Istri Untuk Ustadz

Istri Untuk Ustadz
Bagian 81#


__ADS_3

Dipagi hari ziya terbangun pagi-pagi sekali,dia meraba perutnya yang sudah rata,ziya merasa aneh dengan perutnya rata setelah pemikiran liarnya ziya menjerit sampai membangunkan akmal dan kedua orang tuan dan mertuanya.


"TIDAKKKKK....."TERIAK ZIYA.


"Sayang ada apa?"tanya akhmar yang terbangun mendengar teriakan ziya.


"Mas,anak kita mana,kenapa perut saya rata?"tanya ziya membuat akmal tersenyum begitu juga yang lain.


"Ke..napa kalian semua senyum seperti itu?"tanya ziya yang merasa aneh.


"Aku lupa ya sayang,bukannya kamu sudah melahirkan anak-anak kita"kata akmal terluhat ziya seperti mengingat saat dia melahirkan.


"Hehehe...saya ingat melahirkan 3 anak."kata ziya cengegesan membuat akmal ngemes melihat istrinya.


"Mas dimana mereka kenapa tidak ada?"tanya ziya yang tidak melihat anak anaknya.


"Mereka lagi dimandikan umi bunda dan dokter rena."kata akmal hanya ditanggapi ziya dengan ber oh ria.


"Siganteng sama sicantik sudah siap mandi nih."kata umi aisyah yang menggendong cucu perempuannya dan diikuti dokter rena dan bunda fatmah.

__ADS_1


"tayang-tayang anak mami sudah ganteng-ganteng dan cantik."kata ziya akmal melihat istrinya tersenyum bahagia.


"Sayang kasi asi kamu gih,semalam kamu tidak memberi mereka asi."kata bunda fatmah hanya diaggukin ziya dan langsung menyusui anaknya satu persatu.


"Zi mau dikasi nama apa anak lo?"tanya nila.


"Iya kasi nama dong biar kita tau nama siganteng."timpal yuna.


"Benar zi,dan anak pertama lo harus jadi menantu gue ya!"kata nila membuat ziya menatapnya begitu juga yang lain.


"Ye..elo nil nikah aja lo belum udah mau jodohin anak ziya sama yang belum ada."ledek vina.


"Biarin yang penting anak pertama ziya harus jadi mantu gue,wekkk."kata nila sambil menjulurkan lidahnya dibalik penutup wajahnya kearah vina.


"Bagaimana dengan ARSAKHA SIDIQ?"kata ziya


"Bagus namanya sayang,ARSAKHA,assalamualaikum Arsa."kata umi aisyah dan mereka semua menyapa arsa anak pertama ziya.


"Mas mau beri nama apa sama adiknya?"tanya ziya terlihat akmal berpikir untuk nama anak keduanya yang hanya beberapa menit.

__ADS_1


"ARSYAD SIDIQ"kata akmal.


"Arsakha,arsyad bangus banget namanya,assalamualaikum arsyad."ucap vina.


"Kalau untuk yang putri apa namanya zi?"tanya yuna.


"Namanya harus capeul sama kakaknya ya zi!"suruh lila dengan gaya imutnya.


"Kalau untuk yang putri kita kasi nama,AIYRA RUMAISHA ZIYAN."kata ziya dan akmal samaan.


"Manisnya,Aiyra artinya kebaikan,Rumaisha kedamaian dan ziyan elegan."kata kiyai.


"Manis sekali namanya,babynya juga manis,assalamualaikum aiyra."kata lila dan yang lain bergantian.


Tak terasa arsa,arsyad dan aiyra sudah memasuki usia tiga bulan dan sahabat ziya yang akan menikah dalam waktu 3 hari lagi.


Terlihat ziya kewalahan mengurus ketiga anaknya yang kini menangis kerna lapar hanya arsa yang terlihat tenang kedua adiknya menangis.


Ziya yang sudah menyusui arsyad segera beralih menyusui aiyra,umi aisyah yang berdiri didepan pintu kamar ziya tersenyum melihat menantunya yang sangat sabar merawat cucunya,segera umi aisyah menghampiri ziya dan membantu ziya walau hanya sekedar bermain sama cucunya untuk tidak rewel.

__ADS_1


"Terimakasi umi."kata ziya.


"Tidak perlu terimakasih sayang,mereka semua cucu cucu umi jadi umi juga harus menjaga mereka merawat mereka."kata umi aisyah sambil membelai kepala ziya dengan lembut ziya membalas senyuman kepada mertuanya.


__ADS_2