
"Hahaaa,rasain antum,siapa suruh dari tadi ngejar saya,"ledek fatih.
"Orang lagi kesusahan malah bahagia,tidak pantas ditiru."kata akhmar geleng-geleng kepala meledek fatih kembali.
"Iyadeh saya kalah."kata fatih pasrah."
"Sini biar mas bantuin mengeceknya!"tawar fahmi.
"Terimakasih mas.
"Kamu kenapa san,"tanya clara sekretarisnya akmal yang malihat sani seperti habis melihat hantu.
"Pak...fahmi dan pak fatih..."kata sani terbata bata
"Ada apa dengan pak fahmi dan pak fatih,"tanya clara khwatir dengan adik bosnya itu.
"Mereka Gey..."kata sani membuat clara kaget dan juga karyawan yang melewati mereka.
"Apa...tidak mungkin."kata clara tida percaya.
"Benar tadi saya dengar dan lihat sendiri mereka pelukan."kata sani
"ya...yaudah kamu kembali berkerja lagi!"kata clara kerna takut karyawan lain mendengarnya.
__ADS_1
"Maaf,pekerjaan saya sudah kelar saya mau pulang ini udah jam 7."kata sani mengingatkan clara.
"Oh iya saya lupa,saya juga mau pulang,"kata clara dan meninggalkan sani.
Bik ina yang sudah selesai membersihkan kamar anak majikannya itu segera turun kebawah.
"Eh,den ustadz sudah pulang?"tanya bik ina kepada akmal yang baru pulang dari mesjid.
"Udah bik,saya keatas dulu ya bik,bibik istirshat saja."kata akmal.
"Iya den ustadz."kata bik ina.
Akmal melihat istrinya masih terlelap dari tidurnya,segera menghampiri ziya dan membangunkannya untuk solat magrib kerna waktunya hampir habis.
ziya yang merasakan sentuhan dipipinya segera bagun,begitu dia melihat akmal yang meyentuh pipinya segera menepis tangan akmal,akmal merasa kaget dengan sikap ziya.
Ziya langsung bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil air whuduh tanpa menghiraukan akmal.
Selesai solat ziya membaringkan badannya kembali dikasur empuknya itu,tanpa menghiraukan akmal sama sekali.
"Aduh,saya salah apa ni,kenapa istri unik cuek sama saya,kalau begini saya gak dapat jatah ni."batin akmal.
"Sayang,kamu lihat ponsel mas tidak?"tanya akmal kepada ziya kerna dari tadi mencari ponselnya tidak ketemu.
__ADS_1
"Sayang kamu lihat tidak,tadi mas letak ponsel dimeja tapi tidak ada,"kata akmal lagi.
"Kenapa lo galau jadi galau gak ada ponsel lo ha?"kata ziya membuat akmal jadi bingung ziya memanggilnya lo bukan mas lagi.
"Bukan begitu sayang,hanya saja..."kata akmal yang dipotong ziya.
"Hanya saya lo tidak bisa menghubungi pacar lo gitu?"kata ziya emosi.
"Pacar,kenapa bilang begitu?"kata akmal bingung.
"Alah,tidak usah alasan deh lo,bilang aja lo punya pacar!"kata ziya.
"Astaqfirullah,sayang mas tidak pernah mempunyai pacar,pacar mas ya kamu pacar halal mas."kata akmal.
"Gak usah geles,ambil ni,tidur diluar gue gak mau lihat lo!"kata ziya yang melemparkan ponsel akmal dikasur dan memberikan selimut juga bantal akmal.
"Sayang kok mas tidur diluar?"tanya akmal.
"Udah pergi sana,renungi dulu apa salah lo!"kata ziya dan mendorong akmal keluar dari kamar dan langsung mengunci pintu saat akmal sudah keluar.
"Sayang,mas salah apa?"kata akmal di balik pintu.
"Uhhhhh...berat juga tu bocah,eh kok bocah sih kan udah besar dan mau punya anak lagi dasar ziya...ziya,"guman ziya dan berjalan kekasurnya melanjutkan tidurnya.
__ADS_1
"Uhhh,sudah saya duga tidak dapat jatah,malah tidur diluar."kata akmal sambil geleng-geleng kepala.