
"Asaalamualaikum." sapa Aiyra dengan senyum manis.
"Wa-alaikumsalam." Dila dan vani gugup melihat Aiyra sudah berada didekat mereka juga menyapa ramah mereka.
"Boleh Ana bergabung?" tanya Aiyra.
"Bo-boleh," ujar Dila dan di anggukan Vani yang masih bingung kenapa Aiyra malah menghampiri mereka.
"Hai,saya Aiyra." Aiyra memperkenalkan diri.
"Saya Dila dan ini sahabat saya Vani." Dila dan memperkenalkan Vani sahabatnya.
"Ehm,kamu pacarnya Arsakha atau Arsyad?" tanya Vani membuat Aiyra keselak.
"Khuk..khuk..khuk...
"Kamu..kamu gak apa apa kan?" tanya Dila dan Vani khawatir sambil memberikan minum kepada Aiyra
"Dil,itu bukannya bekas lo ya?" Vani membut Aiyra dan Dila saling menatap.
"Astaqfirullah maaf...maaf." ucap Dila dan kembali membuat Aiyra keselak.
"Tidak apa-apa,khuuk...khuk.." ucap Aiyra.
Arsakha dan Arsyad yang sedang ngombrol dengan teman mereka masing-masing tiba-tiba bersin.
"Hatciinnn...Hatciinnn." Arsyad yang bersin segera permisi dengan temannya dan mencari Arsakha.
"Hatcinnn...hatciinnn." Arsakha yang bersin segera permisi meninggalkan temannya ditengah pembicaraan mereka.
"Syad dimana Aiyra?" tanya Arsakha saat melihat Arsyad sambil memijit hidungnya begitu juga dengan Arsakha.
"Tadi Arsyad melihat Aiyra jalan kearah sana kak." ucap Arsyad sambil menunjuk kearah kolam,dimana ada Dila dan Vani.
"Yaudah kita susul dia." ucap Arsakha mendahuluin Arsyad.
Tidak berapa lama Arsakha dapat melihat Aiyra didekat Dila dan Vani dengan keadaan Dila dan Vani menepuk-nepuk punggu belakang Aiyra.
"Baby gril,Anti tidak apa-apa?" tanya Arsakha yang menghampiri Aiyra,seketika Dila dan Vani saling bertatapan dengan pemikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
"Baby gril." batin Dila.
"Baby gril,mesra sekali." batin Vani.
Risa dan kedua sahabatnya yang dapat mendengar dan melihat perilaku Arsakha ke Aiyra membuat dia marah.
"Lihat aja kamu cewek murahan." batin Risa sambil menggenggam tangannya dengan erat berlalu pergi.
"Tidak apa kak,cuman tadi Ana minum gak hati-hati." ucap Aiyra.
"Anti yang ceroboh kita yang kenak imbasnya,lihat ni hidung kita sudah kayak badut?" ucap Arsyad dan memperlihatkan hidungnya yang merah.
"Hahahhahaha....hahhaaaaaa."ketiga wanita itu tertawa terbahak-bahak melihat hidung Arsyad yang paling keras Vina membuat semua orang memandangi kearah mereka.
"Khem..khem,sory habisnya hidung kamu lucu kalau merah kayak begitu,hahahahaaaa." ucap Vani sambil tertawa pelan.
"Benar kak,Arsyad kalau sudah bersin hidungnya jadi lucu,apa lagi kak Arsakha." timpal Aiyra.
"Halo semuanya,terimakasih sudah hadir diacara ulang tahun saya yang ke dua puluh dua dan juga terimakasih kepada kedua pria tampan yang sudah hadir di acara gue." ucap Risa memulai acaranya.
"Saya umumkan acara dimulai,dan acara pertama kita yaitu berdansa dengan pasangan masing-masing yang tidak punya bisa menggandeng teman cowok yang lain!" ucap Risa.
Kini suasana menjadi riuh dentuman musik yang begitu keras memekakkan telinga,Aiyra yang merasa tidak nyaman hanya bisa menggandeng tangan Arsakha dan tak luput dari pandangan Dila.
"Ada apa dengan gue,kenapa gue tidak suka melihat Aiyra begitu dekat dengan sikaku." batin Dila
"Arsakha,Arsyad,Aiyra kita permisi dulu ya!" Dila yang merasa tidak tenang memilih mengundurkan dirinya.
"Mau kemana?" tanya Aiyra.
"Kita mau ketoilet." ucap Dila dengan senyum manis.
"Oke." ucap Aiyra.
"Assalamualaikum." ucap Dila meninggalkan mereka beetiga serta menarik paksa Vani.
"Waalaikumsalam." jawab mereka bersamaan.
Setelah kepergian Dila dan Vani,tiga orang pria menghampiri Aiyra tanpa memandang Arsakha dan Arsyad disisi Aiyra.
__ADS_1
"Halo cantik,mau berdansa?" ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.
"Assalamualaikum,maaf saya tidak mau." Aiyra menolak ajakan pria itu dengan lembut dengan mengatupkan kedua tangannya,membuat pria itu kecewa karena Aiyra tidak menerima uluran tangannya.
"Sombong sekali dia Don?" ucap seorang pria disebelah pria yang mengajak Aiyra yang bernama Doni itu.
"Lo salah johan,dia hanya pura-pura sombong tapi gue yakin diluaran sana pasti dia sudah dibelai oleh om-om." timpal temannya yang lain.
"Hahaaahaaa,benar juga lo bilang." tawa mereka merendahkan Aiyra membuat Arsakha maupun Arsyad geram.
"Astaqfirullah,apa maksud kalian?" tanya Aiyra sakit hati dengan ucapan mereka bertiga.
"Maaf tolong jaga ucapan antum!" ucap Arsakha menahan amarahnya.
"Kak." ucap Aiyra sambil menarik tangan Arsakha namun Arsakha menarik Aiyra kebelakangnya.
"Yo,lo pacarnya?kalau lo tidak mau dia dihina suruh dia berdansa dengan gue!" ucap Doni dengan gaya soknya,Arsakha yang sudah dibalut emosi mendaratkan tinjuannya ke wajah pria itu membuat semua berhenti dengan kegiatan mereka dan mengalihkan mata mereka kearah Arsakha yang meninjut Doni.
"Siapa pria itu,berani sekali dia memukul Doni anaknya menejer disalah satu perusahaan ternama."
"entah lah."
"Omg,itu Arsakha cowok tampan,kenapa dia memukul si Doni gawat gawat."
Bisik-bisik begitu banyak dari para undangan Arsakha yang mendengar ucapan mereka begitu juga Arsyad hanya tersenyum mendengar ungkapan mereka bahwa Doni anak dari menejer diperusaha ternama dijakarta ini yang berarti perusahaan Abinya.
"Kau...." geram Doni ucapannya terhenti saat Risa dan kedua sahabatnya.
"Aduh,Doni lo bisa tidak gak buat acara gue berantakan." ucap Risa dan sesekali menyisip menimannya.
"Ah,gue gak beemaksud begitu Sayang Risa gue hanya mengajak wanita ini untuk dansa namun dia menolak." ucap Doni sambil mencium tangan Risa.
"Kalau dia tidak mau kenapa harus lo paksa." ucap Risa sambil berjalan mendekati Aiyra dan dengan sengaja Risa menuangkan minumannya kepakaian Aiyra.
"Ups,sory...sory gue tidak sengaja." ucap Risa.
"Tidak apa-apa." ucap Aiyra sambil menyapu pakaiannya dengan tangannya.
"Kak Ana ketoilet dulu ya!" pamit Aiyra.
__ADS_1
"Kak temanin." Arsakha.
"Tidak usah kak,cuman sebentar,kak lanjutin nikmati pestanya." ucap Aiyra menjahili Arskha dan berlalu pergi,terlihat Risa memberi kode kepada kedua sahabatnya.