IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 53. TANGKAP GADIS ITU


__ADS_3

Setelah mengawasi pelatihan pasukan khusus dan pasukan kerajaan biasa, Sebelum Alfonso pulang kerumah siang itu, Alfonso memberi perintah kepada Filips untuk mencari tau identitas wanita muda yang mengganggu ketenangan Sophia di pasar saat itu.


Ditemani bibi Ma, Filips berkeliling sekitar pasar dengan santai agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan warga, dan menimbulkan ketakutan jika gadis muda itu melihat beberapa prajurit dan Filips berjalan.


Melihat gadis muda itu sedang bermain bersama temannya di tengah tengah pasar, Bibi Ma segera memberitahu kepada Filips.


"Tangkap dia secara paksa! Jika perlu kekerasan maka lakukan!!" tegas Filips yang langsung diangguki oleh prajuritnya.


"Hey apa apaan kalian!!! Lepaskan aku!! Sialan jangan menyentuhku!!!" teriak gadis muda itu memancing perhatian beberapa warga pasar.


Melihat perlawanan dari gadis itu, Prajurit menyeret paksa gadis itu di tengah tengah pasar di hadapan banyak orang


Beragam ekspresi warga melihat itu. Tidak ada yang berani menolong atau mendekat karena melihat wajah tidak bersahabat pengawal setia sang serigala kekaisaran.


Ibu gadis yang menyerahkan Sophia waktu itu berlari mendekat dan memohon


"Tuan, aku mohon lepaskan putriku. Dia bukan budak Tuan, aku mohon. Dia putri terpelajar" mohon Ibunya memeluk kaki Filips yang tetap setia dengan wajah datarnya sesuai dengan sifat pemimpinnya.


Filips menghempaskan kaki nya membuat tubuh sang ibu terpelanting. Menduga duga bahwa nonanya Sophia disiksa oleh ibunya sendiri membuat darah Filips mendidih melihat kemunafikan ini


Tangisan sang ibu dan teriakan sang putri mewarnai langkah Filips dan rombongannya.


Sesampai nya di dalam gerbang kerajaan, Filips berhenti bimbang.


"Bawa dia ke ruang tahanan" Ucap Filips beralih pergi menuju kediaman Alfonso


***


"Kau tau apa kesalahanmu nona?" Tanya Filips dengan suara berat mengintrogasi


Alfonso Hanya berdiri mendengar jalannya penghakiman sepihak itu.


"Tuan, Aku tidak tau apa kesalahan ku Tuan, Aku tidak melakukan apapun. Ampuni aku" tangis Gadis sombong itu berlutut di hadapan Filips.


"Kau mengingatku nona?" Bibi Ma membuka suara


gadis itu menggeleng. Tentu saja para penjahat yang gemar menyakiti perasaan seseorang akan cepat melupakannya. Tetapi tidak bagi korbannya yang pastinya akan mengingat kejadian itu sampai kapanpun.


"Sangat mudah bagimu melupakannya nona. Aku adalah wanita yang berada di pasar beberapa hari yang lalu. Bersama wanita muda yang memakai pakaian yang sama denganku" dingin bibi Ma

__ADS_1


Wanita itu mendongak memperhatikan wajah tua ini. Ia teringat dengan Sophia dan wanita ini yang saat itu tengah membeli bahan dan alat menyulam.


"Kau... Tuan dia lah yang bersalah karena membuat keributan di pasar Tuan" Ucapnya mengira bahwa panglima menyeretnya kesini karena terjadi keributan di pasar.


Filips semakin mendingin


"Dia saat itu bersama budak rendahan yang ibuku kirimkan Tuan. Ibuku memberikan kontribusi kepada kerajaan Tuan" ucapnya memantik lirikan Alfonso.


"Budak dan wanita inilah yang membuat keributan Tuan. Budak itu ingin mencuri pakaian mahal di pasar. Jadi aku berusaha menghentikannya" Ucap wanita tidak tau diri ini


"Kau sangat manipulatif, Apa kau tau siapa yang kau hina saat itu?" tanya Bibi Ma geram


"Apa maksudmu? Aku tau kau berusaha mencuri disana bersama dengan budak itu. Sadarlah kalian hanya pelayan. Dimana budak rendahan itu? Buat dia berlutut di hadapan Panglima juga!!!"


"Diam kau sialan!!" bentak Filips menampar pipi nya yang seketika menoleh perih.


"Tu..Tuan" Ucapnya perih menatap wajah Filips memohon belas kasih.


Alfonso mendekat muak dengan celotehan tidak berguna ini. Ia harus segera mengakhirinya.


Filips yang melihat Alfonso mendekat, menyingkir dari hadapan wanita itu.


Suara berat dan rendah itu seperti menyayat keberanian mereka.


Wanita angkuh yang semula mengangkat kepala, kini tertunduk bahkan tidak berani bernafas.


"Panglima Agung.. Wa.. wanita itu adalah salah satu budak yang dibawa dari desaku" Cicitnya perlahan gemetar ketakutan


Alfonso menyimak diam menahan amarah. Wajahnya tetap datar tetapi siapa yang tau apa yang ada dalam pikiran Alfonso. Bahkan ia ingin melayangkan kakinya kepada muka palsu wanita ini


"Aku tidak tau dia datang dari mana, Saat itu ibuku sedang keluar membersihkan halaman. Saat membuka pintu, Ibu melihat seorang wanita yang berlumuran darah tidur di teras rumah kami Panglima" ucapnya


"Jika kau berbohong sedikit saja, Aku akan memenggal kepalamu!" tegas Filips yang mulai terpancing


"Saya tidak berbohong Tuan" cicitnya gemetar


"Lalu mengapa ibumu mengakuinya sebagai putrinya? mengapa ibumu menyerahkan nya begitu saja saat ada pengambilan budak?" tanya Filips gamang.


Wanita itu gemetar. Apakah harus memberitahukan hal ini kepada mereka. Jika tidak, kepalanya akan menjadi taruhan.

__ADS_1


"Beberapa waktu sebelum itu, Ada pengumuman dari peramal Desa. Dan peramal itu mengatakan bahwa putri ibuku akan dibawa secara paksa dengan tidak terhormat untuk menjadi budak kerajaan.


Ibu sangat sedih. Dan berusaha menyembunyikan aku. Lalu melihat ada wanita muda yang terduduk di teras rumah, Ibu menganggap bahwa itu merupakan kiriman dari penguasa langit yang akan menyelamatkan aku Tuan.


Jadi untuk mengelabui warga tentang adanya ramalan itu, Ibu mengakui nya sebagai anak dan menggantikan aku untuk menjadi budak kerajaan" ucapnya memberitahu segalanya dengan kebodohannya.


Alfonso geram. Mengepalkan tangannya.


"Apa yang kau lakukan padanya selama berada di rumahmu?" tanya Alfonso mendingin


Wanita itu merasa aman di atas awan.


"ah mereka hanya ingin mengetahui wanita udik itu. Tidak mungkin menangkap wanita terpelajar sepertiku. Pasti dia membuat kesalahan" batinnya menduga bahwa kerajaan hanya mengincar budak yang pasti sudah menyebabkan masalah itu.


"Aku tau dia bukan wanita baik baik Tuan, aku tidak tau sihir apa yang dia gunakan sehingga ibuku memberikan semua pakaian bagus ku kepadanya


Aku tau tidak mungkin ada hadiah dari leluhur. Mereka bahkan tidak mengingat rakyatnya saat masih hidup.


Wanita udik itu hanya mencoba mengambil peranku di rumah. Jadi aku sering menyiksanya saat ibu tidak memperhatikan nya.


Tuan tenang saja. Aku sering memukulnya saat itu. Hingga Tuan mengambilnya, Ibuku masih perhatian kepadanya. Dia sangat licik Tuan.


Biarlah dia membusuk di kerajaan sebagai seorang budak rendahan. Dia akan digilir oleh..."


Brraakk!!!


Kaki yang berusaha Alfonso tahan tadi, Sudah melayang menendang tubuh wanita itu yang terpental menabrak kaki salah satu prajurit yang ada di belakangnya.


"Tu.. Tuan. Kenapa?" Tanyanya bingung seraya mengelus pinggangnya.


Alfonso berbalik melangkah menuju pintu keluar diikuti oleh bibi Ma yang merasa akan segera ada adegan sadis mengerikan disini.


Sebelum mencapai Pintu, Alfonso menghentikan langkahnya


"Penggal kepalanya, Berikan Hadiah kepada Ibunya" Ucap Alfonso tanpa belas kasih


...****************...


Vote and like yaaa 🌻

__ADS_1


__ADS_2