IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 46. PERINGATAN EROS


__ADS_3

Sesampainya Alfonso dan rombongan menuju kerajaan Eros, Alfonso langsung menghadap kepada Raja Eros.


"Maaf Yang Mulia. Kami menghadap Yang Mulia membawa perintah dari Kaisar Agung. Kaisar dan permaisuri memulangkan putra dan putri anda dengan terhormat. Kaisar menyampaikan pesan kepada Yang Mulia" ucap Alfonso hormat dengan memberikan surat perintah dari Kaisar.


Raja Eros membaca surat tersebut dan menghembuskan nafas kasar


"huh baiklah. Sampaikan permintaan maaf ku kepada Hector karena aku telah merepotkan nya. Tinggal lah beberapa hari disini selagi Pelayan mencari dan menyiapkan titipan Hector" Ucap Eros


Sesuai rencana mereka, Alfonso, Filips dan bawahan mereka Bastian akan berpencar mempelajari seluk beluk kerajaan, dan mencari informasi lain.


Titipan Hector hanya lah taktik semata agar Alfonso dan anggotanya memiliki waktu untuk mencari informasi.


Saat sedang berjalan jalan santai mengurangi kecurigaan, Pelayan Eros memanggil Alfonso


"Panglima, Yang Mulia memanggil mu" Ucap Pelayan Eros


Alfonso mengikuti langkah pelayan tersebut memberikan kode kepada Bastian dan Filips untuk melanjutkan misinya.


"Salam Yang Mulia" hormat Alfonso setelah menghadap kepada Eros.


"Aku dengar kau sudah menikah. Maaf Panglima aku tidak sempat datang ke upacara pernikahanmu. Kemari lah berkeliling sambil berbincang" ajak Eros


"Tidak apa Yang Mulia. Kaisar telah menyiapkan segalanya. Kedermawanan mereka sangat membantu saya" jawab Alfonso mengiringi langkah Eros.


"Aku sudah sangat Tua Alfonso. Tetapi Anak anakku tidak ada yang ingin melanjutkan tahtaku. Satu satunya yang ku harapkan adalah Amora. Tetapi ia meninggalkan kakeknya begitu saja" ucap Eros


Alfonso terdiam membiarkan pria tua yang sempat menjadi tempat mengabdi ayah nya ini menceritakan kesenduan hari tua nya.


"Bagaimana kabar ayahmu?" tanya Eros


"Ayah baik Yang Mulia"


"Dia mengabdi padaku saat se usiamu saat itu. Dia sangat berani dan perkasa. Kulihat dia mewarisi kharismanya padamu" ucap suara berat Eros.


"Kau tau? banyak hal yang dirahasiakan oleh ayahmu dan kaisar darimu. Mintalah penjelasan disaat kau sudah merasa sangat menderita. Jika kau mendengar penjelasannya saat ini, maka kau akan menghabisi nyawa mereka berdua" ucap Eros ambigu memantik kerutan di dahi Alfonso.


"Jangan terlalu membenci ibumu. Dia wanita yang sempurna bagi ayahmu" lanjut Eros.


"Saat kau merasa sangat putus asa, kau merasa ingin mengakhiri dirimu, maka kunjungi orang tua mu dan minta penjelasan sebenarnya" ucap Eros


Alfonso sangat bingung. Hatinya merasa gelisah. Apa maksud pria tua ini pikirnya.


"Baik Yang Mulia" ucap Alfonso


"Beberapa hari berada disini pasti kau sangat merindukan istrimu bukan?" tanya Eros mengalihkan pembicaraan


"Tentu saja Yang Mulia"


"Aku juga merasakan itu Alfonso. Istriku telah berbeda denganku. Aku hanya dapat memandangi bintang untuk melepas rinduku. Aku ingin berkumpul dengannya. Tetapi aku harus mengamankan tahtaku kepada keturunanku. Tidak ada yang boleh memegang kekuasaan ini selain keturunan Eros. Aku tidak akan berdiam diri jika ada yang ingin merebut kekuasaan Eros." ucap Eros sombong

__ADS_1


Alfonso tertegun


"Apa Raja Eros sedang memperingatiku?" pikir Alfonso


***


Dimalam hari, Saat semua orang sedang terlelap, Ketiga penyusup kiriman Hector bergerak melompati atap kerajaan satu persatu.


Mereka menyebar. Mencari informasi dan seluk beluk kerajaan.


Saat Alfonso memeriksa beberapa jalan dan ruangan, netra tajam itu tidak sengaja melihat ruangan mencurigakan yang memiliki banyak pengamanan.


"Mengapa ruangan ini dikunci dengan kunci berlapis begini? pintu dan jendela nya juga diberi lapisan keamanan pagar besi" pikir Alfonso merasa janggal


Ruangan ini berada di dalam kerajaan inti di sebelah ruangan kerja Eros.


Dukk!!


Alfonso mendengar suara dari dalam ruangan


"Apa ada seseorang didalam? Dari mana ia masuk" pikir Alfonso.


Saat ingin membuka pengamanan pintu, suara derap kaki dan cahaya penerangan terlihat mendekati ruangan


Alfonso berlari bersembunyi di sela sela tanaman kerajaan. Mengintip.


Ia melihat raja Eros datang dengan memegang penerangan mondar mandir di depan pintu ruangan.


Tidak lama, datang beberapa prajurit nya membawa buku.


Eros membuka ruangan dan memasukkan buku tersebut didalam ruangan terkunci itu.


"Mengapa buku itu harus disimpan di tempat dengan penjagaan yang berlebihan itu? sepertinya bukan hanya sebuah buku biasa" pikir Alfonso.


Eros kembali mengunci pintu dan berlalu dari sana.


Alfonso kembali ke pintu berusaha membuka pengamanan pintu ini. Tetapi nihil. Pintunya tidak bisa dibuka.


Alfonso beralih mengitari kerajaan mencari tahu apa yang penting.


Setelah berkeliling, Alfonso kembali ke kamar yang disediakan untuk tempat mereka beristirahat dan menemukan Bastian dan Filips sudah berada di dalam


"Tuan, syukurlah aku pikir ada apa apa dengan Tuan, kami sempat dikejar orang misterius tadi" ucap Filips


"Orang misterius? bukan prajurit yang berjaga?" tanya Alfonso


"Bukan Panglima, mereka memakai penyamaran dengan pakaian serba hitam dengan penutup wajah dan kepala" ucap Bastian menjelaskan


"Apa ada penyusup lain selain kita?" pikir Alfonso.

__ADS_1


"Besok kita berkeliling lagi mempelajari sistem keamanan kerajaan" ucap Alfonso bergegas berbenah segera beristirahat.


"Tuan saya telah mengetahui cara kerja dapur kerajaan dan Dapur prajurit" ucap Filips


"Baiklah kita akan membahas itu saat telah tiba. Sedikit berbahaya mendiskusikan itu di sini. Dinding memiliki telinga Filips" ucap Alfonso berbaring menutup mata


"Baiklah selamat istirahat Tuan" ucap Filips berbaring di sebelah Alfonso


Alfonso ingin memejamkan matanya tetapi ia teringat dengan istri kecilnya


"Cih kau pasti bersenang senang. Dasar nakal. Saat aku kembali jangan harap kau bisa keluar dari kamar" Pikir Alfonso kesal karena bibi Ma pasti menguasai perhatian Sophia saat ini.


Kemudian ia teringat dengan tingkah laku Sophia yang sangat menggemaskan. Ia tersenyum menutupi wajahnya dengan lengan nya menggigit bibir nya menahan tertawa.


"Aku ingin menggigitnya saat ini." batin Alfonso


Pikirannya menerawang ke kejadian sebelum berangkat.


"Sial aku ingin melakukannya lagi" pikir Alfonso


"Tuan kau seperti orang bodoh" bisik Filips yang dari tadi memperhatikan wajah Alfonso berubah ubah.


Suasana hati Alfonso yang berbunga seketika rusak. Wajahnya mendingin mengeras siap melayangkan kakinya kepada Filips yang berbaring di sebelahnya.


Bruukhhh!!


Akkhhhh!!!


Filips terbalik dan mengusap pinggangnya akibat tendangan maut Alfonso


Bastian terkejut bangun


"Ada apa Tuan? apa ada penyusup?" tanya Bastian waspada


"sssttttttt.. Aku rasa pinggangku patah" lirih Filips melihat Alfonso tidur memunggunginya.


"Ada apa Tuan?" Tanya Bastian


"Tidak ada, tidur lah Bastian, tadi ada penyusup halus masuk ke tubuh seseorang" sindir Filips mengusap pinggangnya kembali ke pembaringannya menyindir Alfonso yang membelakangi mereka berdua.


Filips memandangi punggung Alfonso


"Cih jika cinta membuat seseorang bodoh, lebih baik aku tidak jatuh cinta" batin Filips.


***


"Tuan, Alfonso dan anggotanya menjarah kerajaan malam ini" lapor penyusup yang menyerang Filips dan Bastian kepada pemimpin mereka.


"Mengapa mereka melakukan itu"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2