Istri Untuk Ustadz

Istri Untuk Ustadz
Bagian 78#


__ADS_3

Sesampai dipondok mereka disambut umi kiyai sahabatnya dan juga ayah bundanya ziya merasa bahagia melihat semua orang yang dia sayangi menunggu kehadirannya dan suaminya.


Sudah hampir dua bulan,akmal sudah sembuh dan melakukan aktivitasnya seperti biasa,seperti hari ini akmal duduk dikursi kerjanya yang sibuk menandatangani berkas berkas yang ada diatas mejanya.


Dipondok ziya asik dengan kesibukannya membantu umi aisyah memasak didapur kerna bunda dan ayahnya akan datang mengingat kandungan ziya sudah hampir memasuki bulannya sebagai calon kakek dan nenek itu memilih untuk menemani ziya.


"Aduh sayang,biar umi aja!"pinta umi aisyah


"Ini bentar lagi umi"kata ziya.


"Udah ya lihat tu perut gedek kamu,umi tidak mau kamu kecapean nanti kamu tidak ada tenanga saat lahiran."kata umi aisyah sambil membawa ziya duduk dikursi meja makan.


Namun disaat ziya duduk ziya merasakan sakit dibagian perutnya membuat dia merintih kesakitan.


"Auw,aduh sakit umi."kata ziya yang kesakitan membuat umi aisyah khawatir kerna kata dokter ziya melahirkan seminggu lagi.


"Ayo minum dulu!"suruh umi aisyah masih khawatir.


"Auw....ini semangkin sakit umi,ziya gak kuat lagi."kata ziya yang sudah berkeringat dingin.


Bunda aisyah kebingungan harus beebuat apa,ziya yang terus merintih skesakitan membuat umi aisyah semangkin bingung.

__ADS_1


"Vina,yuna,lila,nila tolong umi ziya kesakitan dibagian perutnya."kata umi aisyah saat keempat sahabatnya masuk.


"Astaqfirullah,apa ziya mau melahirkan umi?"tanya vina.


"Umi juga kurang tau kemaren dokter bilang ziya seminggu lagi baru lahiran."kata umi aisyah.


"Yaudah kita bawa kerumah sakit aja umi!"suruh yuna.


"Yaudah"kata umi aisyah.


Mereka memapah ziya berjalan sedangkan vina mengambil mobilnya,setelah melihat vina datang dengan mobilnya segera membawa ziya kerumah sakit dengan vina yang mengemudi dan disampingnya lila sedangkan yuna dan nila mengikuti mereka dari belakang dengan mobil yuna.


"Iya sayang,umi hampir lupa"kata umi aisyah.


Segera lila menekan nomor akmal dan memberitau akmal tentang kabar ziya yang dibawa kerumah sakit.


Diruang akmal,akmal yang baru menyelesaikan pekerjaannya tiba-tiba ponselnya berdering dia mengerutkan kepalanya saat melihat yang menelpon bukan orang yang dia pikirkan.


Segera akmal meraih ponselnya dan menekan warna hijau dilayar ponselnya,terdengar suara lila yang khawatir akmal juga mendengar suara ziya yang kesakitan akmal mulai panik saat mendengar penjelasan lila,segera akmal berlari keluar ruangannya menuju parkiran.


Semua karyawan yang melihat akmal yang panik merasa heran segera mereka memberitahu Fahmi dan akhmar tentang bos mereka itu.

__ADS_1


Akmal melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap segera sampai dirumah sakit menemani istrinya tak hentinya akmal membaca doa saat didalam perjalanan dan berdoa untuk keselamatan ziya dan anaknya.


"Assalamualikum"kata tino salah satu karyawan


"Waalaikum salam."jawab fahmi dan akhmar dan yang lainnya.


Kerna jam istrirahat akhmar dan yang lain berbicara mengenai penikahan mereka begitu juga dengan ikhsad yang sudah seminggu tinggal dipondok.


"Ada apa tino,kenapa kamu tergesah-gesah?"tanya fahmi.


"Anu pak...pak akmal tadi keluar dari ruangannya dengan keadaan khawatir mungkin dan buru buru."kata tino memberitahu.


Tino adalah salah satu karyawan yang ditugaskan fahmi untuk mengawasi setiap karyawan dan juga bosnya setiap kali bertingkah tidak wajar seperti biasanya,seperti hari ini.


"Terimakasih,kamu boleh kembali berkerja."suruh fahmi dan diangguki tino.


Akhmar segera menelpon vina saat mendengar pembicaraan fahmi dan tino sedang kan fahmi menelpon yuna,akhmar tidak mendapatkan jawaban dari vina kerna ponsel vina yang tertinggal dirumah umi aisyah.


"Tidak ada jawaban."kata akhmar


"Yuna juga belum menjawab."timpal fahmi.

__ADS_1


__ADS_2