IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 38. TAMU AMORA?


__ADS_3

Sinar Matahari menyembul mengintip setiap makhluk yang sedang bersiap menyambut hari baru mereka.


Kecuali sepasang pasutri dibawah selimut hangat saling mendekap terlelap hangat. Hangatnya sinar matahari mengalahkan hangatnya hawa yang tercipta di kamar yang semula gelap suram menjadi penuh warna.


Bantal dan pakaian yang berserakan di lantai menambah kesan panas di pagi hari itu.


Netra indah sendu yang semalam mengeluarkan air mata karena rasa nyeri seakan membelah tubuhnya itu perlahan mengernyit merasa silau akan paparan cahaya matahari pagi.


Netra terpejam Sophia terbuka perlahan. Ia mengedarkan pandangannya mengelilingi kamar mengumpulkan kesadarannya.


Netranya memandang alas tidurnya berupa tubuh hangat suaminya seperti biasa.


Ia mengerjapkan matanya dengan dahi berkerut merasa ini tidak seperti biasanya.


Sentuhan kulit ini sangat terasa. Mengapa suaminya tidak memakai baju? pikirnya.


Pikirannya menerawang teringat dengan kejadian semalam. Siang itu Alfonso melakukan hal asing padanya yang berlangsung hingga senja.


Disaat Tengah malam kala Sophia tertidur, Serigala itu membangunkan sang empunya netra indah itu untuk mengajak Sophia kembali bermain permainan yang kini menjadi kesukaannya.


Sophia ingat, Sophia menangis saat itu. Namun ada rasa asing menjalar tubuh Sophia setelahnya. Rasa yang tidak bisa ia deskripsikan. Sophia juga mengingat ia menghasilkan suara suara yang menggelikan saat itu.


Mengingat itu wajah Sophia memerah tersenyum malu, wajah yang semula menoleh menghadap jendela, Ia sembunyikan di dada kekar berisi Alfonso.


Merasakan ada pergerakan di atas tubuhnya, Alfonso perlahan mengerjapkan matanya. Matanya menatap langit langit menetralkan kesadarannya.


Disaat kesadarannya telah terkumpul sempurna Pandangannya turun melihat kepala Wanita kesayangannya sedang menyembunyikan wajah nya.


Senyuman manis terukir di wajah Alfonso. Sangat tampan.


Tangannya bergerak naik mengelus kepala Sophia yang berjengkit terkejut, spontan mendongak.


"Selamat pagi sayang" Ucap Alfonso dengan suara berat khas bangun tidur.


"hmm pagi" balas Sophia lemas dengan tubuh terasa remuk

__ADS_1


"Tuan, Kau harus bekerja. Filips pasti sudah menunggu didepan" cicit Sophia


"Hah, mengapa aku jadi malas bekerja, aku tidak sesemangat waktu lalu lagi, kurasa semangatku telah dimakan oleh umurku" ucap Alfonso tidak masuk akal dengan tangan yang menganggur terangkat mengelus punggung bebas Sophia.


"Sayang, apa masih sakit? tanya Alfonso hati hati mengingat saat petang selesai menyudahi urusan mereka, Sophia mengeluh dan terisak kesakitan.


"Sakit Tuan, tidak mau, aku tidak mau lagi. Permainan Tuan sangat aneh" ucap Sophia menggeleng


"Hey kenapa bilang begitu, Tidak akan sakit lagi Sofi jika sudah terbiasa" bujuk Alfonso yang tidak ingin kehilangan kenikmatan itu.


Sophia hanya terdiam memejamkan mata menghirup dalam aroma tubuh maskulin suaminya.


"Sayang, paman bilang jangan biarkan siapapun menyentuh bagian dada dan tubuh bagian bawah. Kenapa kau menyentuhnya semalam? Paman bilang itu orang jahat" racau Sophia


Alfonso terdiam tidak tau bagaimana menjawab otak polos istrinya


"Sayang, memang benar itu semua tidak boleh. Tetapi jika suamimu yang melakukannya itu boleh" jawab Alfonso


"Oh baiklah"


Sophia hanya mengangguk malas


"Kau lapar? Pergilah mandi duluan sayang" ucap Alfonso


"Kenapa? semalam sore kau mengajakku mandi bersama. Kenapa sekarang tidak lagi? Aku malas bergerak Tuan, aku hanya ingin berendam, Aku malas menggosok punggungku" rengek Sophia.


Alfonso terdiam. Bukan tidak mau mandi menemani Sophia, tetapi Ia takut tidak bisa menahan diri.


"Tidak sayang, nanti setelah kau pulih baru aku akan menemanimu. Kemari biar kugendong" Bujuk Alfonso.


Sophia hanya terpasrah menutup matanya menyandarkan kepala di bahu kekar sang suami.


***


Setelah membersihkan diri dan bersiap, Alfonso sarapan bersama Sophia yang entah mengapa semakin manja.

__ADS_1


Sophia menganggap kesakitan nya saat ini adalah perbuatan dan tanggung jawab Alfonso.


"Tunggulah aku dirumah hmm? Aku akan pulang saat makan siang. Aku harus mengawasi latihan mereka." ucap Alfonso berpamitan pada Sophia.


"Hmmm" Sophia hanya bergumam malas duduk di kursi kesayangannya.


"Tidak usah memasak, atau bebersih rumah hm? istirahat lah dikamar. Tunggu aku pulang" ucap Alfonso yang hanya dibalas gumaman malas dari Sophia.


Alfonso menghembuskan nafas dan melangkahkan kaki menutup pintu.


Sophia menghembuskan nafas bosan. Ia tidak tau apa yang ingin ia lakukan. Tidak ada Alfonso yang bisa ia jahili.


Tidak ada siapapun yang dapat ia ajak berbicara.


***


"Tuan, kau terlihat lebih segar hari ini" ucap Filips melihat Alfonso keluar rumah melangkah kearahnya. Sudah sangat lama ia menunggu pria dingin ini didepan rumahnya.


Entah apa yang mereka lakukan pikirnya.


"Hmm. Filips aku pikir kita harus menyelidiki Wanita yang menyerahkan Sophia pada hari penyerahan budak waktu lalu. Aku ragu bahwa ia Ibunya Sophia" ucap Alfonso seraya berjalan bersisian


"Tuan, maafkan aku tetapi akan lebih baik kita fokus dahulu pada rencana kita Tuan, kedatangan Raja X semakin dekat" Ucap Filips.


"Aku akan memastikan keselamatan Sophia" lanjut filips meyakinkan Alfonso.


"Baiklah, Aku memiliki firasat tamu istimewa Amora memiliki hubungan dengan rencana kita. Bisa saja ia menjadi penghambat atau bahkan pendukung tanpa kita sadari" jelas Alfonso memiliki firasat yang besar. Akan ada peristiwa besar yang akan datang


"Akan saya selidiki Tuhan"


...****************...


Halo👋👋 Jangan lupa Vote dan Like yaaa


kalau ada saran dan tanggapan boleh tuh di cantumkan di kolom komentar

__ADS_1


sampai jumpa di episode selanjutnya🌻🌻🌻


__ADS_2