
"HAHAHAAAAA....
"ka..li...an dengar apa yang saya bilang?"tanya ziya canggung,ya pasti malulah aib suaminya kebuka bukan kerna akmal suka tapi kerna ziya yang lagi gidab waktu itu meminta akmal untuk memakainya hehehee...
"Uhssstt...."suru umi aisyah membuat mereka diam.
"Permisi biar saya periksa dulu."kata dokter rendra yang sudah memasuki ruangan.
"Iya silahkan dok."kata kiyai.
"Alhamdulillah,tidak ada yang dikhawatirkan lagi kiyai,hanya butuh istirahat dan makanan bergizi."kata dokter rendra.
"Alhamdulillah,terimakasih dokter."kata kiya.
Akmal yang melihat seorang wanita memakai pakaian yang selalu dia simpang dan perlahan dia meraih tangan ziya membuat ziya menatap suaminya akmal melihat ziya dengan teliti saat merasa yakin dia tersenyum dan menitikkan air mata bahagia ziya yang melihat akmal menitikan air mati ikut menitikkan air mata dan memeluk akmal.
"Jangan pernah tinggalin saya lagi mas!"kata ziya didalam pelukan akmal.
"Ma..afkan mas..sayang."kata akmal dengan terbata-bata.
"Mas makan dulu ya!"pinta ziya dan melepaskan pelukannya hanya dianggukin akmal.
Namun saat mau menyuapi akmal membuat tangannya terhenti.
"Assalamualaikum."jawab salam mereka berempat yang tak lain sahabatnya membuat mereka semua yang berada didalam bingung saling menatap dan bertanya-tanya didalam hati siapa mereka.
"Wa..alai...kumsalam."jawab mereka semua terbata bata.
"Alhamdulillah mas akmal sudah sadar zi?"tanya vina dan menghampiri ziya yang masih menatapnya.
"I..ya sudah."kata ziya masih dengan pemikirannya.
"Kamu kok kenal saya?"tanya ziya heran.
"Eh soplak,lo gak kenal kita apa?"tanya vina ziya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah semuanya perkenalkan nama saya vina frestika lulusan Akidah akhlak juara satu."kata vina lantang.
__ADS_1
"Dan perkenalkan saya..."kata lila terpotong ziya.
"Lila larasatikan?"tanya ziya.
"Heheee,benar sekali."kata lila.
"Kalian..."kata ziya sambil menunjuk mereka dan melirik dari atas kebawah.
"Kita ini sehabat yang sejati apa yang lo lakukan kita pasti ikut iya gak?"tanya yuna yang dianggukin mereka bertiga.
"Idih,kalau gue kejalan yang salah gimana?"tanya ziya.
"Kita ikut,tapi gue yakin lo tidak akan melakukan hal yang dilarang"kata vina.
"Ya ya ya,udah gak usah ganggu saya dulu"kata ziya dan melanjutkan menyuapi akmal yang tertunda.
"Massyaallah cantik cantik,pertahankan ya sayang."kata bunda fatmah kepada keempat sahabat ziya yang sudah seperti putrinya sendiri.
Setelah beberapa hari Akmal yang sudah membaik sudah diperbolehkan pulang oleh dokter,dan hari ini Akmal akan kembali kepondok bersama yang lain.
"Sayang istirahat dulu,nanti kamu kecapean.!"kata akmal.
"Sayang."panggil akmal.
"Iya ini udah kelar kok mas,"kata ziya sambil berjalan mendekati akmal.
Kedua orang tua dan mertuanya ziya sudah kembali deluan dan yang lain nya hanya tinggal akmal dan vina yang menemani mereka.
"Sini biar saya bantu!"pinta ziya kepada akmal untuk memakaikan baju akmal.
"Terimakasih sayang."kata akmal dan mencium kening ziya.
"Auw"kata ziya sambil memengang perutnya.
"Ada apa sayang?"tanya akmal khawatir.
"Anak kita nendang perut saya."kata ziya tersenyum meskipun terasa sakit.
__ADS_1
Ziya mengarahkan tangan akmal keperutnya yang ditendang anaknya akmal yang merasakannya tersenyum bahagia dan mencium perut ziya.
"Sayang jangan nakal ya kasihan mama mu kesakitan!"pinta akmal kepada anak yang ada diperut ziya,ziya yang melihat akmal asik berbicara dengan perut buncinnya tersenyum.
"Assalamualaikum."kata akhmar dan vina yang mengakhiri aktivitas mereka berdua.
"Waalaikum salam."jawab akmal dan ziya.
"Cie cie bentar lagi yang akan jadi mama."goda vina,hanya dibalas ziya senyum dibalik penutup wajahnya.
"Dek,ingat ya kalian berdua tidak boleh terlalu dekat kalian bukan mahrom."kata akmal.
"Bentar lagi jadi mahrom kok mas."jawab akhmar tersenyum sedangkan vina menunduk malu.
"Maksudnya Mas akhmar?"tanya ziya bingung akmal hanya menunggu penjelasan akhmar.
"Iya umi sama abi sudah melamar dek vina dan kami akan menikah setelah mas akmal sudah sepenuhnya sembuh."kata akhmar.
"Vin..."kata ziya dan melihat kearah vina yang menunduk.
"Zi lo jangan salahkan gue ya,lila nila dan yuna juga sudah dilamar kok buka gue saja."kata vina.
"Apa kenapa kalian pada samaan dilamar.?tanya ziya heran.
"Iya lo tenang aja kita nikah barengan lo juga harus ikut nikah ulang lagi!"suruh vina membuat ziya membulatkan matanya.
"Iya gak mungkinlah."kata ziya.
"Ih,bukannya kita sudah sepakat ya,kalau kita bakalan nikah disatu panggung?"kata vina.
"Udah deh jangan ngacok kamu,lagian aku hamil besar."kata ziya hanya dianggukin vina mengerti.
"Akmal yang mendengar pembicaraan mereka,memikirkan sesuatu entah apa yang dia rencanakan.
***Maaf semuanya hanya bisa up satu kerna jaringan yang super lelet akibat hujan petir yang menyambar.
Terimakasih untuk like votenya yang belum jangan lupa ya untuk vote dan likenya biar saya lebih semangat lagi.okey.
__ADS_1
Babay....My love😍☺️***