Istri Untuk Ustadz

Istri Untuk Ustadz
bagian 57#


__ADS_3

"Hiks...hiks...hiks..."


"Sayang mas janji akan nyusul mereka,"kata akmal menghibur ziya.


ziya pun menurut dan menghapus air matanya.


Hari berlalu begitu cepat ziya dududk ditaman menyaksika anak-anak santri belaksanakan upacara bendera,Akmal yang sudah habis cutinya kembali berkerja.


Hanya tinggal ziya dan umi aisyah dirumah,kiyai pergi menghadiri perkumpulannya,akhmar dan fahmi pergi kekantor untuk menghadiri rapat.


Ziya termenung,sambil memikirkan sahabatnya.


"Uhhhhh...,andai kalian disini pasti gue gak sebosan ini."keluh ziya.


Bunda aisyah yang melihat menantunya termenung segera menghampiri ziya.


"Sayang kamu lagi apa nak?"kata umi aisyah.


"Tidak apa-apa umi."kata ziya


"Kamu pasti lagi bosan ya?"kata umi aisyah


"Iya umi,"kata ziya tersenyum


"Kalau kamu bosan pergi main kekantor Akmal aja sayang!"umi aisyah


"Emangnya boleh umi?"ziya


"Iya bolehlah sayang."kata umi aisyah


"Gak usah deh umi,ziya disini aja nemanin umi."kata ziya


"Gak papa sayang umi juga nanti mau kepondok,tar kamu sendirian dirumah lebih baik kamu kekantor akmal aja sayang."kata umi aisyah.

__ADS_1


"ehmmm...iyadeh umi."kata ziya pasrah.


"Yaudah siap-siap sana,tar pak burhan yang antar kamu sayang."kata umi aisyah,pak burhan supir pribadinya kiyai.


Kini ziya sudah didalam perjalanan menuju kantor akmal dengan bersemangat,sesekali dia tersenyum memikirkan bagaimana reaksi akmal saat dia datang.


Dan tidak memakan waktu lama ziya sudah sampai dikantor akmal.


"pak pulang saja! saya nanti pulang sama mas akmal."kata ziya.


"Baiklah non."kata pak burhan.


ziya segera masuk kedalam,pak security yang sudah tau siapa ziya hanya tersenyum ramah kepada ziya,ziya membalasnya kerna ziya bukanlah orang yang sombong atau pendendam.


Ziya langsung kemeja resepsionis bertanya ruangannya akmal,kerna waktu itu ziya belum tau ruangan akmal.


"Assalamualaikum,permisi mbak saya mau bertemu dengan bapak akmal!"kata ziya.


Kiran belum mengenal siapa ziya sebenarnya kerna kiran karyawan baru yang menggantikan tina resepsionis sebelumnya.


"Emang saya harus izin dulu gitu?"kata ziya kesal.


"Cih,cewek murahan mana ini yang mau menggoda pak akmal,"kata teman kiran yang sama karyawan baru.


"Elo jaga ya mulut lo itu!"kata ziya kesal.


"Riska kamu gak sopan berbicara seperti itu,"tegur kiran pada temannya itu.


"Emang benarkan,kalau dia bukan cewek murahan gapain coba dia mencari pak akmal,"Kata riska.


"Kalau saya cewek murahan kenapa,situ merasa terganggu,apa situ tidak dapat merayu mas akmal dan elo juga kurang menarik."Kata ziya meledek.


"kurang ajar..."kata riska dan mau menampar ziya namun tangannya dicegah.

__ADS_1


"Apa seperti ini kalian menyambut tamu?"kata rian,yang mencengah tangan riska.


"Rian..."Kata ziya kaget.


"Halo zi,apa kabar?"rian.


"Baik,lo ngapain disini?"ziya


"Gue lagi temanin papa meeting."Rian.


"Oh,terimakasih."kata ziya kerna rian sudah membantunya.


"Tidak masalah,elo ada urusan apa disini,apa lo mau ngelamar kerjaan?"Rian.


"Ehmm...,"baru saja ziya mau menjawab akmal sudah memanggilnya.


"Sayang,kenapa tidak keruangan mas aja langsung,"kata akmal mau menghampiri ziya,dan membuat rian binggung siapa yang akmal panggil sayang dan begitu juga dengan riska dan kiran.


"Pak akmal,apa nona ini istri yang bapak bilang?"tanya rian yang menunjuk kearah riska,membuat riska malu tapi suka.


"Bukan pak rian,yang sebelah anda istri saya"kata akmal menunjuk kearah ziya dan mereka bertiga kaget.


Akmal langsung mendekati ziya,rian mau tidak mau beralih dari samping ziya.


"Sayang kamu kenapa,wajah kamu pucat?"tanya akmal khawatir melihat wajah ziya pucat.


"Apa kamu sakit,mas bawa kedokter ya!"ajak akmal kerna khawatir dengan kondisi ziya.


"saya gak papa mas,cuman capek aja berdiri dari tadi,"kata ziya.


"Kenapa gak masuk langsung keruangan mas aja?"tanya akmal.


"Mas lupa ya,emang saya pernah keruangan mas pertama kali saya kesini cuman mengacak-acak ini kantor dan salah kamu juga kenapa memperkerjakan orang yang tidak berguna,tidak punya sopan santun dan menghina orang."kata ziya memarahin akmal didepan karyawannya.

__ADS_1


__ADS_2