
Arsakha dan Arsyad setelah meninggalkan Risa,mereka berjalan mencari ruangan kepala sekolah namun karena luasnya universitas itu membuat mereka hanya mutar-mutar.
"Kak kemana ruangan pak sarif,bukannya semalam daerah sini ya?" ucap Arsyad.
"Kalau kak tau gak mungkin kita dari tadi mutar-mutar." Ucap Arsakha.
"Oh iya,hehehe..." Ucap Arsyad cengegesan.
"Kita tunggu orang lewat aja deh kak!" Ucap Arsyad.
"Nah tu ada yang lewat bentar biar Arsyad yang tanya." Ucap Arsyad lalu pergi meninggalkan Arsakha.
"Anak ini.." Ucap Arsakha sambil ngeleng-geleng kepala dengan kelakuan saudara kembarnya itu.
"Assalamualaikum,permisi saya mau tanya ruang kepala sekolah dimana ya?" tanya Arsyad kepada wanita yang ada didepannya tanpa melihat wanita itu.
"Waalaikumsalam,sebelah kanan lorong kedua dari sini,lain kali kalau bertanya itu lihat orangnya jangan menunduk tidak sopan tau." ucap wanita itu yang tak lain Vani.
"Deg..deg..Maaf." jantung Arsyad berdegup kencang seakan terkena setrum.
Vani pergi meninggalkan Arsyad yang masih berdiri ditempatnya.
"Dek kamu kenapa?" Tanya Arsakha yang sudah berada disamping Arsyad.
"A..ah gak apa-apa kak,yok lewat sini." Ajak Arsyad.
Setelah sampai diruang kepala sekolah mereka disambut ramah oleh pak Sarif ,tanpa berbasa-basi lama pak Sarif membawa mereka menuju ruang kelas mereka dan memperkenalkan diri mereka.
__ADS_1
Tok...tok...tok....
"Silahkan Masuk." Ucap seorang dosen wanita.
"Assalamualaikum." Ucap pak Sarif
"Waalaikumsalam." Jawab semua penghuni kelas.
"Baiklah kedatangan saya kesini hanya mau menyampaikan bahwa kelas ini kedatangan dua murid baru." Ucap pak Sarif.
"Wah jangan-jangan kedua cowok tampan tadi masuk kekelas kita." Ucap salah satu mahasiswi dan dibenarkan yang lain.
"Woy,gak usah heboh segitunya kalik." ejek Vani kesemua teman sekelas wanita yang heboh tadi.
"Suka-suka kita lah kenapa lo yang marah sih." Ucap rani sinis.
"Assalamualaikum." Ucap mereka berdua kompak membuat para wanita tak bisa berkata-kata begitu juga para pria yang merasa iri dengan ketampanan mereka berdua tapi tidak dengan Vani.
"Waalaikumsalam,kalian ini kalau orag ucapkan salam itu dijawab bukan iler diperbanyak." Ucap Vani sambil menyindir salah satu temannya yang mengeluarkan air liurnya.
"Ihhhhh...lo jorok sekali iuhhhh." Ucap Risa.
"Pergi sana bersihin iler lo! kenapa bisa lah gue duduk sebangku sama lo ini." ucap Rini ke teman sebangkunya sambil mendorong wanita itu dengan jarinya.
"Vani Dwiranti." Ucap pak Sarif membuat Vani mengangkat suaranya.
"Iya saya pak," Ucap Vani.
__ADS_1
"Kemana Dila?" tanya pak Sarif.
"Dila?" tanya Vani kembali.
"Berbie Anandila." ucap pak Sarif sedikit meninggi.
"Saya pak." Ucap Dila didepan pintu yang terlihat gos-gosan.
"Telat lagi,yaampun Berbie Anandila bisa tidak sehari saja kamu tidak telat dan juga tidak bolos,apa orang tua kamu tidak capek setiap hari menerima surat panggilan?" Ucap pak Sarif
"Bapak jangan tanya lagi pak,tentu saja orang tua saya bosan dengan itu semua." Ucap Dila enteng membuat penghuni kelas menahan tawa dengan sikap Dila yang blak-balakn.
"Elo,ngapain disini?yaampun jangan bilang lo datang kesini minta ganti rugi sama gue?" Tanya Dila saat melihat Arsakha berada disampingnya.
"Jadi orang perhitungan banget sih,nih kartu nama gue lo bisa hubungin gue bilang aja berapa biaya memperbaiki mobil lo." Ucap Dila sambil memerikan kartu namanya.
"Dila..." Ucap pak Sarif.
"Maaf pak." Ucap Dila.
"Sudahlah pergi sana kamu duduk buat kepal saya pusing aja." Ucap pak Sarif.
"Ye....terimakasih pak." Ucap Dila dan pergi duduk disebelah Vani.
"Oh iya,saya jadi lupa silahkan nak Arsakha dan nak Arsyad memperkenalkan diri." Ucap pak Sarif.
"Saya titip ya buk Luni." Ucap pak Sarif.
__ADS_1
"Baik pak." Ucap buk Luni.