Istri Untuk Ustadz

Istri Untuk Ustadz
bagian 58#


__ADS_3

Akmal mengerutkan keningnya,merasa aneh dengan sikap ziya yang tak seperti biasanya.


Ziya memang emosian kalau menyangkut orang yang dia sayang dan cintai,berbeda dengan hari ini.


"Sayang emang siapa yang tidak bersikap sopan kepada kamu?"tanya akmal,ziya menunjuk.kearah riska sehingga membuat riska pucat.


"Apa yang terjadi disini?"akmal.


"Maaf tuan,saya tidak tau kalau nona ini istri tuan?"kata kiran


"Lalu?"akmal.


"Riska tiba-tiba langsung menghina nona ini dan ingin menamparnya untung saja pak Rian mencegahnya."kata kiran membuat akmal kaget.


"astagfirruallah."akmal.


"Maaf sayang tidak menerima karyawan yang memiliki perilaku yang tidak baik,jadi saya memecat kamu."kata akmal.


"Assalamualaikum,mas ini ada apa?"tanya akhmar yang baru datang bersama fatih.


"Hiks...his...hiks..."ziya yang menangis tiba-tiba membuat mereka semua bingung sedangkan riska merasa kesal dengan ziya.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?"tanya akmal dan mencoba menenangkan ziya membuat dia kewalahan kerna ziya menangis semangkin histeris.


"Dek mas keatas dulu,tolong kamu urus disini dulu!"pinta akmal dan berlalu pergi membawa ziya keruangannya dengan keadaan masih menangis.


Setelah sampai ruanganya,akmal terus menenangkan ziya yang masih menangis,hampir setengah jam ziya menangis dan dia tertidur sendiri dalam pelukan akmal.


"Sayang kamu kenapa,hati mas menjadi sakit melihat air mata kamu jatuh."batin akmal sambil mengusap kepala ziya dan merasa ziya sudah terlelap akmal memindahkan ziya kekasur yang memang akmal sediakan diruangannya agar sewaktu-waktu dia lembur bisa menggunakannya saat lelah.


Saat akmal membaringkan ziya dikasur tiba-tiba ziya mual dan mengeluarkan isi diperutnya namun yang keluar hanyalah cairan putih saja.


Akmal yang melihat ziya mual merasa khawatir dan segera dia menelpon akhmar untu menyiapkan mobil,agar membawa ziya kerumah sakit kerna dia tidak ingin terjadi apa-apa kepada ziya.


Ziya yang tidak bisa untuk berdiri kerna lemas akmal langsung menggendongnya,para karyawan yang melihat wajah akmal yang khawatir pada istrinya mereka merasa terharu .


"Saya tidak tau,dimana mobilnya?"tanya akmal yang sudah tak karuan lagi.


"Itu pak akhmar sudah datang pak."kata clara sambil menunjuk kearah akhmar yang berlari kearah mereka.


"uwek...uwek..."ziya kembali lagi mual diatas gendongan akmal


Akmal yang melihat istrinya terus mual membuat matanya berkaca-kaca kerna tidak tega melihat istrinya yang tidak ceria seperti biasanya.

__ADS_1


"Mas mobilnya sudah siap"kata akhmar,akmal langsung menuju mobil dan diikuti akhmar meninggalkan clara.


"Mbak clara,apa yang terjadi dengan buk ziya?"tanya kiran yang merasa bersalah.


"Saya tidak tau"jawab clara apa adanya.


"Saya menjadi merasa bersalah,"kata kiran membuat clara bingung dengan perkataannya.


"Kenapa kamu merasa bersalah?"clara,kiran menceritakan semuanya kepada clara membuat clara langsung marah dan ingin memberi pelajaran kepada riska namun riska sudah langsung dipecat membuat dia lega.


Setelah akmal dan Akhmar sampai dirumah sakit,ziya langsung dibawa keruangan pemeriksaan tidak menunggu lama dokter rina keluar dari ruangan dimana ziya diperiksa.


"Dokter rina bagaimana kondisi istri saya?"tanya akmal langsung saat dokter rina keluar dari ruangan.


"Tidak ada yang serius pak akmal,itu semua kerna genjala pada ibu hamil pada umumnya."kata dokter rina.


"Istri saya hamil dok?"tanya akmal bahagia.


"Iya pak,selamat ya."kata dokter itu turut bahagia.


"Terimakasih dokter,apa saya boleh menumui istri saya?"akmal.

__ADS_1


"Boleh pak,saya akan membuat obat penghilang mual untuk ibuk ziya,saya permisi dulu pak assalamualaikum."kata dokter rina dan berlalu pergi setelah akmal menjawab salamnya.


__ADS_2