IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 64. KEMATIAN HECTOR


__ADS_3

Stephano termangu di hadapan makam Hector pamannya yang masih basah.


Ia memakamkan Hector di tanah kerajaannya sendiri. Sedangkan Eros? Stephano memilih untuk membakar jasad Eros menjadi abu. Ia menghilang bersama kejahatannya.


Kemenangan berada di tangan Stephano.


Setelah pemenggalan kepala Eros, Ia dan panglima ayahnya menurunkan semua pasukan Stephano.


Ditengah peperangan, Panglima berambut keriting kerajaan x mengumumkan kematian sang raja.


Peperangan terhenti


Prajurit Eros menyerahkan diri beralih mengabdi kepada Stephano.


Beberapa petinggi kerajaan yang belum menerima, akan menjadi urusan Stephano di hari berikutnya.


***


Keadaan kekaisaran Hector sedang gempar menerima berita dari kerajaan X.


Terjadi kekosongan kekuasaan disini.


Permaisuri menghilang, Kaisar meninggal, dan Tidak ada penerus.


Petinggi kerajaan bingung. Manipulasi dan ketamakan mengisi singgasana kosong perdebatan dalam rapat yang diadakan di balai kerajaan ini.


"KITA HARUS SECEPATNYA MENCARI PENGUASA BARU. SIAPA YANG MASIH MEMILIKI HUBUNGAN KEKERABATAN DENGAN KAISAR?"


"Semua saudara permaisuri telah terbunuh. Penguasa tanah X telah kembali"


"Bagaimana ini. Masyarakat memberontak"


"Tidak ada kerabat kaisar yang tersisa. Kakak laki lakinya tiada, begitupun dengan putri dan istrinya"


Perdebatan panas yang tidak menghasilkan solusi berlangsung di sepanjang malam.


Alfonso dan Filips yang berada di bawah tanah terdiam mendengar kekacauan tersebut.


Bagaimana mereka akan lewat jika diluar dipenuhi oleh pria pria tamak ini.


"Tuan, aku akan mengalihkan perhatian mereka dahulu" ucap Filips bergerak keluar sendirian.


"Tuan.. Tuan!!!" Filips memberontak masuk kedalam aula rapat kerajaan dengan nafas berhembus kasar terengah-engah seperti sedang dikejar sesuatu.


"Filips!!!" bagaimana kau bisa berada di kerajaan X? dimana tuanmu? dimana Alfonso?" tanya mereka


"Aku berkuda dari kerajaan X. Tuan, Tuanku Alfonso sedang dalam bahaya. Kematian raja Eros dan Hector membuat penguasa kerajaan x sesungguhnya kalap dan saat ini sedang memerintahkan ribuan prajuritnya untuk ikut menginvasi kerajaan kita. Aku mohon masuklah dan kuncilah rumah kalian sampai aku mengumumkan keadaan aman kembali. Aku akan mengerahkan prajuritku yang tersisa" jelas Filips memasang wajah serius


Tentu saja para otak dangkal yang haus uang dan egois ini berhambur segera menyelamatkan diri masing masing. Berlari menuju rumah, mengumpulkan aset yang tersisa seandainya raja baru akan mengganti Tatanan kerajaannya.

__ADS_1


"Ya begitu Tuan. Ayo ayo cepatlah" Filips menyahut nyahut kehebohan mereka. Ini menjadi hiburan tersendiri bagi Filips.


Setelah menunggu beberapa saat dan memantau sekitar, Filips berlari menuju Alfonso.


"Tuan, ayo tuan. Sudah kosong. Kerajaan sangat kosong" Ucap Filips meyakinkan


"Apa maksud mereka kekosongan kekuasaan Filips?" tanya Alfonso yang semula menyimak dari bawah


"Aku akan menjelaskannya nanti tuan. Ayolah" ucap Filips


Mereka keluar berlari menuju kandang kuda, memacu kuda keluar dari gerbang istana.


.


.


.


.


Kuda berhenti tepat di depan halaman rumah sang ayah dan ibu yang saat ini menjadi tempat bernaung sang istri.


Tok!!Tok!!Tok!!


Pintu rumah diketuk di tengah malam dengan tergesa gesa. Pintu terbuka menampakkan wanita tua sang nyonya rumah yang sepertinya baru terjaga dari tidurnya


"Alfonso!! Nak!! ayo masuk dulu"


Mendengar keributan, Lukas terjaga dan terkejut dengan kedatangan tamu mereka.


"Nak siapa ini yang kau bawa malam malam?" tanya Lukas menghampiri Alfonso yang membaringkan sang raja dari kerajaan X di kursi tamu


Lukas mendekat menyingkirkan penutup yang diberi Alfonso dan


"DEGG!!!" Matanya membola terkejut


"ini..ini.."


"Ya ayah, ini raja dari kerajaan X" tegas Alfonso


"Bagaimana bisa" ucap Lukas terbata bata


"Nanti aku akan menjelaskan semuanya sekaligus meminta penjelasan darimu!! sekarang biarkan mereka berdua dirawat dirumah ini. Panggil tabib kepercayaanmu ayah. Katakan dimana dia biar Filips menjemputnya" ucap Alfonso


.


.


"Tubuh nya sangat lemah. Beberapa organ tubuhnya tidak berfungsi. Benturan keras di kepalanya merusakkan fungsi otaknya" ucap Tabib kepercayaan Lukas setelah selesai memeriksa raja

__ADS_1


"Tidak seperti anak muda itu. Dia hanya diberi racun penghilang kesadaran. Aku pikir seseorang membuatnya mabuk untuk mendapatkan tanda tangan atau tulisannya. Luka yang di pipi dan punggung sedikit dalam. Mungkin itu akan meninggalkan bekas yang cukup dalam" lanjut tabib


"Lalu bagaimana? apa yang harus kami lakukan agar dia sembuh" tanya Lukas


"Untuk anak muda ini, aku bisa melakukan pembekaman agar menghilangkan racun dalam tubuhnya.


(Pembekaman adalah pengobatan yang mengeluarkan cairan tubuh yang busuk dimana membekam dengan sejenis mangkuk(cupping). Tujuannya adalah mengeluarkan zat-zat beracun dan cairan tubuh yang jahat dari tubuh. Sebuah mangkuk berisi sehelai kain yang menyala ditekankan pada kulit. )


"Tetapi untuk pria tua ini. Aku pikir aku harus melakukan terapi rutin kepadanya. Obat herbal juga akan kusiapkan untuk menunjang kesehatan organ dalamnya. Mungkin ini akan memakan waktu yang sedikit lama" jelas sang tabib.


.


.


.


Setelah selesai menjelaskan dan mendiskusikan pengobatan terbaik bagi keduanya, Lukas memutuskan akan merawat keduanya hingga sembuh. Mengingat hanya tempat lukaslah yang aman.


"Emm Tuan, Aku ingin menyampaikan sesuatu" ucap Filips setelah mengantar pulang sang tabib menuju kediamannya.


"Ada apa Filips?" tanya alfonso


"Sebenarnya kaisar telah tiada" ucap Filips memelankan suara.


"APA?? APA MAKSUDMU FILIPS" bentak Alfonso murka


"SIALAN BUKAN KAH SUDAH KUKATAKAN DAMPINGI KAISAR? EROS SI TUA ITU BAHKAN TIDAK BISA KAU AMANKAN????" Emosi Alfonso meluap luap.


Ia merasa bodoh menyelamatkan raja orang lain dengan mengabaikan nyawa Kaisarnya.


"Maafkan aku Tuan, tetapi Eros dan kaisar membunuh diri mereka masing masing. Mereka melakukan ritual penebus dosa. Mereka sendiri yang meminum racun Tuan." Jelas Filips menyendu


"Mengapa kau tidak mencegahnya??"


"Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan Tuan. Aku dilarang masuk oleh kaisar. Aku hanya mendengar mereka membuat perjanjian. Setelah itu memanggil ku dan beberapa petua kerajaan dan mereka melakukan ritual penebusan dosa. Mereka mengorbankan jiwa mereka" jelas Filips


"Apa yang terjadi" lirih Alfonso


"Mereka berdua sangat berdosa kepada banyak orang. Aku pikir itu jalan yang terbaik" cicit Lukas.


"Berarti saat ini kekaisaran sedang kekosongan kekuasaan. Siapa yang akan menggantikannya?" tanya Lukas


" Aku pikir kita harus mencari permaisuri ayah. Hanya dia satu satunya pemegang kuasa saat ini. Tetapi hanya Kaisar yang tau dimana permaisuri diasingkan" jelas Alfonso


"Baiklah besok ayah akan datang ke kerajaan. Filips, ajak prajurit mu untuk mencari Permaisuri. Dan Alfonso aku pikir kau harus tetap menjaga di dalam gerbang kerajaan.


Keadaan sangat lemah. Walaupun mungkin kerajaan X bukan ancaman, tetapi banyak kerajaan lain akan mengambil kesempatan dari kekosongan kekuasaan saat ini. Kau harus mengamankan kedaulatan" perintah Lukas tegas


"Tapi ayah, aku masih bingung dengan semuanya. kau harus menjelaskan tentang....."

__ADS_1


"Ibuu, Ayah.."


...****************...


__ADS_2