti,umi juga tidak bisa memangsa kalian untuk tidak pulang,meskipun umi akan merasa kesepian disini tanpa kalian."kata umi Aisyah yang tidak bisa menahan mereka.
Umi Aisyah sangat bahagia akan kehadiran lima bidadari tidak berhijab itu kerna mereka anak yang baik juga tidak pernah meninggalkan kewajiban mereka meskipun mereka belum bisa memenuhi kewajiban mereka untuk menutup auratnya.
Biar bagaimana umi Aisyah sangat bangga dengan mereka yang memiliki kebaikan dan iman mereka.
"Umi panggil ziya dulu ya keatas,"kata umi Aisyah dan diangguki mereka.
__ADS_1
setelah memanggil ziya dan Akmal,umi Aisyah turun dari atas dengan diikuti ziya dan Akmal seperti anak ayam mengikuti induknya.
Setelah Vina dan lainnya memberitahu ziya bahwa meraka akan kembali,ziya merasa sedih dan tidak mengizinkan sahabatnya itu untuk pulang,Akmal yang menasehati ziya dan berjanji akan membawa ziya untuk berkumpul lagi dengan sahabatnya.
Cukup lama Akmal dan sehabatnya meyakinkan ziya sampai ziya setuju dan melepaskan sahabatnya kembali dengan pasrah.
"Mas janji ya,"ancam ziya.
"Iya sayang mas janji akan ajak kamu berkumpul dengan mereka lagi."kata Akmal.
"Iyadeh,kalian hati-hati ya gue gak mau kalian kenapa-kenapa"kata ziya dan mereka saling berpelukan seperti teletabis.
meraka saling melepas pelukan mereka dan menghapus air mata mereka kerna akan meninggalkan satu sehabat mereka,mereka seperti saudara bagi mereka luka salah satu sahabatnya adalah luka mereka juga.
Akmal umi aisyah dan juga kiyai,merasa terharus dengan persahabatan mereka yang kuat membuat mata mereka berkaca-kaca menyaksikan adegan perpisahan mereka.
ziya terus memandangi sahabat-sahabatnya itu masuk ke mobil sampai mobil mereka melaju,ziya juga masih melihat kepergian sahabatnya sampai tak terlihat lagi dan tangisnya pecah saat mobil sahabatnya benar-benar tak terlihat lagi.
__ADS_1