IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 67 PENJELASAN LUKAS 2


__ADS_3

Alena diputuskan mendapat hukuman jeruji besi seumur hidupnya akibat percobaan penculikan pangeran dan putri kerajaan


Tentu saja Lukas tidak berdiam diri.


Ia menyelamatkan Alena dengan cara yang sama.


.


.


.


Alena tertunduk lesu memeluk sang pangeran diatas kuda Lukas.


Keadaan berbahaya


di segala penjuru tempat, Ternyata Eros telah menyebarkan prajuritnya untuk mencari Stephano yang hilang.


Lukisan wajah Stephano tersebar. Prajurit dimana mana.


Mereka tidak bisa keluar.


Lukas memacu kudanya menuju hutan


Meninggalkan keduanya di dalam gua


"Tunggu disini. Jangan keluar apapun yang terjadi. Aku akan mencari tempat tinggal kalian dahulu. Kita tidak bisa melarikan diri dari sini. Perbatasan dijaga ketat" ucap Lukas.


Alena memeluk erat Stephanus semakin masuk kedalam gua gelap sendiri didalam hutan


.


.


.


Beberapa saat kemudian, Lukas datang. Ia mendapat rumah di pedalaman hutan. Rumah yang tidak memiliki penghuni lagi.


Ia membawa Alena dan Stephanus disana.


"Disini aman. Tidak ada yang menyangka ada rumah disini. Tinggallah malam ini disini. Aku akan memperbaiki rumah nya besok pagi" ucap Lukas melihat rumah ini sudah hampir rubuh


Ia meninggalkan Alena dan Stephanus yang hanya bermodalkan penerang yang diberi Lukas.


"Pangeran, kita disini dulu ya... kau dan bibi akan tinggal. Biar paman yang tadi mncari adikmu hmm?" ucap Alena mengelus kepala Stephanus sayang.


Lukas telah pergi bergegas kembali ke kerajaan. Akan berbahaya meninggalkan kerajaan terlalu lama. Ia bisa di curigai


.


.


.


"Lukas dari mana saja kau ha?" kesal Hector


"Hector, tidak mungkin aku setiap waktu berada di bawah ketiakmu. Aku berkeliling." ucap Lukas santai melepas sarung tangannya


"Jangan macam macam Lukas!!" ucap Hector kepada temannya itu

__ADS_1


"Kau yang jangan macam macam Hector. Mengapa kau menjadi sangat tamak ha? Kau bahkan mengorbankan nyawa yang tidak bersalah" kesal Lukas berdebat


"Jika mereka mengambil semuanya, Apa yang tersisa pada kita bodoh. Kita bisa tidak memiliki tempat tinggal!!" ucap Hector


"Terserah kau saja. Jangan ikut campur urusanku. Aku akan tinggal disini beberapa waktu. Pulanglah ke kerajaan mu dan rayakan penobatanmu sendiri. Aku sudah tidak mengenal sahabatku lagi" kesal Lukas pergi berlalu dari kamar Hector.


Hector termangu. Sampai pada kepulangannya esok hari, Lukas tidak menampakkan batang hidungnya


"Semua telah siap sayang? mana pengawalmu Lukas?" tanya Permaisuri menggendong putri bersiap untuk pulang


"Ah dia sudah pulang duluan Sayang, Yang Mulia Eros. Dia memiliki putra yang masih kecil saat ia meninggalkan nya. Ini sudah terlalu lama. Sudah lima tahun Lukas meninggalkan anaknya. Jadi dia meminta izin untuk pulang lebih awal." ucap Hector menutupi kesalahan sahabatnya yang pasti akan di curigai jika terjadi sesuatu


"Ah baiklah kalau begitu. Hati hatilah" ucap Eros memberangkatkan mereka.


Lukas hanya memperhatikan kepergian mereka dari balik pohon.


Ia segera bergegas menuju dua orang yang sedang menunggunya.


Membawa makanan, ia melangkah menuju rumah reot yang sudah tidak ditinggali selama puluhan tahun lamanya mungkin.


.


.


.


Menyaksikan pangeran tampan ini sangat lahap, memantik rasa kasihan dari Lukas kepadanya.


"Jangan keluar kemana pun. Mereka sedang mencari pangeran." ucap Lukas


"Tuan, Terimakasih telah menyelamatkan kami. Aku akan mencari makan sendiri mulai dari sini" ucap Alena.


"Aku akan mencari uang. Mungkin aku bisa menjadi nelayan, pedagang, atau bahkan petani. Hingga waktu yang tepat, saat kerajaan telah melupakan kita." lanjut Lukas


"Tetapi bagaimana keluargamu Tuan?" tanya Alena


"Aku hanya memiliki satu anak. Mungkin saat ini usianya sudah tiga belas tahun. Ia berada di tangan yang tepat. Aku yakin mereka melindungi putraku. Kalian lebih membutuhkan aku disini" ucap Lukas mengelus kepala Stephanus yang makan dengan lahap.


Lukas merindukan Putranya tetapi apa mau dibuat? Keluar sekarang juga akan membahayakan nyawanya.


.


.


.


Waktu berjalan, berbulan bulan telah terlewati.


Setiap hari dihabiskan Lukas hanya dengan mencari uang di siang hari dan pulang dimalam hari.


Ia menghindari keramaian, dan menutupi identitas.


Sampai pada ketika di pasar saat sedang menjual ikan, Ia membaca kabar bahwa Hector telah di nobatkan menjadi kaisar agung.


Ia hanya tersenyum simpul. Sahabatnya telah menemukan hidupnya


Saat sedang melihat lihat, Seseorang menarik tangan Lukas membawanya menuju belakang kediaman seseorang


"Aku tau kau panglima Lukas bukan? Aku tau apa yang kau lakukan disini" ucap pria ini membuka topengnya dan

__ADS_1


Carlos. ini merupakan panglima Carlos


"Kau?" kejut Lukas ingin berlari tetapi Carlos menahan tangannya


"Tenanglah. Aku tidak berniat jahat. Terimakasih telah menyelamatkan pangeran. Aku mohon rawatlah ia dahulu. Aku akan tetap menjaga posisinya menunggu ia besar sambil menjaga raja agung kami dan bawa pangeran kembali kesini" jelas Carlos berbisik


"Mengapa tidak kau saja yang menjaga pangeranmu?" tanya Lukas


"Akan berbahaya jika aku keluar masuk istana dengan alasan tidak jelas hanya untuk mengunjungi mereka. Aku mohon, Aku akan mengembalikan posisi nya" ucap Carlos meyakinkan.


"Kau? kau menghianati raja?" tanya Lukas tidak percaya


"Bukankah kau sama saja? kita sama sama penghianat. Sahabatmu telah di Lantik. Dia bukan sahabat yang baik. Kau tau? Raja Stephanus dan Sahabatmu Hector adalah saudara kandung."


DEGG!!


Lukas terkejut. Ia mematung. Bagaimana bisa sahabatnya seperti itu.


***


Ia lesu terduduk di teras rumahnya. Ia memandangi bulan. Stephanus pasti sudah tertidur.


Alena yang melihat kesenduan itu mendekatinya dan duduk di sebelahnya.


"Ada apa Tuan? apa ada masalah?" tanya Alena


Beberapa bulan tinggal bersama, membuat Lukas memiliki rasa nyaman dengan kelembutan dan ketulusan Alena.


Ia yang tidak memiliki istri lagi, tentu saja masih pria yang normal bukan? rasa suka bisa saja datang kapan saja.


Mendengar pertanyaan Alena, Lukas menyandarkan kepalanya ke bahu Alena.


"Alena, sahabatku yang kupercayai, dia tidak lebih baik dari Eros. Mereka.. Stephanus dan Hector, mereka saudara" lirih Lukas memejamkan mata


"Aku sudah tau itu tuan, Aku besar di dalam kerajaan. Ibuku dulu adalah pengasuh dari Tuan Hector" ucap Alena


"Kau tau? mengapa tidak memberitahuku? tanya Lukas mengangkat kepala.


"Aku takut merusak persahabatan kalian" lirih Alena sendu.


"Tapi tuan, jangan berburuk sangka kepada Tuan Hector. Ibuku bilang, mereka mendapat perlakuan yang berbeda dari ayahnya karena ibu Tuan Hector hanya seorang selir bukan Permaisuri seperti ibu dari raja Stephanus. Itulah yang membuat Tuan Hector memiliki jiwa pemberontak" jelas Alena.


"Hmm terimakasih. Aku tidak sejahat itu membenci sahabatku sendiri setelah semua yang kami lalui" ucap Lukas memandang Alena yang juga memandanginya.


Lama saling memandang, Menyelami netra masing masing


Entah siapa yang memulai, Bibir keduanya telah menyatu saling membelit.


Tinggal bersama dalam waktu yang lama, mustahil Lukas tidak terpikat dengan wanita muda ini.


Bukan berarti ia melupakan ibunya Alfonso, tetapi hidup harus tetap berlanjut bukan?


Setiap ia terpesona dengan Alena, ia selalu meminta maaf kepada mendiang istrinya di dalam hatinya.


Hasrat Lukas yang lama terpendam, memuncak.


Mereka menghabiskan waktu panas dan gejolak nafsu mereka dibawah sinar rembulan.


Melanjutkan kegiatan hingga pagi berpindah di dalam rumah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2