Istri Untuk Ustadz

Istri Untuk Ustadz
Aiyra meriang....


__ADS_3

Setelah menempuh dua puluh menit untuk sampai kediaman Akmal,Arsakha dan Arsyad menarik tangan Aiyra untuk masuk kedalam kediaman untuk melepas rindu mereka hanya sehari semalam.


"Eh...mereka kenapa menarik Aiyra?" Tanya Vina yang masih belum mengerti.


"Mereka,pasti saling melepas rindu." Ucap Ziya.


"Ah..." Ucap Vina masih tak mengerti.


Diruang tamu,Aiyra melemparkan begitu banyak pertanyaan kepada kedua saudara kembarnya itu.


"Bagaimana kak,apa dikampus baru menyenangkan?"


"Apa teman-teman disana ramah?"


"Bagaimana reaksi mereka semua melihat kak Arsakha dan kak Arsyad,apa mereka heboh?".


"Dan.." Ucap Aiyra sambil tersenyum malu.


"Apa ada cowok tampan...."


"Tidak ada cowok tampan." ucap Arsakha dan Arsyad bersamaan,membuat Aiyra terkekeh.


Vina dan yang lainnya dapat melihat keakraban mereka yang berbeda dengan orang luar.


"Hahahaaa,lihat lah wajah kalian berdua lucu sekali,ana hanya bercanda." Ucap Aiyra dengan kekehan nya sedangkan mereka berdua tidak menghiraukan ucapan Aiyra.


"Hey apa kalian tidak merindukan ana?" Tanya Aiyra dengan wajah sendu.


"Tentu kami sangat merindukan mu." Ucap mereka berdua kompak sambil berpelukan layaknya teletabis.


Mereka semua melepaskan rindu,kepada ayah ibu,dan mertua mereka terutama Akhmar dan Vina juga khairul,satu harian penuh mereka dikediaman Akmal.

__ADS_1


Sudah satu minggu mertua Ziya di kediaman mereka,dan hari ini mereka akan pulang ke padang.


"Umi,disana jangan lupa jaga kesehatan Abi juga." ucap Ziya sambil memeluk umi Aisyah dan menyalami kiyai.


"Iya sayang kamu juga sehat-sehat ya disini sama anak-anak." ucap umi Aisyah di anggukin Ziya.


"Umi,disana jangan terlalu capek ya." ucap Vina memeluk umi Aisyah.


"Iya sayang,kamu juga sehat-sehat ya disini jaga anak sama suami manja kamu itu." ucap umi aisyah membuat mereka menahan tawa.tak lupa Vina menyalami kiyai.


"Arsakha,Arsyad,Khairul dan Aiyra baik-baik ya disini jangan nakal,dan kalian tiga kaum Adam jaga Aiyra dengar." ucap umi Aisyah memberi penekanan.


"Siap nek." ucap mereka kompak.


Kepergian kiyai dan umi Aisyah diantar Akmal dan Akhmar kebendara.


..................


"Assalamualaikum dek." ucap Arsakha sambil mengetuk pintu kamar Aiyra yang tak jauh dari kamarnya.


"Waalaikumsalam." ucap Aiyra dengan suara yang lemah sambil membuka pintu kamarnya.


"Kamu tidak apa-apa dek?" tanya Arsakha yang merasa kahwatir dengan keadaan Aiyra yang terlihat pucat.


"Gak apa-apa kak." ucap Aiyra.


"Hatciiiiiiiii.......kamu jangan bohong dek!" ucap Arsakha sambil memijit hidungnya yang terasa gatal.


"Hem,ana memang tidak bisa berbohong." ucap Aiyra.


Aiyra tidak bisa membohongi kedua saudara kembarnya itu kerna setiap Aiyra sakit atau terkena musibah mereka berdua bisa merasakannya seperti sekarang ini,bersin tiba-tiba tanpa sebab.

__ADS_1


"Assalamualikum dek,kak,dek kamu sakit ya?" tanya Arsyad yang baru datang.


"Iya Aiyra cuman merasa tidak enak badan saja." ucap Aiyra sambil menunduk.


"Pantasan aja ana dari tadi bersin-bersin." ucap Arsyad sambil memijit hidungnya.


"Eh....ini pada ngapain kok belum siap-siap kekampus?" tanya Ziya yang melihat putra putrinya belum bersiap.


"Lihat jam sudah jam sepuluh lewat,Aiyra bukanya kamu hari ini pertama kamu masukkan?" tanya Ziya.


"Iya Amy." ucap Aiyra.


"Amy,Aiyra lagi tidak enak badan." ucap Arsyad.


"What,kok bisa sayang sini-sini Amy lihat yang mana sakit,apa Aiyra merasa pusing kita kedokter aja yuk!" ucap Ziya panik.


Begitulah sikap Ziya jika sudah menyangkut kesehatan anak-anaknya itu.


"Amy tenang dulu,Aiyra cuman gak enak badan gak perlu harus ke dokter." ucap Aiyra.


"Iya harus ke dokter lah gak bisa begitu,kamu itu anak perempuan satu-satunya kalau kamu kenapa-napa bagaimana dengan Amy hiks...hiks..." ucap Ziya sambil menangis.


"Amy jangan nangis donk,yaudah Aiyra mau kok diperiksa dokter,iyakan dek? ucap Arsakha menenangkan Ziya.


"Iya Amy." ucap Aiyra.


"Yaudah Amy telpon Abi kalian dulu,dan kalian berdua cepatan pergi kekampus tar telat." ucap Ziya.


"Iya Amy."


Arsakha dan Arsyad pun berpamitan pergi ke kampus,dan tak berapa lama kepergian mereka berdua,Akmal sampai dikediamannya dan membawa seorang dokter wanita.

__ADS_1


__ADS_2