Istriku salah arah

Istriku salah arah
prolog


__ADS_3

Halo semua perkenalkan namaku Zian Prasetyo, orang-orang biasa memanggilku Iyan. Kecuali, orang-orang baru kenal sama aku, pasti mereka memanggil dengan sebutan Zian. Umurku sudah memasuki dua puluh delapan tahun. Statusku, hufftt males sebenarnya ngomongin status, tapi aku harus memberi tahu kalian semua karena ini ceritaku.


Aku masih lajang, sebenarnya sebulan lagi aku bakalan melepaskan masa lajangku. Tetapi itu semua cuma jadi angan-anganku saja, lebih tepatnya ini menjadi kenangan pahit untukku. Mungkin sulit untuk aku lupakan.


Dua hari yang lalu aku baru saja memergoki tunanganku sedang selingkuh, aku males nyebut namanya, sebut aja namanya lintah darat. Cocok dengan sebutan itu karena dia cuman manfaatin gue aja. Seperti lintah yang hanya nempel cuman untuk hisap darah kita aja.


Wanita yang sudah menemaniku hampir satu tahun itu hanya untuk menghabiskan uangku saja, bodohnya aku terlalu percaya dengan wajah cantiknya. Segalanya aku berikan untuknya, bahkan aku memberinya kartu kredit untuk kebutuhan sehari-harinya. Padahal belum jadi istriku, karena aku tidak pernah mempermasalahkan soal uang apalagi untuk orang yang aku cintai dan aku sayangi.


Yang bikin aku tambah sakit hati uangku ia digunakan untuk berfoya-foya bersama selingkuhannya, yang lebih mirisnya lagi aku ini lah sebagai selingkuhannya, karna ia sudah menjalin hubungan dengan pacarnya sudah tiga tahun sedangkan denganku hanya setahun. Sungguh malang nasibku permirsah.


Meskipun begitu aku tetap bersyukur karena aku mengetahui kebusukannya, sebelum dia sah menjadi istriku. Nggak tahu lah bagaimana nasib rumah tanggaku nanti seandainya aku jadi menikah dengannya.


Sekarang yang bikin aku pusing adalah untuk membatalkan semua yang sudah kami siapkan untuk acara pernikahan kami. Dari pakaian, gedung bahkan undangan yang tinggal cetak saja. Jika dibatalkan maka semua DP yang sudah dibayar lima puluh persennya hangus, banyak banget rugi gue pacaran sama lintah darat itu.


Sebenarnya aku tidak mempermasalahkan soal uang, yang bikin masalah itu sama nyokap gue, karena yang mengurus semuanya nyokap gue. Memang, semuanya menggunakan uang gue, tapi tetep aja mama bakalan merepet tujuh hari tujuh malam. Yang bakalan bikin kuping dan perasaan gue panas. Karena mama paling sensitif jika menyangkut masalah tentang uang.


Apalagi sebenarnya mama tidak terlalu setuju aku dengan si lintah darat itu, gak taulah alasannya apa, "Gak tau ya, perasaan mama nggak enak aja jika dia yang jadi menantu mama yan. Perasaan mama seperti nggak ikhlas aja gitu. Tapi mudah-mudahan firasat mama ini salah ya yan," begitu katanya. Dan ternyata, firasat orang tua itu benar adanya. Dan, sebelumnya mama juga berpesan jangan terburu-buru buat menikah, kenalin si lintah darat itu sampe ke akar-akarnya dulu. Padahal sebelumnya mama kerap kali menyuruhku cepat-cepat menikah. Tapi karena aku sama lintah darat ini mama tidak masalah jika harus menunda hingga setahun lagi.


Singkat cerita, sudah dua hari aku belum berani pulang semenjak kejadian itu. Aku belum siap mendengar ceramah dan ledekan mama. Sebenarnya mama sudah tau kejadiannya bahwa pernikahan ini batal. Akunya aja yang belum siap bertemu sama mama, itu sih bukan alasan utama, alasan utamaku cuman ingin sendiri, ingin meredam emosiku yang meledak-ledak, ingin menetralkan suasana hatiku saja dulu.


Tapi malam ini aku harus pulang, harus menyelesaikan semua masalah yang ada sangkut pautnya sama lintah darat itu, setelah itu fokus lagi ke karirku. Sudah malas aku mau ngurusin soal cinta-cintaan. Nasibku selalu malang soal percintaan. Biarlah jika pun harus melajang seumur hidupku.


◾◾◾◾◾


"Gue yang pake dia duluan!" Kata seorang lelaki, mukanya sudah terlihat sangat bernafsu.


"Gak, gue yang bawa dia kemari. Jadi biar gue yang pake duluan." Bantah salah satu lelaki lain.

__ADS_1


"Enak aja," suara lelaki yang lain lagi, "Obat perangsangnya punya gue, belinya juga pake duit gue, karena gue yang ngeluarin modal, jadi gue yang duluan." Membuat kedua temannya terdiam, lalu ia menyeringai bergerak menghampiri Nesya yang menggeliat di pojok laboratorium kontrol dan instrumentasi. Rambut hitam panjangnya terlihat acak-acakan, seperti sudah satu Minggu tidak disisir.


"Gerah?" Tanya lelaki yang menghampirinya dengan pandangan penuh hasrat.


Nesya mengangguk seraya mendesah. Cairan itu telah mengalir dalam darahnya, menguasai sistem saraf pusat, membangkitkan gairah di setiap pori-pori kulitnya. Jemari lentik gadis itu membuka kancing kemeja satu persatu.


"Sini gue bantu!" Lelaki itu mengulurkan tangan. Lidahnya menyapu bibir yang hampir saja gagal membendung air liurnya. "Gila, lu mulus banget!"


Nesya tertawa genit. Tangannya meraih ************ lelaki berjongkok itu. "Kayaknya tegang banget disini. Boleh gue jadi Voltmeter? Gue mau ngukur seberapa tegangnya," bisiknya lirih dalam ******* manja.


Lelaki itu tertawa penuh nafsu. "Jadi multimeter aja, ada banyak yang perlu kamu ukur." Katanya sambil menelan air liurnya.


"Woyy!" Salah satu lelaki yang berdebat tadi datang mendekati temannya "minggir Lo!" Ditariknya pundak temannya dengan kasar, masih merasa gak rela jika bukan dia duluan merasakan tubuh gadis yang sudah terangsang itu.


Nesya mendesis, berusaha menengahi lelaki yang berebut dirinya itu. "Kenapa nggak bareng-bareng aja sih?" Ujarnya sambil mengerling genit, "kan lebih enak jika bareng-bareng."


Brakk!!


Bantingan pintu mengejutkan mereka, seseorang masuk dengan langkah tergesa. Tangannya mengambil bangku lab sembarangan dan secepat kilat menghantamkan kepada lelaki yang terdekat. Dua Lelaki yang lain belum sempat berdiri untuk melawan sudah mendapatkan tendangan beruntun, satu orang tepat di pelipis, seorang lagi menerimanya di ubun-ubun sebelum sempat berdiri.


Setelah membuat ketiganya terbaring dilantai ia segera menarik tangan Nesya yang belum sepenuhnya menyadari situasi. Gadis itu terpaksa ikut berlari. Pergelangan tangannya terasa hampir keseleo karena ditarik paksa. Saat menuruni tangga, hampir saja ia terpeleset.


"Niko!" Serunya berusaha menghentikan seseorang yang menariknya. "Tanganku sakit nih!"


Yang dipanggil Niko itu berhenti di satu anak tangga dibawah Nesya. Napasnya terengah menatap si gadis berambut kusut agak lama. Suara langkah kaki berkejaran dari lantai atas. Lalu tanpa berucap sepatah katapun ia melingkarkan tangan berjari lentik Nesya dilehernya.


"Aww! pelan-pelan dong!" Rajuk Nesya. "Bilang aja baik-baik. Aku juga suka kok meluk kamu dari belakang kaya gini." Bisiknya di telinga Niko.

__ADS_1


Niko menggeleng, berusaha memfokuskan pikiran pada penyelamatan. Mengabaikan ******* dan hembusan nafas yang sengaja ditiupkan Nesya dilehernya.


"Niko," gadis itu berbisik lirih ditelinganya. Hembusan nafas beraroma wangi itu hampir menghilangkan konsentrasi Niko menuruni tangga. "Kok kamu lama sih?" Nesya mengeratkan rangkulan tangan dileher Niko, "aku nungguin tau!"


Gadis itu mengecup leher Niko menerbitkan getaran hingga ke inti perut.


"Nesya!" Niko menahan gertakannya. "Berhenti," ucapnya tertahan


Nesya tak peduli "Hmmh,, aku udah siap sekarang." Desahnya menggoda.


Niko mencoba mengabaikan ucapan Nesya, ia terus berlari sambil menggendong tubuh Nesya. Meski terasa amat berat. Tapi ia berusaha sekuat tenaga hingga sampai ke parkiran kampus.


Sampai di parkiran, dimana tempat motor sportnya berada ia langsung menungganginya tanpa harus menuruni tubuh Nesya dari gendongannya. Setelah mengeluarkan kunci motor dari saku celananya langsung ia hidupkan motor itu, melirik kebelakang melihat kondisi Nesya. Setelah melihat Nesya baik-baik saja. Tanpa menunggu waktu lama lagi ia langsung menancapkan gas motornya, meninggalkan kampus tempat dimana mereka sama-sama menuntut ilmu.


Ketiga lelaki mesum yang mengejar mereka tadi hanya kebagian asap motornya saja. Dan nggak berani mau mengejar lebih jauh, bisa-bisa malah mereka yang dikejar massa.


"Sialan, dasar manusia nggak normal." Umpat lelaki yang memiliki obat perangsang itu.


"Kampret emang tu orang, gagal nyemprot nih, jadinya." Umpatnya dengan kesal.


* * * * *


Sekedar informasi, novel ini nggak update tiap hari ya,, saya cuman sekedar ngisi waktu luang. saya usahakan seminggu tiga/empat bab aja ya.


Terimakasih saya ucapkan bagi kalian yang sudah mampir dan berkenan favorit ini novel.


Udah gitu aja. haha.

__ADS_1


__ADS_2