
Seperti yang diminta akmal,vina langsung menghubungi ziya,ziya yang mendengar suara ponsel nya berdering segera meraihnya,betapa terkejutnya dia,bahwa yang menghubunginya nomor yang menghubungi akmal.
Tanpa basa-basi ziya langsung menggeser tombol hijau dilayar ponselnya dan berbicara dengan nada suara emosi.
"Apa lo,lo gak punya malu ya mengganggu suami orang ha?"kata ziya kasar tanpa tau ternyata itu vina sahabatnya sendiri.
"****** gue,mak lampirnya keluar kalau gak diberesin bisa gawat ni,"batin vina.
"Ehmm....aduh ziya sayang yang cantik dan soleha dan super duper imuat,ini gue vina heheeee!"kata vina membuat ziya menjadi bingung.
"Vina?"ulang ziya.
"Yaelah baru beberapa minggu udah lupa aja lo sama kita kita,"kata vina dengan nada kesal dibalik telpon.
"lo ganti nomor dan mengapa nomor lo sama seperti orang yang menghubungi mas akmal tadi sore?"tanya ziya kerna bingung.
"Hahahaha...kita ngerjain lo,kenak lo kan,"kata vina sambil tertawa begitu juga yang lain yang satu kosan dengan vina.
"Resek kalian semua,jadi mas akmal tidak salah dong?"kata ziya dengan wajah malu.
"Iya gak salah,tadinya kita mau ngerjain kenomor lo tapi gak lo angkat,yaudah telpon ke nomor mas akmal,eh malah lo yang angkat sekalian kita kerjain."kata nila yang menjelaskan kerna ponselnya direspeker vina.
__ADS_1
"Dasar nyeselin,jadi kasihan suami gue."kata ziya dengan memanyunkan bibirnya.
"Emang lo apain mas akmal,lo habis mencakar mas akmal ya?"tanya yuna.
"Iya gak mungkinlh ntar ketampanannya berkurang lagi,cuman gue suruh tidur diluar heheee."kata ziya cengegesan.
"Hahaahaha....hahahaha....hahaha....hahaha...."tawa mereka bersama
"parah habis kawan kita satu ni."kata lila.
"Kalian harus tanggung jawab!"kata ziya.
"Ye,kalian gak setia kawan,masa iya yang tidak enaknya dilempar kegue,"kata yuna kesal.
"Pokoknya gak mau tau lo semua harus tanggung jawab!"kata ziya
"Oh iya selamat ya zi,lo hamil."kata vina dibalik telpon.
"Makasih sayang-sayang gue yang cantiknya menggelegar,kalian tau dari mana guekan belum kasi tau?"kata ziya penasaran.
"Cih,elokan dah lupain kita,sampai kabar bahagia lo tidak kabarin kita iya gak we?"kata vina yang pura pura sedih dibalik telponnya.
__ADS_1
"Bukan seperti itu,gue emang benaran lupa,uwekkk...uwekkkk,?"kata ziya dan kembali mual lagi.
"Zi lo kenapa?"tanya vina khawatir.
"Tidak apa,assalamualaikum."kata ziya dan mengakhiri secara sepihak.
Ziya langsung berlari ketoilet,mengeluarkan semua isi perutnya,Akmal yang merasa khwatir dengang istrinya,yang mengingat ziya lagi hamil Akmal segera naik keatas menuju kamarnya dimana ziya berada.
Dan benar saja ziya yang terlihat pucat saat keluar dari toilet.
"Sayang kamu tidak apa-apa?"tanya akmal yang sudah didepan pintu toilet.
"Gak apa-apa mas."kata ziya.
"Yaudah sayang berbaring dulu,mas ambil minum dulu!"kata akmal dan membawa ziya ketempat tidur mereka.
Setelah membatu ziya berbaring,akmal segera menurunin anak tangga menuju dapur.
"Mas umi sama abi kemana?"tanya akhmar yang berada didapur sedangkan fahmi dan fatih dimeja makan.
"Oh umi dan abi lagi pergi keluar kota ada panggilan dari majelis."kata akmal yang memang umi aisayah dan kiyai pergi setelah ziya kekantor akmal.
__ADS_1