
Penandatanganan buku nikah adalah acara selanjutnya. Kemudian tanpa di sangka, ternyata juga ada acara pembacaan sighat ta'lik. Ini semacam janji dari suami untuk mengabulkan permohonan cerai dari istri jika terjadi hal-hal tertentu.
Buatku, ini gak adil. Kenapa gak ada satu pun janji yang harus di ucapkan istri?
Tapi sighat ta'lik ini bakal bikin perceraian jadi lebih mudah dan murah. Jelas, aku gak bakal menafkahi Nesya lahir batin selama setahun, lalu dia tinggal menggugat cerai. Kemudian bayar sebelas ribu rupiah, perceraian pun sah.
Aku ngebayangin sambil tertawa jahat dalam hati. Selanjutnya acara foto-foto. Pose standar kaya yang di posting di IG. senyum lebar sambil pegang buku nikah dan pamerin cincin kawin.
Kelar! tersenyum saat sedang tidak bahagia itu menyakitkan. Tapi akting Nesya kelihatan cukup meyakinkan, meski masih ada sisa muram di sinar matanya.
Kemudian MC menyerahkan mikrofon pada om Surya.
"Alhamdulillah." Dengan suara seraknya, beliau memulai pidato, sebuah deheman menjadi jeda. "Selesai sudah tugas saya sebagai seorang ayah untuk Nesya. Dia sudah memiliki imam yang sah untuk membimbingnya."
Segumpal napas aku lepasin pelan dari mulut. Buat dia selesai, padahal di sini perjalanan baru buat aku dan Nesya baru di mulai. perjalanan yang penuh kepura-puraan dan sandiwara. Gak tahu gimana cara ngejalanin ke depannya nanti
"Sebagai ungkapan rasa bahagia, saya menghadiahkan dua puluh lima persen saham angkasa group yang menjadi bagian saya kepada menantu saya, Zian Prasetyo."
Jedar! tiba-tiba aku mendengar suara halilintar dari ucapan om Surya.
Hadirin bertepuk tangan. Bisik-bisik terdengar riuh di latar belakang. Aku terperangah. Semua orang juga terperangah. Termasuk Nesya. Dia tampak yang paling terkejut. Namun Nesya sangat pandai berpura-pura. Sedetik kemudian bibirnya sudah tersenyum sembari merangkul pundakku. Sebagai penutupnya dia juga menghadiahkan kecupan tipis di pipiku.
Panitia membawa masuk karton besar bertuliskan 25% angkasa group dan menyerahkannya pada om Surya. Aku berdiri, masih dengan bingung, berusaha mencerna tujuan beliau dengan hadiah ini.
"Kok sekarang, om?" Aku berbisik sambil merangkul om Surya.
Dia sendiri yang bilang mau dijadikan warisan. Berarti harusnya diberikan setelah yang bersangkutan meninggal dunia. kalau diberikan sekarang, kan jadi gak enak kalau langsung diserahkan pada anak kandungnya.
"Sekarang waktu yang tepat," Balas om Surya dalam bisikan juga.
__ADS_1
Sekarang giliran-ku ngasih sepatah dua patah kata menyambut hadiah dari om Surya. Sumpah, aku sama sekali gak ahli urusan beginian. Mendingan disuruh ngejogrok di depan laptop nyelesein novel atau gambar satu komik daripada ngomong satu atau dua menit di depan orang banyak begini.
"Ehem. Assalamualaikum." Jidatku gatel, keringat ngucur kaya air terjun. "Saya tidak tahu harus bilang apa." Aku terdiam. Serius! beneran gak tahu musti ngomong apa. "Saya tahu, ini bukan hadiah. Ini adalah amanah. Dan semoga, saya dapat mengemban amanah ini dengan baik. wassalam.."
Udah, gitu aja. Cukup sampai disitu, aku sama sekali gak bisa lagi ngomong.
Hadirin bertepuk tangan penuh semangat. Tak ada lagi bisik-bisik. Mata mereka memandang takjub penuh kekaguman.
Sebelum dilanjutkan dengan makan siang bersama, seluruh hadirin melaksanakan shalat zhuhur berjamaah. Jelas, sebagai pengantin, aku wajib ikut shalat. Biar gak dibilang kafir terus dimusuhi netijen se-Indonesia. Soalnya acara ini juga diliput oleh wartawan infotainment. Sungguh usaha keras demi pecintraan.
Sementara Nesya dengan entengnya bisa menjawab. "Aku gak shalat, lagi dapet." Cih! kaya yang pernah shalat aja!
Saat makan siang, Nesya udah duluan ditanggap sama keluarga besarku. Dia duduk semeja dengan mama, papa, om, tante, dan dua sepupu yang sengaja meliburkan diri demi bisa ikut liburan di kapal pesiar ini, sekaligus menjadi keluarga kehormatan dari pihak besan.
Sebelum sempat bergabung dengan mereka, dua orang bapak-bapak udah ngajakin aku makan bareng di meja sebelahnya. Dari keduanya, aku jadi tahu sedikit sejarah angkasa group. Perusahaan ini membesar karena berhasil mengakuisisi dua perusahaan yang nyaris bangkrut.
Bapak berdua ini tadinya adalah pemilik kedua perusahaan tersebut. Sekarang menjadi pemegang saham terbesar setelah om Surya. Masing-masing menguasai dua puluh persen saham angkasa group.
Aku dengerin cerita mereka sampai nasi dipiring sampe habis. Kebanyakan cuma ngasih respon gumam, 'oh', atau manggut-manggut sambil ngunyah.
Berhubung males ngomong banyak-banyak, jadi paling bagus kasih kalimat pancingan.
"Sebenarnya seperti apa situasi perusahaan sekarang, pak?" Tanyaku sok intelek.
"Nah, kondisi keuangan kita sebenarnya sedang menuju situasi darurat," Ujar pak Reno penuh semangat. Beliau dulunya pemilik perusahaan makanan instan yang diambil alih om Surya lima tahun lalu. "Aliran dana ke CSR terlalu banyak. Saat ini dampaknya pada perusahaan tak terasa. Tapi kalau terus menerus seperti ini, tinggal tunggu waktu menuju bangkrut."
Manggut-manggut, tiba-tiba ingat perkataan om Surya beberapa waktu lalu. Cerita tentang orang-orang yang menggunakan uang untuk memancing lebih banyak uang. Sekarang, orang-orang itu ada di depan mataku.
"Sementara penggunaan dana CSR ini juga tidak jelas," Pak Bima menambahkan. Beliau dulu memiliki penginapan yang sekarang menjadi jaringan hotel besar dibawah kepemimpinan om Surya. Papaku bekerja di salah satu hotelnya. "Apakah untuk donasi atau investasi? Bahkan walaupun bentuknya donasi, maka harusnya bisa menghasilkan sesuatu yang dapat meningkatkan value perusahaan. Namun nyatanya tidak. Jadi sampai sekarang tidak jelas, apa untungnya CSR ini."
__ADS_1
Nasi semur di mulutku jadi pahit, aku teguk air mineral buat ngdorong makanan nglewati kerongkongan.
Emang itung-itungan donasi ini selalu rugi. tapi, sepanjang pengalaman berdonasi, gak pernah sekalipun bikin bangkrut.
Pernah emang, nyaris gak dapet orderan dalam sebulan. Padahal ada donasi terhutang yang harus dibayar. Sekedar informasi, Unicef hanya mengambil donasi yang dibayarkan melalui kartu kredit. Setiap awal bulan sejumlah dana akan ditarik otomatis. Jadi ada gak ada duit, anak-anak disana tetap dapat apa yang mereka harus dapatkan. Untungnya pas dekat waktu tempo pembayaran, tiba-tiba dapat orderan yang DP-nya cukup bayarin donasi.
Gak tahu dah, kadang urusan rejeki emang gak bisa diperkirakan. Seenggaknya buat aku yang kerja sedapatnya. Kadang dapat kadang gak. Sejak kejadian itu, aku nambahin dua kali lipat donasi untuk badan PBB ini. Anehnya, penghasilan rata-rata juga jadi naik dua kali lipat, terkadang malah dapet lebih.
Apa ini karena doa dari anak-anak yang dapet donasi lewat Unicef? Atau karena emang kerjaan jadi lebih bagus? Satu hal yang pasti, donasi gak pernah bikin aku bangkrut.
Nasi di piringku udah habis. pembicaraan mulai membosankan. Di meja sebelah terlihat Neysa berbincang santai sama mama dan papa. Dia mudah sekali berbaur dan seolah sudah lama jadi bagian dari keluargaku.
Gak kaya lindar yang susah banget bisa cocok sama mama. Muka kusut dan kaku selalu hadir tiap kali dia harus berinteraksi dengan beliau. Mama pun gak pernah terlihat senyaman ini ketika sama lindar.
Sekilas, Nesya melempar senyum. Dia, mungkin benar mantu idaman mama. Tapi ini hanya akan bertahan selama beberapa tahun. Paling lama mungkin dua tahun. Setelah itu, kita akan berpisah. Semoga mama tidak akan merasa terlalu kehilangan saat waktunya kami bercerai tiba.
Deheman pak Bima mengalihkan perhatianku untuk kembali pada dua orang pemegang saham di bawahku ini.
"Kayaknya kita udah jahat banget, pak Reno," Katanya dalam bercanda. "Memisahkan pengantin baru yang lagi anget-angetnya, hehehe,"
Pak Reno tergelak. Aku jadi gak enak hati. Padahal apanya yang anget? Gak ada api apa pun disini. Siapa pun pasti tak akan sadar kalau pasangan pengantin di kapal pesiar ini sedang berpura-pura. Bersandiwara dan pecintraan.
Cuih! sungguh hidup dalam kepura-puraan dan kemunafikan ini sangat menyesakkan dada.
Baru saja beberapa jam aku menjadi suami bohong-bohongan terasa sudah menjemukan. Bagaimana dengan hari-hari selanjutnya? Yang masih banyak yang perlu di lalui.
pengen kabur aku permirsah, tapi sekelilingnya laut. gimana dong? pusing aku.
Kabur mati, gak kabur bikin pingin mati..
__ADS_1
hahaha!
TBC..