
Akhmar Fahmi dan Fatih,yang baru pulang dari kantornya segera masuk kerumahnya.
"Umi...anak tampan dan soleh mu pulang."guman akhmar dengan perasaan bahagia.
"Assalamualaikum,"kata mereka kompak.
Akmal yang baru menurunin anak tangga segera menjawab salam ketiga saudaranya itu.
"Waalaikumsalam."kata akmal yang masih menggenggam bantal dan selimutnya.
"Loh mas coy,kenapa bawa selibut bantal kebawah?"tanya akhmar.
"Iya mas?"tanya fahmi dan fatih.
"Mas lagi tidur diluar."kata akmal dan berjalan menuju ruang tamu.
"Loh kok bisa?"tanya fahmi.
"Mas juga gak tau,siunik tiba-tiba marah mengacak-ngacak kamar dan bilang mas punya pacar."kata akmal lesu.
"Kok bisa ya mas,apa bawaan hamil?"tanya akhmar.
"Dek ziya hamil mas?"tanya fahmi.
"Alhamdulilah iya,"jawab akmal.
"Akhirnya saya punya keponakan,selamat mas"kata fahmi.
"Iya terimakasih,"kata akmal
"Selamat mas."kata fatih.
"Terimakasih,jadi kalian bertiga kapan nikah?"tanya akmal membuat ketiga bujangan itu hanya cengegesan.
__ADS_1
"Sabar aja mas,lagi diproses,"kata fatih.
"Benar mas."kata fahmi dan akhmar kompak.
"Dasar cowok brengsek,"kata ziya saat menurunin anak tangga.
Mereka yang mendengar suara ziya,mengerutkan kening mereka kerna bingung apa yang terjadi dengan ziya.
"Sepertinya mas ada buat salah?"kata akhmar.
"Mas gak tau,mas salah apa"kata akmal
"Mas ingat-ingat aja dulu,kita kekamar dulu mau siap-siap bentar lagi sholat isya."kata fahmi berlalu pergi diikuti dengan fatih dan akhmar.
Akmal yang mendengar ziya ngomel-ngomel sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya,memperhatikan ziya sedangkan ziya hanya cuek,akmal yang di cuekin ziya hanya pasrah dan merebahkan dirinya disofa ruang tamu sambil mengecek ponselnya.
"Ada nomor tidak diketahui,siapa ini?"guman akmal.
"panggilan masuk,apa kerna panggilan ini?"guman akmal menebak.
"Tut....tut...tut...
"Assalamualaikum,"kata akmal.
"Waalaikumsalam,ma akmal."kata vina dibalik telpon.
"Anda kenal saya?"kata akmal
"Aduh mas akmal,masa iya kita tidak kenal suami sahabat kita sendiri,"kata vina membuat akmal menaikan alisnya.
"Astaga,maaf mas akmal pantas aja tidak mengenali gue,ternyata mas nelpon kenomor baru gue,gue vina."kata vina yang baru sadar.
"Oh vina,kenapa nelpon pakai nomor baru?"tanya akmal.
__ADS_1
"Ehm...tadi sore kita kita lagi gerjain ziya ngaku sebagai pacar mas."kata vina dibalik telpon
"Astaqfirullah,pantas saja sikapnya berubah."kata akmal
"Ziya marah-marah mas,yes berhasil kita ngerjain ziya,"timpal lila kerna vina mengaktifkan spekernya.
Kalau mereka lagi kuliah dijakarta,mereka akan tinggal satu kosan
"Astaqfirullah,ternyata kalian,kalau begitu mas mintak tolong bujuk ziya biar tidak marah lagi mas cuman kawahtir dengan kandungannya!"kata akmal
"Apa ziya hamil mas?"tanya yuna
"Iya."kata akmal.
"Yaudah mas,kita mau nelpon ziya tar kasihan keponakan kita stres."kata vina dan langsung mengakhiri panggilannya.
"Astaqfirullah,"kata akmal kerna vina tidak mengucapkan salam sewaktu mengakhiri panggilan.
"Semoga siunik tidak marah lagi dan amarahnya tadi tidak berpengaruh dengan kandungannya!"guman akmal.
Ziya yang masih kesal dan memikirkan siapa wanita yang tadi menghubungi akmal,membuat dia bolak-balik memutar badannya yang terbaring dikasur.
"Dasar brengsek,awas aja kalau ketemu kamu."guman ziya
hay gusy,jangan lupa like,komen,vote,dan juga bintangnya😁maaf kalau banyak permintaan
terimakasih untuk pembaca setia,like,komen dan votenya hanya bintang aja yang belum hik...hiks...athor jadi sedih ni😢
Dan mampir juga kenovel yang lainnya
Judul:"30 Hari Menjadi Karyawan"
"Bukan Salahku"
__ADS_1
Terimakasih....Babay.....my love😍☺️