IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 29. SIAPA SOFI?


__ADS_3

Sophia mendongak melihat Alfonso.


"Tuan, kau tidak marah kepadaku lagi?" Tanya Sophia.


Alfonso tidak menjawab. Ia beralih mendekap Sophia.


"Aku tidak pernah marah, Aku hanya merasa kepalaku sedikit pusing tadi, Ada masalah dengan Filips. Aku tidak ingin kau menjadi sasaran emosiku" jelas Alfonso.


"Maafkan aku" lirih Sophia nyaman didekapan hangat itu


"Hey mengapa meminta maaf, Aku yang harusnya meminta maaf, Baiklah lupakan. Kau sudah makan?"


Sophia menggeleng


"Aku menunggu Tuan" cicitnya Sophia.


"Baiklah mari makan dulu, setelah itu kita bercerita. Aku akan mendengarkan apa saja yang kau lakukan hari ini" Ucap Alfonso mengingat saat itu Sophia sangat sering bercerita seorang diri sebelum tidur di kursi nya.


Setelah makan, kini keduanya berbaring di ranjang Filips. Sophia sangat canggung. Meski beberapa waktu belakangan ini ia terbiasa bangun diatas dekapan seorang Alfonso, tetapi sebelum tidur ia selalu berada di kursi kesayangannya.


"Apa saja yang kau lakukan hari ini?" Tanya Alfonso mengawali pembicaraan.


"Ti tidak ada Tuan, aku hanya memasak, membersihkan rumah, dan mencuci pakaian" ucap Sophia


Alfonso tercengang


"Apa dia bilang hanya?" pikir Alfonso


"Apa kau tidak lelah mengerjakan itu sendiri? Aku bisa menyuruh pelayan tinggal. Sebenarnya Setiap petinggi kerajaan diberi pelayan khusus, tetapi aku tidak pernah mengambilnya"


"Tidak perlu Tuan, Aku senang mengerjakannya sendiri, Kalau aku lelah aku akan beristirahat" jawab Sophia

__ADS_1


"Ekhem kalau begitu kau ingin mendengarkan ceritaku?" Tanya Alfonso.


Sophia gugup. "Bagaimana jika Alfonso mengatakan bahwa ia menyukai Putri juga" pikirnya


"Silahkan Tuan, Aku akan mendengar" cicit Sophia


"Baiklah Sebelum itu, kemarilah biarkan aku mendekap mu. Aku sedikit kelelahan hari ini" modus Alfonso


Sophia bingung dan mendekat kearah Alfonso dan masuk kedalam dekapan serigala itu. Wajah Sophia terbenam di dada Alfonso. Menghirup wangi maskulin yang memabukkan Sophia.


sangat nyaman dan hangat


"Aku tidak bermaksud membuatmu takut pada saat jamuan kemarin. Aku membuatmu menunggu di depan pintu saat itu agar kau mendengar pengakuan Putri bahwa dialah yang berusaha mencelakaimu waktu lalu" jelas Alfonso seraya membelai rambut panjang hitam Sophia


"Tetapi Tuan dia bilang.."


"Aku tidak tau dia akan mengatakan itu, lagi pula apapun perasaannya padaku itu tidak penting Sofi, Sejak di akademi dulu, dia memang sering mendekatiku, tapi aku tidak pernah meladeninya" Potong Alfonso


"Aku tidak pernah berpikiran akan memiliki dua istri, Aku tidak berminat karena satu istri yang kumiliki saat ini saja sudah sangat membuat hati ku seperti mau terlepas" Jenaka Alfonso.


Alfonso lupa bahwa ia memiliki istri dengan kecepatan otak sedikit tidak normal


"Tidak Sofi, bukan begitu maksudku. Maksudku aku selalu berdebar jika melihatmu, aku tidak pernah seperti itu melihat siapapun termasuk Puteri Amora"


"Walaupun aku sedikit menyebalkan saat pertama bertemu, itu hanya karena aku belum terbiasa dengan kehadiranmu. Tetapi semakin hari berlalu, Aku merasa semakin membutuhkanmu" Jelas Alfonso


Ini pertama kalinya Alfonso berbicara panjang lebar. Hanya untuk Sophia.


"Bibi Ma, dia sudah terbiasa bibi Ma, Misiku hampir berhasil" gumam Sophia dalam hati


"Aku tidak membutuhkan Orang lain sofi, Kau sudah sangat cukup. Jangan pedulikan omongan Amora. Cukup melihat dan mendengar aku saja. Kau mengerti?" tanya Alfonso menunduk melihat wajah Sophia

__ADS_1


Sophia mendongak


Alfonso terkejut. Sophia menangis, netra itu berlinang air mata


"Hey kenapa kau mudah sekali menangis" tanya Alfonso mengusap air mata itu.


"Tuan, aku bukan Sofi, siapa itu Sofi" Tanya Sophia


Alfonso tercengang, suasana haru dan romantis yang diciptakan hancur


"Itu panggilan khusus dariku untukmu, Sophia, Sofi. Semua orang memanggilmu dengan sebutan Sophia. Aku suamimu tentu saja aku tidak mau memanggil nama yang sama dengan orang yang tidak memiliki hubungan denganmu" jelas Alfonso Tak terbantah


"Dan aku tidak mau mendengar mu memanggilku dengan sebutan Tuan."


"Lalu aku memanggilmu dengan apa Tuan?"


"Terserah kau saja, Kau bisa memanggilku dengan namaku, atau dengan yang lain"


"Kau lebih Tua dariku Tuan, Apa sebutan yang cocok"


"Ah aku tidak tau tuan, nanti aku memanggilmu jika aku sudah menemukannya"


Lama Alfonso dan Sophia bercerita hingga Sophia terlelap dalam dekapan Alfonso.


 


"Sayang, Apakah kau sudah mendiskusikan kenaikan pajak masyarakat kepada menteri? Kita harus mempercepatnya sayang, Ayahku, Raja dari Kerajaan X akan datang dalam beberapa bulan lagi, kita harus memberi mereka hadiah.


Pendapatan kerajaan tidak cukup, jenderal keuangan selalu mengatakan bahwa ada masalah dengan keuangan" ucap permaisuri pada Hector.


Hector terdiam.

__ADS_1


"Tentu saja ada masalah itu bukan bagianmu maupun orang orangmu" Ucap Hector.


...****************...


__ADS_2