
"Kita harus menjaganya kemana pun dia pergi!"ucap Arsakha dan di anggukin Arsyad setuju.
Berkemas-kemas mereka telah selesai dan kini mereka sudah siap untuk berangkat kejakarta kecuali Aiyra yang tidak ikut bersama abi amy dan kakak-kakaknya.
"Umi abi kita berangkat dulu ya,Akmal titip aiyra umi abi."kata Akmal sambil mencium telapak tangan kedua orang tuanya.
"Iya,pasti umi sama abi jangain Aiyra lagian Aiyra cucu cewek satu satu umi sama abi."kata umi Aisyah.
Aiyra memang cucu perempuan satu-satu mereka kerna anak akhmar mau pun fahmi dan juga Fatih cowok semua itu juga yang membuat semua keluarganya sangat menyayangi Aiyra meskipun mereka nantinya akmal punya anak cewek lagi Aiyra juga tetap di sayang kok.
"Aiyra ingat kamu harus aktif kan terus tu ponsel kamu awas aja kalau gak bisah dihubungin."kata Ziya.
"Iya amy Aiyra yang cantiknya kemana-mana Aiyra janji pasti aktifin ponsel Aiyra."kata Aiyra sambil mencium telapak tangan ziya dan memeluk Ziya.
"Kamu jangan nakal disini ingat jangan keluar kesana kemari."kata Arsakha dan Arsyad samaan membuat mereka saling pandang dan semua mata tertuju kemereka dan tawa mereka semua pun pecah.
"Hahhaaa,emang anak kembar."kata umi Aisyah, Arsakha dan Arsyad hanya menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal.
"Yasudah,kalian hati-hati ya."kata kiyai.
"Iya abi."ucap Akmal dan diikuti anggukan Ziya
"kakek nenek arsakha pamit ya."kata Arshaka dan diikuti Arsyad dengan mencium tangan umi aisyah dan kiyai bergantian.
__ADS_1
"Iya sayang,cucu bujang kakek dan nenek ingat ya jangan lupa kewajiban sebagai umat islam."kata kiyai dan dianggukin umi Aisyah.
"Siap kek nek."kata Arsakha dan Arsyad.
"Ai kita pamit ya."kata arsakha.
"Iya kak,hati-hati ya kak Arsakha dan kak Arsyad.
Kini mereka berangkat kejakarta tinggal Aiyra yang akan menyusul mereka dua hari lagi.
"Kenapa Aiyra tidak berangkat bersama yang lain?"tanya kiyai.
"Kakek Aiyra sudah janji sama nenek untuk menemani nenek menghadiri acara syukuran teman nenek."kata Aiyra.
"Kamu ini,nenek juga tidak apa-apa kalau sendiri kesana bisa bersam sopir."kata umi Aisyah dan membelai kepala cucunya itu yang tertutup hijab.
Di kota jakarta didalam sebuah club tinju seorang gadis yang berusia 18 tahun terlihat tengah mengerakkan tangannya untuk menghadang gerakan dari lawannya,sorakan dari penggemarnya terdengar heboh kerna aksinya yang dapat menghalangi tinjuan dari lawannya dan dapat melukai lawannya.
"Queen Dila....Queen Dila...Queen Dila!!!"sorak sorak dari para penonton membuatnya semangat dan tidak memakai waktu lama dila dapat membuat lawannya tumbang.
"Satu....dua....tiga..Fruttttt."terdengar suara wasit dan meniup pluitnya menandakan bahwa lawan dila tidak dapat untuk bangkit lagi.
Wasit pun menyatakan bahwa Dila sebagai pemenangnya,mendengar ucapan wasit para penggemarnya semangkin heboh.
__ADS_1
"Wow,swiut.... Queen Dila menang,Queen Dila menang..."sorak semua pengemar Dila.
Dila yang melihat para penggemarnya senang membuat dia menggenggam tangannya dan mengangkat keatas membuat semua semangkin bersorak ria.
"Wah,lo hebat dil bisa mengalahkan ikan buntal itu dalam beberapa menit."kata Vani sahabat dila.
"Gerakan gue belum sempurna van,tadi aja gue kecolongan."kata Dila kepada sehabatnya itu.
"Duduk dulu,nih air mineral."kata Vani sambil memberi air mineral kepada dila.
"Terimakasih sayang aku muahhh."kata Dila sambil membentuk kiss bibirnya.
"Idih jibang."kata Vani sambil memiringkan bibirnya membuat dila terkekeh.
Tut...tut....tut....
"Eh suara ponsel siapa tu?gangguin aja."kata Dila.
"Eh loak itu suara ponsel lo tauk."kata Vani sambil melemparkan tisu kesahabatnya itu.
"Hehehe...lupa gue kalau udah ganti nada dering."kata Dila sambil cengegesan dan meraih ponselnya yang ada di tasnya.
"Oh my god...."kata Dila melebarkan matanya saat melihat layar ponselnya.
__ADS_1
"Ada apa?"tanya Vani kaget dengan reaksi dila saat meraih ponselnya.
"Mama gue telpon."kata Dila membuat vani membulatkan matanya.