
Setelah mendapatkan informasi yang cukup dengan waktu yang terbatas, Alfonso bertolak pulang menuju Kekaisaran.
Raja Eros menawarkan Alfonso untuk melewati jalan rahasia mereka. Tetapi ada Bastian dan prajurit lain yang merupakan orang asing didalam rombongan mereka.
***
Brraakkk!!!
Eros menggebrak meja pertemuan.
"Sialan!! Kekacauan apa yang kalian timbulkan sehingga Hector mengirim kalian pulang?" Teriak Eros
"Ayah, itu semua karena Putri sialan mu itu. Dia yang memancing kami Ayah" ucap kakak laki laki Permaisuri
"Bagaimana kita bisa mengendalikan kekaisaran Hector? Adikmu tidak akan bisa mengendalikan Hector seorang diri. Wilayah kepemimpinan Hector merupakan negara yang paling maju di pulau ini. Pertanian dan perdagangan mereka melimpah. Tidak ada apa apanya dibanding kerajaan ini bodoh!!!" Bentak Eros kalap.
"Kerajaan ini bisa berkembang hanya karena pemasukan dari negara mereka" lanjut Eros beranjak duduk
"Lalu mengapa ayah tidak mengambil Wilayah itu saja? Ayah bahkan memberikan itu kepada Hector si Bodoh itu" sungut Pria tidak tau diri ini
"Apa maksudmu? tidak kah kau lihat? warga sangat menerima dan mencintainya. Bahkan saat menaikkan pajak tidak ada yang memberontak kepadanya. Tidak seperti warga di kerajaan ini Yang hanya bisa memberontak" Ucap Hector.
"Apa rencana kaisar selanjutnya?" tanya Eros
"Aku dengar dia ingin membuat pasar dibagi menjadi beberapa bagian. Setiap pedagang pakaian akan dijadikan satu tempat, Dan setiap penjual ikan maupun makanan basah yang lain akan di jadikan satu tempat. Begitupun dengan pedagang maupun pengrajin lainnya"
"Lihatlah. Dia sangat pintar bukan? tentu saja warga menyukainya. Perintahkan dan kirim surat kepada permaisuri agar memerintahkan Hector menaikkan pajak pembagunan pasar itu. Keuntungan akan dibagi sama rata dengan kita" ucap Eros angkuh
"Bagaimana jika Hector menolak ayah? Dia sudah mulai memberontak"
"Dia masih percaya jika kerajaan kita merupakan kerajaan kaya pemasok keuntungan terbesar baginya. Ancam dia dengan menghentikan segala kerja sama yang berlaku, dan beritakan Kerajaan X siap berperang melawan kekaisarannya" Geram Eros.
"Baiklah Ayah"
Seseorang yang mendengar itu semua dari balik jendela tertegun.
"Aku pikir kekaisaran dan kerajaan ini sama menjijikkannya. Tetapi perkiraan ku salah. Bagaimana jika kerajaan X berperang? Semoga Penguasa selalu melindungi nya" Batin nya melangkah pergi.
__ADS_1
"Kita harus memberi Panglima Alfonso peringatan peperangan" ucapnya setelah menjumpai beberapa bawahannya. Ya mereka adalah penyusup yang dijumpai Filips malam itu.
"Untuk apa Tuan memberi peringatan. Tuan masalah kita hanya kepada Kerajaan X Tuan" ucap bawahannya
"Itu bukan urusanmu" ucapnya dingin berlalu pergi.
***
Sesampainya Alfonso di kekaisaran, Ia langsung menemui Kaisar dan mendiskusikan infomasi dan rencana mereka. Ia belum menjemput atau bahkan memberi tau istrinya tentang kepulangannya.
"Ada sekitar sepuluh prajurit atau pengawal di gerbang masuk utama dan puluhan prajurit berjaga diatas benteng pertahanan gerbang kerajaan. Pada gerbang belakang, Ada lebih banyak prajurit yang berjaga. Aku tidak tau dengan pasti mengapa di gerbang belakang lebih banyak prajurit. Pasti ada alasannya Yang Mulia, Tuan" jelas Filips menjelaskan pengamatannya.
"Setiap harinya juga banyak prajurit yang berlalu lalang disekitar kerajaan. Tidak jauh berbeda dengan kekaisaran Tuan, Yang Mulia. Akan tetapi aku gagal mengetahui siapa panglima perang mereka. Ia tidak penampakkan diri atau memakai baju yang mencolok atau berbeda" lanjut filips.
"Eros menyembunyikan sumber kekuatannya. Tentu saja saat ada tamu yang berkunjung Eros tidak sembarangan menampakkannya" ucap Hector geram
"Yang Mulia, bagian dapur umum prajurit akan diganti setiap enam jam sekali. Saya pikir saat pergantian jadwal tersebut adalah waktu yang tepat untuk menyusupkan orang kita" jelas Bastian
"Dan di dapur kerajaan, tidak diizinkan olahan kacang kacangan dimasak Yang Mulia. Saya pikir Raja Eros atau keluarga kerajaan pasti memiliki alergi terhadap kacang. Saya pikir ini bisa menjadi pengalihan jika kita menyebarkan kacang di makanan yang akan dibawa" lanjut Bastian
"Struktur kerajaan tidak jelas. Banyak ruangan yang mengalihkan dan tidak jelas kegunaannya. Setiap sudut kerajaan terdapat jalan setapak yang memiliki banyak cabang. Aku pikir itu untuk mengalihkan pikiran penyusup.
Pada kerajaan inti, Eros mengunci kuat ruangan peristirahatan nya, ruangan belajar dan koleksi buku, serta ada satu ruangan rahasia yang memiliki perlindungan ganda.
Yang Mulia pasti terkejut dengan hal ini. Setiap malam, Eros selalu ditemani tidur oleh wanita muda yang berbeda beda. Bukan selir Yang Mulia. Aku pikir kita bisa memasukkan wanita samaran kedalam kamar Eros" jelas Alfonso.
"Ah Yang Mulia disaat tengah perjalanan tadi, Ada perampok yang menghadang perjalanan kami. Tetapi ia tidak mengambil apapun. Ia hanya memberikan surat ini. Tetapi tidak ada nama penerima disini Yang Mulia" Ucap Filips
"Buka!" Singkat Hector
Filips menyerahkan kepada Alfonso dan segera membukanya.
Alfonso tertegun dengan rahang mengeras
"Yang Mulia" Ucap Alfonso menyerahkan surat tersebut.
"Siapa yang mengirim ini?" ucap Hector.
__ADS_1
Surat tersebut berisi peringatan akan penyerangan dadakan maupun terencana dari Eros yang dikirim oleh penyusup kerajaan X
"Kami tidak tau Yang Mulia, mereka memakai penyamaran" Ucap Alfonso.
"Hmm baiklah dengan informasi ini, kau rencanakan strategi dan langkah kita Alfonso. Pikirkan dengan matang. Tidak perlu datang ke lokasi pelatihan umum kekaisaran maupun pelatihan khusus rahasia dalam dua hari. Bastian dan Filips yang akan mengambil alih" Ucap Kaisar menyipit mengetahui apa yang ada didalam otak yang berubah menjadi mesum ini
Sedari tadi kaisar memperhatikan gerak gerik Alfonso yang terlihat terburu buru dan tidak nyaman. Kaki bergoyang dan Jari mengetuk menjadi pertanda manusia ini sudah sangat tidak sabar.
"Baik saya pamit dengan hormat Yang Mulia" Ucap Alfonso menundukkan kepala dan berlari menjauhi tempat mereka bergegas mencari kesayangannya.
***
Alfonso mengeras berjalan cepat menyusuri lorong kerajaan. Ia baru saja dari kediaman Pelayan Ma. Tetapi salah satu pelayan mengatakan Pelayan Ma tidak terlihat dari sehari yang lalu
"Kemana pelayan tua itu membawa istriku" kesal Alfonso mencari.
Setelah berjam jam mengitari kerajaan, Alfonso kesal dengan tubuh lelah dan kotor sehabis melakukan perjalanan, melihat kedatangan Sophia dan Bibi Ma dari gerbang utama kerajaan yang artinya Bibi Ma membawa berliannya keluar.
Alfonso segera menghampiri mereka.
Terlihat Sophia berceloteh riang kepada Bibi Ma.
"Bibi, seharusnya tadi bibi membeli hiasan itu untuk bibi. Pasti sangat indah jika bibi memakainya"
"Ekhem" tegur Alfonso
Sophia masih tidak sadar tetap berbicara dan melewati Alfonso begitu saja.
Bibi Ma berkeringat dingin menggenggam tangan Sophia menghentikan langkahnya
"Kenapa bibi? Bibi seperti melihat hantu hahahaha" tawa Sophia.
Bibi Ma pucat melirik netra elang tajam Alfonso dibelakang Sophia
"Habis lah kau nak" pikir Bibi Ma
...****************...
__ADS_1