
Sudah satu jam mereka semua menunggu dokter yang menangani akmal namun belum keluar dari ruangan dimana akmal dirawat dan tak berapa lama dokterpun keluar dari ruangan akmal dengan wajah lesuhnya.
"Dok bagaimana suami saya."tanya ziya langsung.
"Maaf nona,pasien banyak mengeluarkan darah sehingga membutuhkan pendonor yang cocok dengan darahnya O+ kerna persedian dirumah sakit habis."kata dokter.
"Saya...saya O+ dok tolong selamatkan mas saya."kata akhmar.
"Baiklah,suster bawa tuan ini keruangan donor!"suruh dokter kepada asistenya.
"Dok apa setelah pendonoran Mas akmal bisa sadar?"tanya fahmi.
"Tidak tuan,kerna pasien dibagian belakang kepadalanya terbentur terlalu keras akan sulit untuk pasien sadar dan kerna syok membuat pasien koma"kata dokter membuat ziya kembali menangis histeria.
Dokter rendra kembali masuk keruangan akmal bersama suster yang mengambil darah akhmar,kerna akhmar sehat dan darahnya tidak tercemari sehingga bisa digunakan akmal.
Setelah memasng impus darah ke tubuh akmal doktee rendra kembali keluar.
__ADS_1
"Dok apa kami boleh masuk kedalam?"tanya fahmi.
"Boleh,tapi untuk sementara waktu hanya satu orang yang masuk!"kata dokter rendra.
"Baiklah dok,dek ziya pergilah kedalam kita bergantian!"suruh fahmi yang dianggukin ziya.
Terlihat Akmal terbaring tak berdaya dengan kepala yang diperban,selang oksigen dan selang impus terpasang ditangannya,membuat hati ziya semangkin pilu perlahan ziya mendekati akmal yang belum sadarkan diri.
"Assalamualaiku sayang,mas ini ziya bangun mas,apa mas tidak ingin melihat ziya,apa mas gak sayang sama ziya,lihatlah mas anak didalam perut saya menendang perut ziya!"kata ziya sambil menahan tagisnya.
"Mas ziya mohon bangun,hiks...hiks...mas bukannya mas janji mas akan bawa ziya jalan-jalan ketokyo,ayo mas bangun,hiks...hiks..."tangis ziya yang tak bisah ditahannya lagi.
"zi lo gak apa kan?"tanya yuna yang melihat ziya keluar dari ruangan akmal.
"Iya lo gak apa kan zi?"timpal vina
"Apanya yang baik coba kalian,lihat wajah ziya kayak badut yang dipinggir jalan,hidung merah pipi juga dan lihatlah ingus keluar masuk!"kata lila mencoba menghibur ziya.
__ADS_1
"Eh,neng lo kalau ngomong kira kira dong jangan asal ciplak aja!"kata nila.
"Emang benar kok,lihat tu ingusnya ziya dia tarik masuk keluar ditariknya lagi masuk kan ih jorok."suruh lila membuat ziya tertawa melihat ulah sahabatnya yang satu itu mereka yang melihat ziya tertawa ikut tertawa.
Setidaknya Ziya bersyukur memiliki sahabat yang selalu menemaninya suka maupun duka para cowok yang melihat ziya tidak menangis lagi tersenyum hanya akhmar yang terlihat murung.
"Dek,kamu juga harus semangat jika kamu seperti ini kasihan dek ziya akan ikut sedih melihat kamu seperti ini kasihan kandungannya akan terpengaruh jika dia stres!"kata fahmi menasehati akhmar,akhmar tersenyum
"Dek vina apa kamu tidak mau menghibur saya?"tanya akhmar membuat semua mata tertuju padanya.
"Uluh....uluh...sini penyuk..."kata vina menirukan anak kecil dan merentangkan tangannya mendekati akhmar yang ingin dia peluk.
"Eh...eh...eh...eh.."ucap mereka semua menahan vina ingin memeluk akhmar,sedangkan akhmar sudah berkeringat dingin.
"Belum mahrom kali vin."kata yuna
"Entah ni vina,makanya lo minta dilamar sama mas akhmar!"suruh ziya.
__ADS_1
"Hehehe...kebablasan gue."kata vina sambing menggaruk kepalanya yang tidak gatal.