Istriku salah arah

Istriku salah arah
bisa dipegang ucapannya


__ADS_3

Nesya POV


Huh! Sumpah gue takut banget, asli aku susah bernafas saat Zian mau nyentuh aku. Untung aja dia bisa nahan nafsunya, hebat juga dia. Tapi, gak tau apa yang dia lakukan di kamar mandi itu. Mungkin, senam lima jari. Hahaha kasian.


Tapi, entah kenapa hari ini aku merasa bahagia banget. Bisa tertawa lepas. Aneh, jarang-jarang aku bisa sebahagia itu sama laki-laki. Sebelum ada kejadian kedatangan Niko semuanya berubah.


Aku berjalan kearah lemari untuk mengganti pakaian. Kuambil kaos putih dan celana pendek. Setelah mengenakan pakaian aku duduk di depan cermin, menyisir rambut. Pikiranku masih terbayang kejadian barusan. Eh gimana keadaan Niko ya? Apa dia baik-baik aja setelah ditendang sama Zian tadi? sialan emang tuh orang main tendang-tendang aja.


Tapi kenapa juga si Niko berani masuk kesini? Tanpa ada persetujuan dari aku. tidak ada dalam list dari seknario yang sudah sama-sama kita rencanain kemarin, selama disini. Mending aku telpon aja dia, sekalian nanya keadaannya.


Tenyata dia lagi nungguin aku telpon. sambungan telpon baru aja tersambung sudah langsung diangkat.


"Ya, halo beb."


"Hmm, ya halo, beb. Gimana kaki kamu beb? Masih sakit?" Tanyaku kawatir.


"Dikit sayang, udah biasa seperti ini, kamu tenang aja beb." kebiasaan dia, gak mau terlihat lemah dihadapan orang lain. termasuk aku pacarnya.


"Oh iya ya, pacar aku kan kuat, jago bela diri lagi, hehehe" sesuatu yang selalu bikin aku nyaman sama dia, bisa ngelindungin aku dari cowok-cowok kurang ajar.


"Kamu dimana beb? Gak lagi sama cowok sialan itu?"


"Gak, dia lagi mandi. Oya, kamu kenapa sih sampe berani masuk ke kamar ini tadi? Kan gak ada di rencana kita."


"Ya gara-gara kamulah."

__ADS_1


"Aku? Emang aku kenapa?" Sumpah aku gak ngerti. apa karena dia kwatirin aku karena berenang di laut tadi?


"Iyalah, kenapa sih harus pake cium-cium cowok sialan itu?" Aduh mati aku. Ternyata dia lihat saat aku cium Zian tadi. Sumpah itu tadi cuma refleks.


"Hehehe senengnya aku dicemburui pacar." Biasanya dia pasti luluh kalo udah diginiin.


"Jangan ngalihin ya beb. aku lagi marah ni tau." Aduh gawat!


"Hehehe maaf sayaaang, itu tadi cuma refleks aja, sumpah. karena dia udah nyelametin aku tadi. Aku hampir kehabisan nafas tadi saat didalam air, kakiku kelilit gamis yang aku pake. Gak bisa gerak. Untung aja dia ikutan nyebur. kalo nggak, gak tahu sekarang aku masih hidup apa nggak. Kamu ngerti kan beb, maafin aku ya. aku janji itu yang terakhir deh."


"Iya udah, iya. Aku terima alasan kamu. Tapi malam ini, kamu gak boleh tidur sama dia. Aku butuh pelepasan malam ini."


Hahaha! Dia mana bisa ngambek lama-lama sama aku. Emangnya bisa nahan rindu dia? Apalagi sama jari-jariku ini. Yang sudah bikin dia candu setengah mati. Yang bikin di merem melek dan mengerang nikmat.


"Pasti itu sayang, kan udah ada di rencana kita, aku juga butuh pelepasan ini."


Jadi ngerasa takut aku, apa gak sakit kalo dua jari? Emang sih aku baru dua kali ngerasain kenikmatan itu, itupun masih pake satu jari, saat Niko maksa pake dua jari aku menolaknya. Masih ada rasa takut.


"Liat nanti aja ya beb." Aku masih ragu.


Suara air di kamar mandi sudah tak terdengar lagi. Itu tandanya Zian udah selesai. "Beb, aku matiin ya. Zian udah selesai. Sampe ketemu nanti malem sayang emuach."


Yeah! Tepat sekali. Saat aku matiin sambungan telepon, bertepatan sama Zian keluar dari kamar mandi.


Kok aneh rasanya ya? ada rasa ketakutan tersendiri didalam hati. Takut ketahuan selingkuh dari suami. Padahal kami hanya pasangan sandiwara.

__ADS_1


Aku lirik dia sekilas, dia hanya mengenakan handuk melilit sebatas pinggangnya. Ternyata tubuhnya bagus juga. Putih, atletis, kotak-kotak diperutnya bikin bulu kudukku meremang.


Nesya, Neysa, sadar Nesya. Jangan kagumi laki-laki. Laki-laki itu semuanya sama aja, egois. Jangan sampe kamu jatuh cinta sama laki-laki Nesya ingat itu. Kamu udah punya Niko.


Perlu kalian ketahui. hubungan kami ini, yang jadi ceweknya itu si Niko. Hahaha pasti kalian terkejut kan. Emang sih siapapun yang melihat kami berdua, pasti mengira bahwa Niko yang laki-laki. Tapi kenyataannya tidak.


Sudah memasuki dua tahun hubungan kami. aku yang selalu menyentuhnya, dalam artian pake jari ya. Iya iyalah kan kami sama-sama gak punya belalai. Itu pun karena dia memaksaku buat menyentuhnya. Walau awalnya aku merasa jijik. Tapi lama-kelamaan aku ketagihan melihat dia menikmati permainanku.


Pertama kali aku merasakan kenikmatan itu. Saat aku diberi obat perangsang sama teman lelaki di kampusku. Antara marah ataupun berterima kasih. Marah karena aku hampir di perkosa sama tiga laki-laki sialan itu, terimaksih Karena obat perangsang itu membuat aku tahu rasanya melepaskan kenikmatan itu.


Aku bersyukur, pacarku Niko datang tepat waktu saat itu. Dia menyelamatkan aku dari tiga laki-laki brengsek. Itulah yang selalu bikin aku jatuh cinta sama dia. Selalu bisa di andalkan. Meskipun nyatanya dia itu perempuan. Tapi semua tugas laki-laki bisa dilakukannya. kekuatannya gak jauh beda sama laki-laki.


Aku lirik lagi Zian dari balik cermin, dia merebahkan tubuhnya di ranjang sudah mengenakan singlet dan celana pendek, dari raut wajahnya kelihatan banget dia masih marah sama aku.


Sebenarnya, aku masih penasaran kenapa ayah memilih dia jadi suamiku. Dan kenapa dia, yang dipilih oleh ayah buat gantiin posisinya di angkasa group.


Dan juga soal gosip tentang ayah sakit juga bikin aku penasaran. Kenapa aku sebagai anak kandungnya bisa gak tahu kalau memang ayah sedang sakit keras.


Oke, mungkin sekarang belum saatnya buat bertanya. Perasaannya pasti sedang buruk. cuih! emang dia aja yang marah disini? aku juga bisa marah, liat aja sampe kapan dia mau diemin aku? pokoknya aku nggak akan mau nyapa duluan, sebelum dia dulu yang bicara.


Eh, terus aku harus ngapain lagi? gak mungkin aku duduk di depan meja rias ini sampe MUA Dateng nanti. Mana masih jam tiga lagi sekarang, MUA datangnya jam lima.


Mana dia udah nempatin ranjang lagi. Kalo gak lagi marahan gini, gak masalah jika harus seranjang mah, kan udah ada perjanjian. Aku tau, dia orangnya bisa dipegang ucapannya. Ah, bodoh amatlah. Mending tiduran di sofa aja dulu.


itulah sedikit tentang saya ya permirsah. please netijen, jangan hujat gue ya. sudah jadi pilihan hidup saya seperti itu. yang penting saya bahagia.

__ADS_1


wassalam...


__ADS_2