
Kepulangan ana pelayan yang mengantar bahan makanan kerumah panglima, membawa kabar yang menjadi berita panas di kalangan pelayan.
"Kalian tau? bahkan nona ingin memegang tanganku, dia ingin berteman denganku!!!! bagaimana ini??" ucap ana melompat lompat seperti anak kecil menunjukkan rasa bahagianya.
"Nona sangat ramah, dia tersenyum seperti peri. Suaranya juga sangat halus."
"Nona sangat lugu. Aku bahkan bisa menebak hatinya sebersih salju"
Perkataan ana pagi itu menjadi trending topik di kalangan pelayan kerajaan. Tetapi ada hal hal yang tidak di ceritakan oleh ana. Yaitu tentang Sophia yang buta huruf. Ana pikir biarlah itu menjadi rahasianya yang menyembunyikan kelemahan nona muda nya.
Semua pelayan sangat antusias. Bahkan saat pelayan sedang bekerja, yang mereka bicarakan hanyalah istri dari panglima.
Mereka sangat penasaran dan iri kepada ana. Mereka pernah beberapa kali melihat panglima dan istrinya melintas di sekitar kerajaan tetapi netra tajam panglima membuat mereka menundukkan kepala.
Tidak ada satupun pelayan yang bebas merekam cantiknya wajah penakluk hati sang panglima itu di otak mereka.
Tapi ana? bahkan ana berbicara panjang lebar bahkan nona ingin berteman kepadanya dan hampir menyentuh tangannya.
Keberuntungan macam apa itu.
Kebahagiaan yang dibawa oleh Ana dan bisik bisik panas antara pelayan terdengar sampai di telinga Alfonso.
Alfonso yang pulang ke kerajaan bersinggah di dapur umum memakan makan siangnya mendengar bisik bisik pelayan yang membersihkan meja di belakangnya
Tangannya tergantung di udara. "apa lagi yang dilakukan si bodoh itu" batin Alfonso dengan wajah mengeras
Niat baik ana yang ingin membagikan kebaikan sang Nona, akan tetapi membawa dampak buruk bagi Sophia sendiri. Entah apa yang di lakukan pria kejam ini nantinya.
Suami nona nya sendiri. Panglima.
Dengan langkah tergesa gesa, Alfonso pergi kerumah nya diikuti oleh filips yang meremas jarinya gugup.
"Semoga nona baik baik saja semoga nona baik baik saja" kata kata itu selalu ia lafalkan didalam hatinya.
BRAKK!!
Alfonso membuka pintu dengan kasar dan menutup pintu dengan cara membantingnya.
Sophia yang sedang merajut pakaian itu tersentak terkejut.
"Say..maksudku Tuan, Ada apa? kau ingin makan siang?" tanya Sophia mendekati Alfonso
"Apa kau senang?" tanya Alfonso dingin membuat Sophia bingung
"ah ya aku senang kau pulang lebih awal" ucap Sophia gamblang
mendengar itu Alfonso bertambah murka. Ia mencengkram kedua bahu Sophia dengan sangat kuat bahkan Sophia merasa tulang bahunya akan remuk
__ADS_1
"Seluruh kerajaan sedang membicarakan mu bodoh!!! Mengapa kau suka sekali mencari perhatian??? Kau ingin menjual muka mu? Kemari biar aku menjualmu kepada jenderal jenderal kerajaan" bentak Alfonso menarik Sophia
"Tidak tuan tidakk!!! Aku tidak mencari perhatian kepada siapapun!!!! Aku tidak keluar rumah" tangis Sophia menahan tarikan Alfonso. Ia mempertahankan kakinya berdiri dengan tangan memegang sudut meja sebagai pertahanan
Alfonso melepaskan cengkeramannya
Sophia langsung berlutut memegang kaki Alfonso
"Tuan aku tidak mencari perhatian siapapun, aku tidak mengatakan apapun tuan." Isak Sophia pilu
"Lalu bagaimana bisa seluruh pelayan membicarakan mu Ha!!!! ana siapa ana?" teriak Alfonso
"A..ana itu..dia.. dia pelayan yang mengantar makanan" lirih Sophia memejamkan matanya.
"Sial!!! Kau berbicara kepadanya? Kau mau aku membunuhnya Haaa!!"
"Tuan jangan, Kami hanya berteman tidak lebih. Aku mohon jangan" tangis Sophia tersedu sedu"
"MULAI HARI INI JANGAN BERBICARA DENGAN SIAPAPUN!! AKU AKAN MENGUNCI PINTU, AKU AKAN MEMBERHENTIKAN PELAYAN BODOH ITU. KAU AKAN MATI KELAPARAN!!" bentak Alfonso
Filips yang mendengar pertengkaran itu dari luar memejamkan matanya.
"Maafkan aku nona" batin filips teriris mendengar tangisan pilu Sophia
ia merasa bersalah. Bahkan filips tidak bisa melakukan apapun untuk menolong nona nya.
pintu terbanting.
Alfonso mengunci pintu dari luar.
"Tuan mengapa kau mengunci nona didalam? bagaimana jika terjadi apa apa tuan?" tanya filips khawatir
"Kau ingin aku menguncimu bersamanya hah?" bentak Alfonso
Sungguh filips seperti tidak mengenali manusia monster yang ada dihadapannya ini
pengaruh pelayan kaisar benar benar sangat buruk.
Ditambah lagi kehilangan panutannya yaitu sang kaisar membuat Alfonso seperti kehilangan arah.
Filips mengejar langkah cepat tuannya.
"Tuan. Nona tidak terlibat apa apa dalam penghianatan itu tuan. Itu sudah sangat lama. Aku yakin jika kaisar masih hidup kaisar akan kecewa dengan ini tuan" ucap filips tergesa gesa
Alfonso berhenti mencengkram leher filips
"kau terkena sihir wanita beracun itu filips. Kau tidak berhak mengatur ku!!!!" teriak Alfonso di depan wajah filips.
__ADS_1
Alfonso menghempaskan leher filips dan berlalu
Filips yang merasa Alfonso akan menemui pelayan itu lagi menghadang jalan Alfonso
"Tuan, ayo temani aku tuan untuk menjenguk Bastian. Aku yakin dia telah sehat. Dia bisa menjadi penggantimu tuan menggantikanmu sebagai panglima" bujuk filips nekat
"Kau saja yang menjenguknya filips ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan paman"
"TIDAK BISAKAH KAU BERHENTI MENEMUINYA?" teriak filips di belakang Alfonso membuat Alfonso terdiam menghentikan langkahnya
"Tuan, aku mohon, kau semakin berubah semenjak sering menghabiskan waktu bersamanya. Dia memaku mati dirinya hanya untuk kerajaan tuan. Dia tidak memikirkan apapun selain kerajaan. dia tidak memiliki saudara, anak maupun istri maka dari itu dia sangat patuh pada kerajaan.
Kau memiliki istri Tuan. Pulanglah. Lihat betapa menderitanya istrimu hidup bersamamu. Bukankah kau pernah mengatakan bahwa dia adalah warnamu?" lirih filips perlahan lahan menjatuhkan air matanya.
Alfonso terdiam beberapa saat memandang filips. Alfonso berbalik dan menjauhi filips. Tetap menemui pelayan kaisar.
Filips mengacak acak rambutnya.
"Apa aku harus memberitahu tuan besar? ah tidak. Tuan sangat marah jika seseorang masuk kedalam hidupnya lebih dalam" batin filips kacau.
Filips tersentak berlari menuju kandang kuda dan pergi keluar kerajaan menunggangi kudanya
Ia turun di toko roti di pasar.
"ada yang bisa kami bantu Tuan?" kata penjual roti melihat filips tanpa mengenakan penutup wajah apapun berkeliaran di pasar.
"Berikan aku roti yang tahan lama. Kau punya roti yang bisa bertahan lama bukan?" tanya filips
"Ah kami hanya punya roti yang bisa tahan selama sebulan tuan. Apa tidak masalah?"
"berikan itu. Berikan semua persediaanmu" perintah filips.
filips pulang dengan membawa banyak bungkusan yang berisi roti
tok..tok..tok..
Filips mengetuk jendela rumah Alfonso
Beberapa saat menunggu, Sophia membuka jendela dengan wajah sembab dan mata menghitam.
Cahaya berseri itu telah menghilang.
"Filips jangan kemari!!! nanti tuan marah filips" panik Sophia ingin menutup jendela kembali
"nona tunggu nona. Ini aku membawakan roti. Kemungkinan besar pelayan itu tidak akan kembali membawakan makanan lagi. Simpan roti ini baik baik. Simpan di tempat tersembunyi. Nona tidak perlu memasak untuk tuan. Dia selalu makan di dapur umum kerajaan" ucap Filips memberikan semua bungkusan itu.
...****************...
__ADS_1