IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 48. MENGABAIKAN SOPHIA


__ADS_3

"Bibi ayo bibi, kita lanjutkan yang semalam" ajak Sophia menarik tangan Bibi Ma yang mematung


Tanpa basa basi Alfonso menggendong Sophia yang teriak karena rasa terkejut nya


"aaaaaaaaa lepaskan aku" Teriak Sophia menutup mata memberontak dalam rengkuhan Alfonso.


Alfonso mengecup sekilas bibir Sophia tepat di hadapan Bibi Ma yang mematung yang membuat netra berbinar ini membuka mata


"Suamiku!! Kau sudah kembali? Kenapa lama sekali aku merindukanmu Huaaaaa" Ucap Sophia dramatis mengalungkan tangan pada leher Alfonso menyembunyikan wajahnya di ketiak Alfonso


"Aku akan memberimu perhitungan nanti Bibi Ma" geram Alfonso meninggalkan bibi Ma dengan wajah pucat mengihiasi wajah tua ini.


Wajah Alfonso mengeras mengabaikan pertanyaan pertanyaan Sophia. Melihat Sophia memakai pakaian pelayan dan berkeliaran tanpa memakai penutup wajah memantik rasa kesal dalam diri Alfonso.


Hal ini tentu sangat berbahaya bagi Alfonso dan Sophia.


Beberapa Petinggi kerajaan dan orang orang pembenci Alfonso yang pernah melihat rupa jelita ini bisa saja membahayakan nyawanya.


"Sayang kau tidak mendengarku?" Tanya Sophia bingung


Alfonso mengambil jalan belakang yang jarang dilewati orang banyak untuk meminimalisir perhatian orang orang.


"Sepi sekali disini" sindir Sophia hanya mendengar suara langkah kaki dan nafas Alfonso.


"Turunkan aku!!" Lengkingan Sophia merasa kesal diabaikan


"Aku merindukanmu tetapi Tuan mengabaikan aku. Apa Tuan memiliki wanita lain saat kunjungan kemarin?" kesal Sophia memancing mata sinis Alfonso


"Apa apaan itu. Dia masih tidak tau bagaimana aku begitu mencintai nya? Huh bahkan jika aku mengatakan cinta ia tidak tau dengan pasti apa itu cinta" kesal Alfonso dalam hati.


"Turunkan Aku!!" kesal Sophia


Tetap saja alfonso berjalan dengan wajah datar


Sunyi perjalanan dengan angin sepoi Sepoi petang keemasan menyertai langkah Alfonso yang mulai terdengar Isak tangis dari wanita kesayangannya ini


Alfonso membuka pintu membawa Sophia kekamar dan menurunkannya diatas pembaringan.


Tidak lama terdengar ketukan pintu dari Filips yang mengantar barang bawaan Alfonso.


Tanpa mengucapkan terimakasih, Alfonso membanting pintu menyisakan Filips yang mematung.


"Selain konyol Dia juga terlihat gila" gerutuan Filips melangkah pergi.


Alfonso berjalan mondar mandir ke kamar mandi, mengemasi barang bawaan, dan menyiapkan pakaian ganti, melewati Sophia begitu saja.


Sophia hanya memandangi kemana Alfonso melangkah. Ia tidak berani lagi mengeluarkan suara.

__ADS_1


Sophia semakin terisak. Alfonso mengabaikan nya. Alfonso masuk ke kamar mandi menutup pintu.


"Dia sudah tidak membutuhkan aku lagi" lirih Sophia pergi keluar dari kamar Alfonso dengan kepala tertunduk.


"Aku bodoh, Tuan pasti sudah menemukan wanita pintar di kerajaan" Lirihnya


"Aku hanya bisa menyusahkan Tuan saja. Aku bahkan tidak mempunyai uang" pikir otak pendek itu.


Sophia menuju pintu keluar membuka pintu dan keluar kediaman di hari yang hampir malam.


"Bagaimana cara mendapatkan uang" lirih Sophia berjalan semakin menjauhi kediaman.


Akal pendeknya menuntunnya mendapatkan uang dan memberikannya kepada Alfonso agar ia tidak diusir begitu saja.


"Apa wanita pintar itu akan datang? Aku tidak mau pergi dari Suamiku" lirihnya sambil menghapus air matanya.


Sophia berjalan tanpa arah setelah beberapa lama. Ia melihat gerbang kerajaan yang tadi ia lewati bersama Bibi Ma.


"Jalan itu pasti kepasar" pikirnya


Ia keluar dan di hadang oleh beberapa prajurit. Hari sudah semakin malam. Dan ada wanita yang mengenakan pakaian pelayan ingin keluar kerajaan


"Mau kemana kau" tanya Penjaga Gerbang tersebut


"Aku ingin mencari Uang Tuan. Aku tidak ada uang sama sekali. Aku harus mempunyai uang agar panglima senang" ucap Sophia


Mendengar nama atasan mereka, Prajurit ini langsung membiarkan Sophia keluar.


Sophia mengitari pasar tempat ia berkeliaran beberapa hari ini bersama Bibi Ma.


Terlihat beberapa penjaga sudah mengemasi barang-barang mereka pertanda waktu sudah ingin tutup.


Pedagang hanya memandangi Sophia biasa saja. Tidak ada yang menarik dari pakaian pelayan ini. Pakaian ini sudah biasa berkeliaran di sekitar pemukiman.


"Apa aku kembali ke rumah paman saja? Bagaimana jika aku diusir lagi oleh paman? Jika kembali ke rumah Suamiku, Aku juga akan diusir. Tidak ada yang menerimaku" ucap Sophia lesu.


"Kurasa ibu yang kemarin juga tidak akan menerimaku lagi" lanjutnya seraya berjalan


Sophia terduduk diatas batu di pinggir kota.


Mengurut kakinya yang terasa kebas berjalan Berjam jam tanpa ia sadari.


Sophia melihat sekeliling Sangat gelap.


"Kemana semua orang?" pikir Sophia


Netranya menerawang mengingat ia pernah seperti ini. Ia tersenyum

__ADS_1


"Tuan yang menyelamatkan aku waktu itu. Tetapi apa Tuan mau menyelamatkan aku lagi saat ini?" Tanya Sophia pada dirinya sendiri


"Aku bahkan tidak berani lagi memanggil sayang Huuffttt"


Manusia yang berkomunikasi dengannya selain pamannya hanyalah Alfonso.


Ia tidak mengetahui bagaimana dunia luar. Dunianya hanyalah Alfonso.


Saat ini Alfonso mengabaikannya.


"Akan lebih baik jika Tuan kembali seperti dulu kejam dan memukulku. Setidaknya Tuan tidak mengabaikan aku. Jika Tuan mengabaikan aku, Aku terlihat seperti tidak berguna. Saat setelah menikah jika Tuan memukulku, setidaknya ia masih menganggap ku ada" pikir otak pendek itu.


Lama Sophia termenung, Ia terkejut dengan kayu mengenai kakinya


Terlihat seorang anak perempuan berpakaian lusuh menghampirinya seraya menenteng beberapa gulungan ranting kayu yang akan dijadikan kayu bakar.


"Sedang apa kau malam malam disini? Pulanglah malam malam begini berbahaya kakak. Kau pelayan kerajaan? Pulanglah sebelum atasanmu marah" Ucap anak itu bijak


Sophia tersenyum miris


"Aku diusir" ucapnya seraya memainkan jemarinya diatas pangkuannya.


"Lalu kakak ingin kemana?" tanya bocah itu mengamati Sophia.


Sophia menggeleng.


"Aku tidak berani pulang ke kerajaan. Aku belum punya uang. Aku harus mempunyai uang dulu" Lirih Sophia


"Huh ini sudah malam. Ikutlah bersamaku Hanya untuk malam ini saja. Besok pagi kakak bisa menjual kayu bakar milikku ini. Tidak apa aku mencari yang lain nanti" Ucap anak kecil itu merasa kasihan dengan Sophia


"Benarkah? terimakasih banyak, Saat aku banyak uang nanti aku akan mengajakmu makan di restoran mewah. Aku pernah makan kesana" ucap Sophia girang berdiri membantu anak itu membawa kayu nya mengikuti langkah kaki pendek anak tersebut berjalan ditelan hutan yang gelap


***


Beberapa saat setelah Sophia keluar, Alfonso keluar kamar mandi setelah memakai pakaian rumahnya dan mendapati ranjang kosong.


"Kemana Sofi" pikir Alfonso


Alfonso mencari cari keberadaan Sophia di sekitar kamar dan beberapa sudut rumah. Bahkan ia mengecek lemari tempat Sophia bersembunyi saat kejadian itu


"Sayang, Aku tidak marah lagi keluarlah" panggil Alfonso yang dibalas oleh keheningan.


"Sofi"


Tetapi nihil tidak ada tanda tanda Sophia disini.


Alfonso kalut. Ia mencari hingga Alfonso melihat pintu rumah yang terbuka.

__ADS_1


"Sial" umpat Alfonso berlari keluar rumah


...****************...


__ADS_2