IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 59. MENGANTAR SOPHIA


__ADS_3

"Tuan bagaimana bisa kau membawa namaku untuk kemanananmu? aku belum ingin memiliki istri. Melihatmu setelah memiliki istri Berubah menjadi konyol, aku tidak mau konyol sepertimu juga" repet Filips mengikuti langkah Alfonso mengusap usap paha nya yang nyeri


"Carilah wanitamu Filips memiliki istri sangat menyenangkan" ucap Alfonso menjahili Filips


"Tidak Tuan, aku hanya mengabdikan diriku padamu saja" ucap Filips menyendu


Alfonso tertegun. Sudah lama ia memberi pilihan kebebasan kepada Filips yang tidak mau berpisah dengan Alfonso.


Alfonso hanya terdiam melangkah menuju markas rahasia mereka melewati beberapa semak dan pohon menyembunyikan markas besar mereka.


Alfonso dan Filips berjalan melangkah masuk ke dalam tenda milik kaisar.


sudah ada kaisar dan pengawalnya disana


"Kau terlihat sangat segar panglima. Apa ada hujan di tengah jalan menuju kesini?" Goda Hector yang mengetahui Alfonso tidak akan bisa melawannya karena mereka tidak hanya ada berdua disini


Alfonso hanya memasang wajah datar tidak perduli.


Pengawal setia Kaisar hanya tersenyum.


"Ada apa memanggilku Yang Mulia" tanya Alfonso


"baiklah begini aku mendapat surat dari Bastian mengenai rencana mereka" ucap Hector kembali serius.


"Bacalah Alfonso" Lanjut Hector memerintah


Alfonso membaca dan mengamati surat tersebut.


"Apa Yang Mulia yakin ini dari Bastian?" tanya Alfonso sedikit janggal dengan informasinya


"Iya Alfonso. lihatlah kata Filips itu tulisan tangan Bastian" Ucap Hector


"Yang Mulia aku percaya padamu hanya saja, tidakkah langkah mereka terlalu mudah sudah melumpuhkan beberapa prajurit? Pelayan juga sudah membunuh salah satu jenderal. Apa laporan ini benar benar terjadi?" tanya Alfonso tidak percaya dengan proses mereka yang sangat cepat


"Kau meragukan mereka? kau sendiri yang melatih mereka Alfonso. Mereka orang orang yang handal yang dipilih khusus" ucap Hector


Alfonso berpikir ada benarnya juga. Bisa saja memang kemampuan mereka yang sangat baik


"Baiklah kalau begitu Minggu yang akan datang, kita bisa melakukan penyerangan besar" ucap Alfonso meyakinkan diri.


"Disurat dikatakan bahwa gerbang pintu belakang sudah di kuasai dan diganti oleh prajurit kita. Begitu pun dengan pintu masuk" ucap Filips


"Aku pikir kita bisa memasukkan prajurit dari sini Yang Mulia. Kita membagi prajurit menjadi dua bagian" lanjut filips.


"Aku pikir kau harus mengurung istrimu dan jenderal jenderal mu yang tidak berguna dahulu Yang Mulia" ucap Alfonso merasa permaisuri akan mengacaukan rencana


"Aku akan mengasingkan mereka dahulu Alfonso. Kau tenang saja" ucap Hector.


"Baiklah akan ku persiapkan segalanya. Prajurit awal akan dibagi menjadi dua bagian merubuhkan pertahanan. Prajurit inti akan menunggu di perbatasan menunggu tanda dari prajurit awal. Setelah adanya tanda, ribuan prajurit kita akan masuk membobol istana. Yang Mulia dan aku akan menghabisi Eros secara langsung." ucap Alfonso memasang siasat.

__ADS_1


"Pertahanan mereka sudah lemah Alfonso. Bastian bekerja serius disana. Tenang saja" ucap Hector meyakinkan Alfonso.


***


Malam menjelang, Sesaat Alfonso pulang dan membicarakan niatnya ingin mengantar Sophia, lagi lagi ada drama kecil yang diciptakan oleh Sophia.


Merengek seperti biasa. Tidak ingin pergi


Alfonso bersusah payah membujuknya, menggunakan segala cara dan alasan.


Tetapi Sophia tetap menangis tersedu


"Kau meninggalkanku tadi siang, Kau pulang malam dan hanya mengatakan akan mengantarku besok? Kau sangat jahat huaaa" tangis Sophia


Alfonso sampai bingung. Sebenarnya malam ini ingin ia habiskan mendaki bersama Sophia merekam kehangatan yang akan lama tidak ia rasakan nanti.


Tetapi sepertinya mood Sophia sedang tidak baik.


"ssstttt, ini sudah malam, jangan teriak seperti itu sayang. Baiklah baiklah katakan apa yang kau mau hmm?" tanya Alfonso pasrah


"Jangan pergi, aku berfirasat tidak enak, biar saja mereka yang pergi, tinggal lah bersamaku disini" lirih Sophia terisak di pelukan kokoh suaminya.


"Sayang, ini menyangkut orang banyak, warga sedang kesulitan mendapatkan beras saat ini. Keuangan mereka juga sangat krisis. Apa kau tega anak anak mereka akan kelaparan nanti hmm?" tanya Alfonso membujuk Sophia melanjutkan kebohongan.


Sophia menggeleng


"Kau tidak tega bukan, aku juga" ucap Alfonso yang hanya ditanggapi diam dan bisu oleh Sophia.


"Apa ada sesuatu yang kau inginkan? aku akan mengusahakannya nanti. Tapi biarkan aku pergi sebentar hmm?" tanya Alfonso


Sophia mengongakkan kepalanya


"Nanti bisa kah kau membantuku mencari orang tua dan keluargaku?" Tanya Sophia pada akhirnya.


*


"Sayang, aku akan pergi Minggu depan. Aku akan mengantarmu besok kepada ibu dan ayah ya" ucap Alfonso mengulang perkataan nya memperbaiki posisi Sophia yang berada di atasnya.


"Hmmmm cepat pulang yaa" , Ucap Sophia mengantuk setelah Alfonso mengulangi permainan panas mereka.


Merekam setiap inci tubuh Sophia. Akan lama lagi baru ia akan dapat mencicipi tubuh indah ini


Setelah menidurkan kucing nakalnya,


Alfonso mengecup singkat pipi gembul Sophia menyelimuti nya dan beranjak dari pembaringan memakai pakaian santainya.


Alfonso mengambil tas dan membuka lemari Sophia


Ia mengemasi keperluan Sophia selama berada di rumah ayahnya.

__ADS_1


Ia memutuskan akan mengantar Sophia lebih awal karena akan banyak yang akan ia kerjakan.


Ia mungkin tidak akan pulang kerumah.


Ia mengemasi segala pakaian bahkan alat dalam Sophia dengan lengkap.


Tidak lupa ia memasukkan segala alat sulam Sophia agar ia tidak merasa bosan saat di rumah ibunya nanti


tangannya tidak sengaja menjatuhkan 2 mantel rajut yang ia yakini sebagai hasil karya tangan Sophia.


Alfonso tersenyum hangat


"Aku curi satu untuk bekal ku ya sayang" gumam Alfonso.


Setelah mengemas segala peralatan Sophia, ia kembali ke kasur panas nya memeluk sang istri menyusul alam mimpi.


*


Pagi menyingsing, kuda Alfonso telah terparkir sempurna di halaman rumah nya.


Filips menyiapkan kendaraan untuk mengantar nona nya


"Tuan, apa kau yakin tidak memakai kereta kuda saja?" tanya Filips memastikan


"Hmm, aku bisa memeluknya erat dengan kuda Filips" ucap Alfonso


"Baiklah. Naiklah nona" Ucap Filips ingin menuntun Sophia menaiki kuda hitam Alfonso, tetapi Alfonso segera menepis tangan Filips dan membantu Sophia.


Setelah segalanya beres, Alfonso dan Sophia bertolak menuju pinggir kota tempat ayah dan ibunya berada.


Ada sedikit perasaan sedih dalam diri alfonso.


Bagaimana jika seandainya ia tidak kembali, Siapa yang akan menjaga istri kecilnya ini.


Bagaimana jika seandainya ada orang yang melukai Sofi nya. Siapa yang akan memeluk dan menenangkannya.


"Semoga segala urusan kerajaan cepat selesai dengan sempurna" gumam Alfonso dalam hati mengeratkan belitan tangan kirinya di perut Sophia dan tangan kanan memegang tali kekang.


Sesampainya di rumah sang ayah, Alfonso mengamati rumah yang sangat lama tidak ia tempati.


Tidak ada yang berubah, taman dan hiasan masih sama seperti dahulu.


tok..tok..tok..


Alfonso mengetuk menggenggam tangan Sophia yang mengamati sekitar rumah


crekkk


"Alfonso!!!"

__ADS_1


...****************...


Vote and like yaaaa


__ADS_2