Istri Untuk Ustadz

Istri Untuk Ustadz
bagian 55#


__ADS_3

Disubuh hari setelah ziya selesai solat sedangkan akmal masih dimesjid,ziya berdiri diatas balkon kamarnya dan menyaksikan matahari yang berwarna merah jingga dan menikmati angin sejuk yang menjalar keseluruh tubuhnya.


Sesekali ziya meminum tehnya untuk menghilangkan rasa dingin diseluruh tubuhnya,burung-burung mulai berkicau,ayam jago mulai berkokok membangunkan para masyarakat yang masih terlelap dengan tidurnya.


Akmal yang melihat istrinya diatas balkon dari kejauhan,membut diatersenyum takjub dengan pemandangan yang dia lihat,kecantikan istrinya yang menawan siapa saja yang melihat kecantikan istrinya pasti tidak berkedip mata sama seperti akmal saat ini,walau didalam lubuk hatinya akmal tidak rela jika para kaum adam meliht kecantikan istrinya,tapi dia tidak mau memangsakan istrinya untuk menutup aurat.


Dan kini akmal sudah berada didalam kamarnya dan langsung menghampiri ziya yang masih berdiri dibalkon kamar mereka,akmal yang merasakan tubuh ziya dingin langsung membawa ziya masuk.


"Sayang kamu gak boleh lama-lama berdiri disitu,nanti kmu masuk angin!"kata akmal.


"Iya mas."kata ziya sambil tersenyum membuat akmal merasa bergairah dan tanpa aba-aba dari ziya akmal langsung mencumbui ziya kerna tidak bisa menahan hasratnya lagi.


Kini mereka larut dalam permainan mereka dipagi hari hampir 2 jam mereka bermain kerna merasa lelah akmal membaringkan badannya sambil memelek ziya yang sudah tertidur deluan dengan keadaan polos sama seperti akmal.


Sinar mentari pagi,memasuki celah jendela kamar pasutri itu,mengenai wajah cantiknya membuat dia membuka matanya dan melihat pemandangan nan elok,dia manatap sang suami yang masih tertidur lelap dengan tangan masih memeluk dirinya.


ziya enggan untuk membangunkan suaminya sehingga dia hanya memandangi wajah tampan suaminya,sesekali ziya tersenyum membayangkan apa yang telah iya lalui saat pertama kali mengenal akmal.

__ADS_1


Akmal yang dari tadi sudah bagun dari tidurnya,hanya membiarkan istrinya memandang wajah tampannya sesekali dia membuka matanya saat ziya lengah yang asik dengan lamunanya.


Akmal yang merasa penasaran dengan tingkah aneh ziya membuat dia membuka matanya dan memperhatikan ziya,namun ziya masih tidak menyadari bahwa akmal memandanginya,sehingga akmal mencium bibirnya ziya membuat ziya kaget dan sadar dari lamunannya.


"Mas!"kata ziya kaget.


"Iya"sahut akmal.


"S...a...y...a,"kata ziya terbata


"Apa masih belum cukup memandangi wajah tampan mas?"goda akmal


"Bukankah sayang dari tadi memandangi wajah tampan mas,sampai senyum-senyum sendiri."kata akmal.


"Apaan sih mas."kata ziya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya kerna malu.


Akmal yang melihat ziya tersipu malu hanya tersenyum.

__ADS_1


"Ternyata istri mas ini bisa malu juga ya."kata akmal.


"Ih..mas."kata ziya malu.


"Sini mas gendong kekamar mand,"ajak Akmal namun ditolak ziya.


"Tidak usah mas saya kekamar mandi sendiri aja."kata ziya namun disaat dia hendak berdiri dia merasa sakit di area sensitifnya juga pinggangnya.


"Dasar brengsek kamu mas,"kata ziya memaki Akmal membuat Akmal menaikkan satu alisnya.


"Kenapa sayang?"tanya Akmal khawatir.


"Ini kerna mas jadi sakit."keluh ziya


"sayang kenapa marahin mas,bukankah sayang juga menikmatinya juga."kata Akmal membuat ziya membulatkan matanya.


"Iya juga ya."kata ziya pelan namun masih didengar Akmal,Akmal yang mendengarnya tersenyum

__ADS_1


"Sudah sini mas gendong."kata Akmal.


__ADS_2