IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 37. AKHIRNYA


__ADS_3

Setelah kepulangan Bibi Ma, Alfonso lebih banyak terdiam.


Agenda yang seharusnya ia kerjakan hari ini, ia batalkan semuanya.


Ia memilih menenangkan pikirannya dan melamun didalam rumahnya setelah mengetahui kenyataan yang dirahasiakan oleh bibi Ma yang malang itu


Tentu selain mental Alfonso, mental Bibi Ma juga pasti tersiksa saat itu.


Siang hari yang terik itu, hanya dihabiskan oleh Alfonso berbaring memeluk erat sophia. Kepalanya ia lusupkan ke ceruk leher Sophia menyerap kehangatan dan mencari kenyamanan ini.


Sophia hanya mengelus kepala Alfonso. Keduanya terdiam. Sophia membiarkan Alfonso menenangkan dirinya.


Sophia saja merasa terpukul akan kebenaran itu. Apalagi Alfonso.


Sophia bergumam dalam hati dengan belaian kepala Alfonso yang tidak berhenti


"Kau sudah bekerja keras, kau sangat hebat melalui semuanya, kau sangat berani..." dan masih banyak lagi gumaman Sophia dalam hatinya.


Alfonso menerawang. Hatinya gundah dan sedikit gelisah setelah mendengar penjelasan bibi Ma.


Tidak bisa ia bayangkan jika Sophia sebelum hadir dalam hidupnya.


Kesedihan dan kegundahan itu akan ia pendam sendiri memeluk lukanya sendiri seperti biasanya.


Duduk termenung dalam kegelapan, menepuk bahu nya menguatkan dirinya sendiri.


Tetapi saat ini, Ada malaikat yang memeluknya hangat menenangkan kegelisahannya.


Alfonso merasa sangat beruntung. Tidak terjabarkan kata kata syukur yang dirasakan Alfonso saat ini.


Alfonso mendongak. Menatap binaran mata Sophia yang menatap mata sendunya dalam. Lama pandangan itu berlangsung dengan pikiran masing masing.


Entah apa yang dipikirkan oleh Sophia, hingga Sophia berinisiatif mengecup bibir Alfonso lembut.


Alfonso sedikit tertegun.


Kelembutan itu membuat Alfonso lupa diri.

__ADS_1


Malaikat ini milikku. Wajah cantik dan kehangatan yang dimilikinya semuanya hanya milikku batin Alfonso mengabut.


Alfonso menahan kepala Sophia dan memberi Lum*t*n lembut dengan daging basah tak bertulang itu memanjakan rongga mulut Sophia, dan saling membelit erat.


Keduanya mabuk, terik matahari semakin mengobarkan perasaan dan na**u mereka.


Dengan mengandalkan ilmu dan instingnya, Alfonso memulai dan memberikan pelayanan sempurna kepada Sophia.


Waktu bergulir dengan hiasan ker*ngat dan de*a*an yang bersahutan membumbui senja sang pasutri yang baru melakukan ritual wajib mereka setelah sekian lama.


πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Β ***


Sepulang dari rumah Alfonso, bibi Ma tidak langsung pulang menuju kamar nya.


Ia masih mengerjakan beberapa pekerjaan nya sebagai kepala pelayan.


Tetapi hari ini ia tidak fokus. Pikirannya menerawang dengan tatapan teduh Alfonso.


"Seharusnya aku mendengarkan penjelasanmu sejak dulu, ini sangat perih Bibi, Aku tidak bisa bernafas dengan normal" serak Alfonso dengan pelukan mengerat memeluk Sophia.


Bibi Ma yang mendengar itu sangat sangat terkejut.


Ia menatap Sophia yang berada dalam pelukan Alfonso. Sophia menatap bibi Ma dan mengangguk.


Lamunannya terpecah saat ia tidak sengaja menyenggol vas bunga milik kaisar saat sedang membersihkan ruangan baca kaisar.


"Apa kemampuanmu menurun Pelayan Ma? Biasanya kau bekerja dengan sempurna" Ucap kaisar yang sedari tadi telah masuk berdiri dibelakang Bibi Ma.


"Maafkan saya Yang Mulia" ucap Bibi Ma.


"Aku mendengar dari Filips bahwa kau diundang oleh Alfonso ke kediamannya. Alfonso juga tidak bertugas hari ini" Ucap Kaisar basa basi berjalan menuju meja belajarnya.


"Iya Yang Mulia. Panglima akhirnya memberi saya kesempatan"


"Syukurlah, tetapi kau mengetahui batasanmu bukan?" tanya Hector

__ADS_1


"Iya Yang Mulia, Saya hanya menceritakan kebenaran tentang saya, Untuk Tuan Lukas, biarlah masa lalu dan dendam Ayah dan anak itu menjadi urusan Tuan Lukas" jelas Bibi Ma.


"Hufftt ia sudah terlalu banyak menderita" lirih Alfonso.


Bibi Ma terdiam membenarkan hal itu


"Baiklah bagaimana keadaan pelayan di markas rahasia? Semuanya berjalan normal?" tanya Hector


"Iya Yang Mulia, tidak ada yang mencurigakan sejauh ini. Kami hanya tinggal menunggu perintah selanjutnya Yang Mulia" Ucap Bibi Ma yang merupakan salah satu orang kepercayaan Kaisar dalam perencanaan pemberontakan ini.


"Baiklah, aku meliburkan mu hari ini. Pergilah menenangkan dirimu" ucap Hector perduli.


Β ***


"Permaisuri, Bagaimana kabar putri Amora" Tanya Hector yang bersiap tertidur


"Huffttt Amora membuatku sangat pusing sayang, Sifatnya semakin menjadi pemberontak. Ia tidak mau keluar kamar beberapa hari ini"


"Bukankah kau yang memberikan hukuman itu?" tanya Hector


"Iya, tetapi didalam kamar seharian akan membuatnya gila sayang, Pintu kamarnya selalu terkunci. Ia marah jika seseorang mengganggunya, Apa hukuman yang kuberikan sudah keterlaluan?"


"Huh biarlah, biar dia hati hati dalam bertindak" Cicit Hector menyembunyikan fakta bahwa Amora kerap membawa seorang pria kedalam kamarnya. Tampaknya Permaisuri sendiri belum mengetahuinya. Membiarkan anak dan ibu ini hancur dengan keangkuhan mereka


"Bagaimana tanggapan Panglima sayang? Apa dia menjauhimu?" tanya Permaisuri


"Tidak ada yang berubah, Ia tetap bekerja profesional" bela Hector


"Baiklah. Ayah akan datang dalam waktu dekat ini, Kau harus menyiapkan upacara yang besar ya, kita menyambut kedatangannya sekaligus merayakan ulang tahun ayah" ucap Permaisuri


Hector hanya mengangguk tidak menjawab


"Peringatan ulang tahun sekaligus kematian ayahmu" batin Hector dalam hati.


...****************...


HaloπŸ‘‹πŸ‘‹ Jangan lupa vote dan like

__ADS_1


Nantikan Episode selanjutnya ya🌻🌻


__ADS_2