
"assalamualaikum,sayang terimakasih kamu sudah mengandung anak mas."kata akmal sambil mencium pucuk kepala ziya.
"Iya mas,kita akan sama-sama besarin anak kita."kata ziya sambil memeluk akmal dengan erat.
"Mas kita pulang aja yok,disini serasa pusing,"kata ziya,yang memang merasa pusing mencium bau obat-obatan.
Akmal hanya mengikuti kemau istrinya,yang tidak ingin berlama-lama.
setelah mengambil obat akmal menuju parkiran sambil memapah ziya yang masih lemas.
"Assalamualaikum."kata akmal kepada akhmar yang berada dimobil.
Akhmar tidak ikut masuk kedalam kerna akhmar mau kekantor untuk melanjutkan meeting.
"Waalaikumsalam Mas."kata akhmar.
"Dek,kamu gak balik kekantor?"kata akmal.
"Emang adek mau kekantor mas,tadi ada telpon dari umi setelah selesai nelpon mas sudah keluar,yaudah kita barangan aja pulangnya!"kata akhmar.
"Iyaudah kita pulang kerumah dulu!"kata akmal.
"Bagaimana mas keadaan dek ziya?"akhmar.
"Alhamdulilah bukan masalah serius dan ziya hamil jadi itu bawaan kata dokter rina."akmal
"Alhamdulillah."kata akhmar.
"Oh iya,umi nelpon ada apa dek?"Akmal.
"umi mengkhwahtirkan dek ziya,tadi mas fatih nelpon keumi."kata akhmar,hanya ditanggapi anggukan oleh akmal.
__ADS_1
"Dek berhenti!"kata akmal sehingga membuat akhmar merem mendadak.
"astaqfirullah,dek."kata akmal dengan tangan memeluk ziya yang hampir maju kedepan akibat ngerem mendadak.
"Maaf mas,tapi ada apa mas minta berhenti?"kata akhmar.
"Mas mau mangga muda yang dipohon itu dek,"kata akmal membuat akhmar dan ziya kaget.
"Haa...,mas lagi gak bercandakan?"akhmar yang tak percaya dengan permintaan akmal.
"Iya dek,mas juga mau kamu yang ambilkan!"kata akmal.
"Baiklah,mas tunggu disini saja!"kata akhmar berlalu pergi.
"Aneh,sekali mas akhmar,minta mangga muda,yang hamil siapa yang gidam siapa,"kata akhmar yang kebingunggan.
Akhmar kembali kemobil dimana ziya dan akmal berada,setelah membeli buah mangga muda yanga masih dipohon kepada pemiliknya.
Sesampai dimobil,akhmar memberikan mangga mudanya kepada akmal dan melajukan mobil mereka kembali.
sesampainya dirumah,akmal membatu ziya untuk berjalan kerna ziya masih lemas.
"Sayang kamu tidak apa-apa?"tanya umi aisyah yang khwatir kerna sebelumnya fatih memberi tahu kondisi ziya kepada umi aisyah.
"Ziya tidak apa-apa umi,kata dokter itu bawaan ibu hamil."kata akmal membuat umi aisyah kaget bahagia.
"Kamu hamil sayang,selamat ya."kata umi aisayah memeluk menantu kesayangannya
"Iya umi,terimakasi."kata ziya membalas pelukan mertuanya itu.
"Mas mangga mudanya mana?"kata ziya.
__ADS_1
"Ini sayang,"kata akmal dan menunjukkannya.
"Sini mas mangganya saya mau!"kata ziya.
"Tidak sayang."kata akmal sambil menyembunyikan mangganya.
"Mas minta.!"kata ziya.
"Tidak nanti kamu habisin,ntar mas tidak kebagian."kata akmal dan berlalu kedapur.
ziya yang tak mau kalah langsung mengejar akmal didapur dan merebut mangga muda itu dari tangan akmal,umi aisyah dan akhmar hanya geleng-geleng kepala dengan pasutri itu.
"Dapat weekk,"ledek ziya megulurkan lidahnya keakmal yang berhasil merebut mangga muda akmal,akmal memanyunkan bibirnya merasa kesal kerna mangganya direbut ziya.
"Sudah...sudah,jagan rebutan lagi,ziya sayang jangan berlarian kamu harus jaga kandungan kamu!"kata umi aisyah mengingatkan.
"Iya umi."kata ziya
Kini mereka berdua menikmati mangga muda itu dengan santai,tanpa ada rasa asam sedikitpun,umi aisyah dan akhmar meresa ngilu melihat mereka yang lahapnya.
"Umi kenapa mas akhmar ikutan gidam juga?"kata akhmar yang merasa aneh.
"Umi juga tidak tau,waktu umi hamil mas kamu yang gidam itu abi kamu."kata umi aisyah.
"Astaqfirullah,akhmar lupa harus kembali kekantor ada meeting."kata akhmar yang sadar dengan pekerjaannya.
"Yaudah kembalilah kekantor,hati-hati!"kata umi aisyah
"Iya umi,assalamualaikum."kata akhmar sambil mencium telapak tangan umi aisyah
"Waalaikumsalam."kata umi aisyah.
__ADS_1