
Ziya yang duduk disofa,asik sibuk dengan ponselnya,cukup lama ziya menunggu akmal rapat dan kerna bosan ziya sesekali memotrek dirinya.
Kerna merasa lelah menunggu akmal,ziya tertidur disofa,akmal yang baru selesai rapat melihat ziya yang tertidur disofa.akmal melepas jasnya dan menjadikannya sebagai selimut untuk ziya.
Banyaknya pekerjaan yang harus akmal selesaikan sehingga,harus menuntutnya untuk berkerja keras dan disinilah dia,sudah berada didepan leptopnya dan mulai memainkan leptopnya,raut wajah keseriusannya menambahkan ketampanannya,sesekali akmal melihat kearah istrinya.
Namun kali ini akmal melihat kearah istrinya cukup lama,sampai matanya tidak berkedip sedikitpun.
ziya yang merasakan kurang nyaman dengan tidurnya,akhirnya terbangun dan mendapati akmal yang sedang tersenyum kearahnya.
"Ehm...mas sudah selesai rapatnya?"tanya ziya dan berdiri dari sofa tempat dia tidur tadi.
"Udah sayang,kamu mau makan apa sayang?"tanya akmal.
"Ehm...saya mau makan kepiting pedas,sate,udang saus tiram juga dan pizza!"kata ziya,membuat akmal mengerutkan dahinya,bukan kerna akmal tidak mampu membelinya hanya saja makanan yang begitu banyak apa ziya sanggup makannya,itulah yang ada didalam pikiran akmal.
" Sayang apa itu tidak terlalu berlebihan?"kata akmal.
"Tidak.?"kata ziya.
"Baiklah."kata akmal dan mulai menelpon Clara,setelah menelpon Clara akmal kembali melihat kearah leptopnya.
Ziya yang melihat akmal masih sibuk dengan leptopnya merasa kesal,akmal yang melihat exspresi ziya yang cemberut akmal tersenyum melihat istrinya yang memanyunkan bibirnya.
"Sayang,kenapa berdiri disitu sini!"panggil akmal yang meminta ziya duduk dipangkuannya.
Masih dengan wajah cemberut,ziya melangkah kearah akmal dan duduk dipangkuan akmal yang masih berada dikursi kerjanya.
Aduh...dasar bumil,cuekin bentar aja udah cemberut,
"Kenapa cemberut?"tanya akmal,yang sudah beralih memeluk ziya.
"Gak papa,"jawab ziya cetus.
"Yakin ni?"tanya akmal yang menggoda ziya.
"Auah mas."jawab ziya kesal.
Akmal yang mendapatkan jawaban cetus ziya,memilih untuk melanjutkan pekerjaannya dengan ziya yang berada dipangkuannya.
Ziya semangkin kesal dengan sikap akmal yang cuek kepadanya,membuat dia membuka mulut nya kerna kesal.
__ADS_1
"Kamu itu ya bukannya pujuk gue gitu entah apa kek,bukannya sibuk dengan leptop."kata ziya ketus.
Akmal yang mendengar penuturan ziya geleng-geleng kepalan dan tersenyum,semangkin membuat ziya kesal.
"kamu gak peka kali sih mas,istrinya juga mintak..."kata ziya terpotong kerna akmal sudah melumuti bibirnya yang ngomel-ngomel.
"Udah,mau apa lagi atau mau sekarang?"tanya akmal yang tangannya sudah hampir masuk kerok yang dikenakan ziya.
"Ih mas,ini dikantor tauk."kata ziya yang sudah merona.
Akmal yang sudah kebawak suasana tidak bisa menahan,sikecil yang sudah bangun,akmal kembali melumuti bibir ziya dan beralih keleher jenjangnya ziya dan perlahan membuka kancing baju ziya.
Baru saja dua kancing yang berhasil dia buka,seseorang sudah mengetuk pintunya.
"Tok....tok...tok...
"Mas sudah ah."kata ziya menghentikan aksi akmal.
"Ehm."kata akmal kesal kerna harus menahan sikecil.ngertikan maksudnya sikecil
"Tukan ada yang datang mas"kata Ziya cemberut.
"Sini mas rapiin lagi bajunya!"kata akmal merapikan baju Ziya kerna ulahnya tadi.
Setelah memastikan baju Ziya sudah rapi barulah Akmal menyuruh seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.
"Assalamualaikum pak,buk Ziya ini pesanan bapak tadi."kata Clara sambil memberikan ketiga kantong plastik kepada Ziya,terlihat Ziya berbinar melihat makanan yang ada dikantong plastik itu.
"Waalaikumsalam"
Tak menunggu lama Ziya langsung menyantap semua makanan itu tanpa memperdulikan Clara yang masih diruangan.
"Kalau begitu saya permisi pak!"pamit Clara undur diri.
"Terimakasih."kata Akmal.
"Sama-sama pak."kata clara dan meninggalkan ruangan Akmal.
Akmal terus memperhatikan Ziya yang lahap dengan makanannya membuat dia tersenyum dan sesekali dia membersihkan bibir Ziya yang terlihat celemotan.
Sudah seharian Ziya berada dikantor Akmal menemani Akmal berkerja,Akmal yang kasihan dengan istrinya itu terlihat mengantuk segera dia mengakhiri pekerjaannya dan menghampiri Ziya.
"Sayang ayo pulang!"Kata Akmal sambil mencium pucuk kepala ziya.
"Mas sudah kelar kerjanya?"tanya Ziya dengan kelakuan manjanya yang tiba-tiba memeluk Akmal membuat Akmal semakin mengeratkannya.
__ADS_1
"Udah,ayo pulang biar mesra-mesranya dirumah aja."kata akmal menggoda Ziya membuat Ziya mencubit perutnya.
"Aw...sakit sayang."kata Akmal sambil mengusap bekas cubitan Ziya.
"Biarin siapa juga suruh genit."kata Ziya sambil berjalan meninggalkan Akmal.
Akmal menyusul Ziya dengan sedikit berlari kerna dia takut akan anak mereka yang ada diperut Ziya kerna Ziya sudah mengantuk akan membuat keseimbangannya terganggu.
Sampai Diparkiran Akmal membukakan pintu untuk Ziya setelah memastikan Ziya sudah duduk dengan nyaman akmal pun masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya untuk sampai kerumah mereka.
Kini mereka sampai namun Ziya terlihat sudah terlelap kerna tidak ingin mengganggu tidurnya Ziya Akmalpun menggendong Ziya masuk dan menuju kamar mereka.
Sampai dikamar akmal membaringkan Ziya dengan hati-hati agar Ziya tidak terbangun dari tidurnya,Akmal juga membantu Ziya melepaskan alas kaki Ziya dan juga membersihkan bekas make up Ziya dengan hati-hati setelah semua sudah selesai akmal pun membersihkan dirinya dan membaringkan tubuhnya disamping Ziya.
Dua bulan berlalu begitu cepat dan hari ini dimana Ziya dan Akmal akan berangkat ke jakarta dengan urusan masing-masing.
Umi Aisyah yang merasa khawatir melepaskan menantunya itu untuk pergi kejakarta dengan keadaan hamil yang sudah terlihat besar.
"Umi tidak usah khawatir Ziya pasti baik-baik aja kok."kata Ziya yang dapat merasakan kekhawatiran mertuanya itu.
"Baiklah kalian hati-hati disana ya."kata umi Aisyah.
"Iya umi."kata Akmal dan dianggukin Ziya.
"Kalau begitu kita berangkat umi abi."kata Akmal sambil mencium telapak tangan umi dan abinya begitu juga dengan Ziya.
"Assalamualaikum."kata mereka bersamaan.
"Waalaikumsalam."jawab umi Aisyah dan kiyai.
Umi Aisyah dan kiyai yang masih berdiri diambang pintu melihat kepergian anak menantunya sampai mobil yang membawa Ziya dan Akmal tak terlihat lagi membuat umi Aisyah semangkin resah.
"Ada apa umi?"tanya kiyai.
"Perasaan umi tidak enak bi."kata umi Aisyah.
"Doakan saja mereka baik-baik disana!"kata kiyai menenangkan istrinya itu.
"Baiklah abi."kata umi Aisyah pasrah.
"Ayo masuk!"ajak kiyai sambil merangkul umi Aisyah.
SORY YA TEMAN TEMAN TELAT UPNYA,KERNA SAYA BELUM ADA IDE YANG MENARIK,JIKA TEMAN-TEMAN ADA IDE MINTA SARANNYA YA TULIS DIKOLOM KOMENTAR OKE.
TERIMAKASIH UNTUK YANG LIKE
__ADS_1
BABAY...MY LOVE😍☺️