Istri Untuk Ustadz

Istri Untuk Ustadz
bagian 60#


__ADS_3

"Uhhhhh...uhhhh,gak asik tidak ada ziya,"kata lila menarik nafas


"Benar,biasanya kita selalu berlima makan dikantin kampus ini."timpal nila


"Mending telpon ziya?"kata yuna dengan pemikiran jahilnya.


"Oh iya,biar gue yang nelpon!"kata vina


"Vin,lo telpon pakai nomor yang baru lo belik!"kata yuna


"oke baiklah."kata vina yang mengerti maksud yuna


"Tut....tut...tut...


"Tidak ada jawaban."kata vina


"Coba kenomor mas akmal!"yuna.


"Tut...tut...tut.....


"Assalamualaikum."kata ziya dibalik telpon akmal.


"Ziya yang menerima panggilannya,"kata vina sedikit menjauhkan ponselnya agar tidak kedengaran ziya.

__ADS_1


"Pas baget tu,sekalian aja kerjain dia"kata nila


"Ehmmm...waalaikumsalam."kata vina


"Maaf mbak siapa ya?"tanya ziya penasaran kerna nomor yang menelpon keponsel akmal tidak diketahui.


"Seharusnya saya yang nanya,kamu siapa kenapa ponsel mas akmal ada sama kamu?"kata vina dengan nada bicara disamarkan.


"Saya istrinya dan saya berhak menyentuh semua milik mas akmal dan anda siapa?"kata ziya mulai kesal.


"Saya pacarnya mas akmal,kamu mana mungkin istrinya."kata vina yang menahan tawanya kerna ziya mulai emosi.


"Apa anda jangan sembarangan tidak mungkin mas akmal punya pacar diluar sana."kata ziya marah.


"Hahahaaaaaa....hahahahaa...."tawa mereka bersama kerna sedari tadi panggilan di speker oleh vina.


"Sumpah pasti tu ziya ngacak-ngacak habis tu mas akmal,hahaaaaa....hahahaaaa."kata yuna dengan tawanya.


"Benar...benar baget tu,ziya kan emosian,hahhaaaa tapi kasihan mas akmal,"kata nila


"Aduh,seandainya ziya emosi sampai mencakar wajah mas akmal,aduh kasihan sekali,pasti ketampanannya mas akmal bakalan hilang."kata lila dengan gaya lebay nya.


"Gak mungkin,paling ziya banting-banting barangnya mas akmal atau barangnya."kata vina.

__ADS_1


"Kita lihat aja nanti."kata yuna


ziya yang sudah emosi,mondar-mandir menunggu akmal naik keatas,semua barang yang ada dikamarnya sudah berserakan.


Bantal guling,kapasnya berhamburan kesana kemari.


"Dasar brengsek,berani-beraninya dia selingkuh,awas aja kama mas!"batin ziya dengan mengepal tangannya.


Kerna merasa lelah mondar mandir menunggu akmal yang tidak kunjung naik keatas,ziya memilih untuk duduk disofa panjang yang ada dibalkon kamarnya.


Ziya memandangi matahari yang mulai tenggelam,menciptakan pemandangan yang indah membuat ziya memandanginya dan menikmati angin senja yang bertiup kearahnya dan perlahan matanya mulai berat ziya merasa kantuk akhirnya memilih untuk tidur disofanya.


Akmal yang sudah selesai dengan tamunya,segera keatas untuk menghampiri istrinya dan saat membuka pintu kamar matanya terbelalak kaget melihat kamarnya,tidak seperti kamar lebih tepatnya seperti kapal pecah.


"Astaqfirullah,kenapa jadi seperti ini?"kata akmal dan memasuki kamarnya dengan hati-hati.


"Sayang kenapa berantakan sekali?"tanya akmal namun tidak ditanggapin ziya yang sudah tidur.


Akmal yang tidak mendapatkan tanggapan dari istrinya,merasa khwatir dengan istrinya segera akmal mencari istrinya setelah dia dapati ziya yang tidur disofa meresa lega.


"astaqfirullah,ternyata kamu tidur disini sayang,"batin akmal,akmal langsung menggendong ziya untuk tidur dikasur kerna akmal takut ziya akan masuk angin.


Akmal membaringkan ziya dikasur dengan sangat hati-hati agar istrinya tidak terbagun,setelah membaringkan ziya akmal turun kebawah dan meminta tolong dengan bik ina untuk membersihkan kamarnya yang berantakan.

__ADS_1


__ADS_2