
Dengan bisikan semua orang yang membuat Alfonso senang, Ada Sophia yang hanya menundukkan kepala. Ia melihat semua netra orang terpaku kepada mereka.
Hal itu membuat ia tidak percaya diri.
Tinggal didalam hutan tidak mempunyai teman, tidak berpendidikan, dan tidak pernah melihat dunia luar sebelumya, membuat Sophia merasa sangat kecil bersisian dengan Alfonso.
"Aku pasti membuatnya malu" pikir Sophia
Sophia perlahan melepaskan genggaman tangan Alfonso dan berhenti melangkah.
Alfonso heran
"Ada apa hmm? Kau merasa pusing lagi?" Tanya Alfonso seraya meraba kening Sophia.
Hal itu membuat siapapun yang menyaksikan kelembutan itu terkejut. Bagaimana bisa Panglima mempunyai sisi itu?
"Apakah itu benar benar panglima?"
"Hey aku pikir bola mataku akan keluar karena aku terkejut"
"Gadis itu benar benar ajaib"
Bisikan bisikan tidak percaya segera menghiasi lintasan Alfonso dan Sophia. Ini sangat langka. Segera perlakuan singkat itu langsung menjadi bahan pembicaraan yang panas disekitar kerajaan.
Pertama kali Alfonso membawa Sophia keluar, dan langsung membuat orang orang kerajaan mimisan
Kembali kepada Alfonso
Saat memegang kening Sophia, ia tidak merasakan hawa panas seperti kemarin.
Suhu nya normal
"Ada apa? Apa mereka mengganggumu?" Tanya Alfonso
__ADS_1
"Ti tidak Tuan, Tuan berjalan lah duluan, aku akan berjalan dibelakang" Bisik Sophia.
"Kenapa kau harus berjalan dibelakangku? Kau bukan pengawalku"
"Aku takut membuatmu malu Tuan, Lihatlah mereka melihat kita" bisik Sophia
Alfonso menghembuskan nafas pelan. Melirik tajam netra netra kagum semua orang yang membuat istrinya tidak nyaman
Alfonso memberi kode agar orang orang segera meninggalkan tempat
"Kau tidak membuatku malu, mereka melihatmu karena kau cantik, kemarilah berjalan disampingku, angkat kepalamu. Tidak ada yang perlu kau takutkan. Suamimu adalah seorang panglima perang" Lugas Alfonso.
Sophia tertegun. Kata kata itu membuat jantungnya berdegup kencang. Ia merasa berharga.
"Suamiku? Tuan mengatakan dia suamiku, hihi Ibu, jantungku ingin lepas bagaimana ini" Gumam Sophia dalam hati
Sophia tersenyum riang mengangkat kepala menatap mata hangat Alfonso. Mereka berdua tidak menyadari bahwa mereka saling menatap dengan penuh cinta.
***
Sesampainya di istana inti, Pengawal dan beberapa prajurit menyambut mereka.
Tatapan lapar jenderal jenderal atau menteri yang bertugas membuat Alfonso naik pitam.
Alfonso menatap tajam mata mata menjijikkan itu. Mereka beralih menurunkan pandangan mereka. Walaupun ada pemandangan indah, tentu mereka masih lebih sayang dengan nyawanya.
Alfonso melepas genggaman tangannya dan beralih merangkul bahu sophia. Menegaskan kepemilikan.
Sophia tidak menyadari bahwa ia sedang diburu predator. Netra polos menggemaskan itu kesana kemari melihat lihat keindahan dalam istana.
Ini pertama kalinya ia memijakkan kaki ditempat mewah selain kediaman Alfonso.
Pintu Ruangan jamuan dibuka. Keluarga kerajaan mengalihkan pandangan ke pintu.
__ADS_1
Amora yang melihat kedatangan Alfonso segera berdiri berjalan menuju Alfonso
"Panglima, Kau sudah datang? Kemarilah aku menyiapkan tempat duduk untukmu disebelah ku" Ucap Amora.
Senyuman Amora memudar kala melihat Tangan Alfonso merangkul Sophia posesif.
"Panglima, Mengapa kau membawa orang asing di acara makan malam kita" Ucap Amora dengan mata sinis melihat Sophia.
"Dia istriku" singkat Alfonso seraya masuk mengabaikan Amora.
Berbagai ekspresi memandang Sophia
"Mengapa Anak bodoh ini membawa istrinya keluar, Bahaya bertebaran dimana mana bodoh" umpat Kaisar dalam hati.
"Aku pikir umur istrinya hanya beberapa hari saat menikah dengan Alfonso, Sekarang apa ini? Bahkan Alfonso sangat menjaganya" gumam Permaisuri
Dan masih banyak gumaman dan ekspresi dari kakak, adik maupun kerabat permaisuri.
Ya, keluarga kerajaan diisi oleh hampir seluruh keluarga besar permaisuri.
Kerajaan sebenarnya dikendalikan oleh perintah dan kekuasaan permaisuri. Kaisar hanyalah sebagai tameng atau label.
Alfonso menarik kursi Sophia agar Sophia duduk.
Dan Alfonso menyusul duduk disebelah sophia
Semua perlakuan langka itu membuat keadaan jamuan menjadi senyap. Sophia mengambil alih semua perhatian.
"Panglima, Daging asap ini sangat enak, kau cobalah, aku meminta langsung kepada bagian dapur khusus anggota kerajaan, karna aku tau kau pasti menyukainya" ucap Amora mendayu
"Nona, Tidak baik memakan daging dimalam hari" ucap polos Sophia membulatkan mata setiap orang termasuk Alfonso.
...****************...
__ADS_1