IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 55. CERITA BURUK


__ADS_3

Alfonso terdiam terkejut mendengar laporan bibi Ma.


"Bibi, apa maksud bibi?" tanya Alfonso


"Ya, saat bibi ingin memantau dan mengecek pelayan pelayan yang belum kembali ke kamar masing masing, bibi melihat Sophia berjalan sendirian menuju istana inti sambil menangis Panglima.


Permaisuri sempat memanggil dan mendatangi Sophia , untung saja kaisar cepat menghentikan permaisuri. Jadi bibi langsung membawanya kesini.


Sophia khawatir panglima, bibi bertanya kepada nya, Sophia mengatakan bahwa ia mencari panglima" jelas Bibi Ma.


***


Alfonso mengelus kepala Sophia yang sudah ia angkat menuju pembaringan mereka.


"Mengapa kau sangat sensitif dan perasa hmm?" tanya Alfonso bergumam


"Sangat sulit memahamimu" lanjutnya menatap dalam wajah Sophia sendu


semakin ia menatap, semakin ia merasa tidak asing dengan wajah ini.


Alfonso merasa wajah Sophia tidak asing. Ia pernah bertemu dengan wajah ini sebelumnya. lama sebelum ia menemukan Sophia di hutan


Tetapi ia segera menepis pikiran aneh itu beralih menutup mata menyusul sophia ke alam mimpinya.


Pagi hari menyapa, sinarannya menghangatkan setiap penduduk bumi.


Sophia yang sudah terbangun lebih dulu, memandangi wajah suaminya. Netranya menyusuri setiap inci wajah Alfonso.


Sangat tampan. Ia tersenyum malu dengan pipi merona menyembunyikan wajahnya ke dada kekar sang suami membayangkan hal aneh dalam pikirannya.


Terusik dengan pergerakan Sophia, Alfonso membuka mata.


"Apa yang kau pikirkan hmm?" tanya Alfonso dengan suara serak bangun tidurnya. Melihat Sophia menggeleng menyembunyikan wajahnya yang memerah memantik rasa penasaran di pikiran alfonso


"Tidak ada" kilah Sophia


Alfonso menyeringai.


"Kau sedang berpikiran yang aneh bukan?" tanya Alfonso mengintrogasi.


"Ti tidak sayang. Aku.. aku hanya berpikir kemana kau pergi semalam. Ya itu kemana kau pergi semalam sampe larut? aku sangat khawatir" ucap Sophia cemberut.


Alfonso merubah raut wajahnya


"Aku ada urusan di kerajaan" pancing Alfonso


"Kerajaan? kau bohong, aku telah mengelilingi kerajaan" ucap Sophia


"Hmm? mengapa kau ke kerajaan? kau mengabaikan perintahku tidak keluar rumah Sofi, hmm?" tanya Alfonso


Sophia panik

__ADS_1


"Bu bukan sayang, aku mencarimu, aku khawatir kau tidak pulang hingga dini hari. Filips juga tidak tau kau berada dimana" lirih Sophia


"Filips?" tanya Alfonso pura pura tidak tau


"Filips mengatakan kau ada di barak. Tetapi aku tidak tau barak berada di mana, jadi aku mengelilingi kerajaan" cicit Sophia dengan suara memelan.


"Tetap saja kau mengabaikan perintahku apapun alasanmu hmm?" tanya Alfonso dengan wajah berubah dingin membuat Sophia takut.


"Apa kau baik baik saja?, aku tau kau tidak ke barak malam itu" cicit Sophia memelankan suara


Alfonso mengernyit heran


"Dari mana kau tau?" tanya Alfonso. "Bukankah kau belum sempat ke barak?"


"Sebenarnya di tengah jalan, aku bertemu seorang pria. Dia mengatakan bahwa kau sedang tidak ada di dalam kerajaan. Dia bilang kau pergi seorang diri keluar dari gerbang menuju hutan dalam keadaan marah." lirih Sophia membuat Alfonso sedikit panik


"Kau bertemu seseorang sebelum ke istana? selain bibi Ma?" tanya Alfonso.


Sophia mengangguk


"Dia juga mengatakan bahwa kau akan membunuh seseorang. Maka dari itulah aku menangis ingin menjumpai kaisar agar dia memerintahkan orang lain mencarimu. Aku tidak mengenal siapapun selain filips, bibi, dan kaisar di istana ini" ucap Sophia polos


Alfonso terkejut inilah yang ia takutkan. Sophia mendengar cerita buruk dari luar sana


"Lalu? kau percaya aku membunuh seseorang?" pancing Alfonso


Sophia menggeleng


"Tentu tidak sayang, kau itu pria baik." ucap Sophia gampang memeluk erat tubuh Alfonso


"Aku tentu tidak akan berani mendekatimu lagi kalau begitu. Itu sangat menyeramkan. Menghilangkan nyawa seseorang itu sangat menjijikkan. Ada banyak cara untuk menghukum seseorang, Setidaknya berikan dia kesempatan merubah diri dahulu" ucap Sophia polos mengobarkan rasa resah dan gelisah alfonso.


"Apa kau akan pergi? jika seandainya begitu?" tanya Alfonso


Sophia menggeleng


"Kau pasti mempunyai alasan melakukannya. Panglima perang memang membunuh banyak orang saat berperang bukan?" tanya Sophia


Alfonso sedikit tenang


"Aku membunuh bukan saat berperang saja sayang, aku membunuh apapun dan siapapun yang mengganggu pikiranku" batin Alfonso


"Baiklah. Apa kau masih mengingat wajah pria yang kau temui malam itu?" tanya Sophia


Sophia menggeleng


"Itu di malam hari sayang. Mungkin dia berpatroli di sekitar kerajaan."


"Dia sendirian?" tanya Alfonso sedikit gamang


"Iya dia sendirian. Tetapi pakaian prajurit di malam hari sedikit beda dengan prajurit di siang hari."

__ADS_1


Alfonso mengerut. Tidak ada pembedaan pakaian prajurit di kerajaan ini.


Semua prajurit siang maupun malam yang bertugas memiliki pakaian yang sama. Lagi pula Tidak ada prajurit yang berjaga atau berpatroli sendirian


"Kau tidak mengingat apapun tentangnya?" tanya Alfonso


"Dia memiliki rambut yang keriting, Ah aku ingat perbedaan pakaian prajurit malam itu. Dia tidak memakai penutup kepala, pada bahan penyambung besi pakaiannya tidak kulit, aku pikir itu seperti bahan berbulu, Corak nya juga aku pikir bukan naga seperti kerajaan kita.


Mungkin itu terlihat seperti singa atau macan ah ntahlah aku lupa" Jelas Sophia bergerak mencari kehangatan menggesek gesekkan kepala di dada Alfonso yang melamun tidak sadar.


"Singa? Bahan berbulu? Sialan itu dari kerajaan X. Apa mau mereka ke istana ini" pikir Alfonso keras merasa Eros sudah terlalu lancang.


"Aku pikir perang harus segera di lakukan" batin Alfonso


Seketika dia sadar dengan sesuatu. Ya penyusup itu bertemu dengan Sophia yang bisa saja menjadi umpan yang bagus untuk melemahkan Alfonso


Alfonso menarik kepala yang sedang mencari kehangatan itu mendongak memegang kedua pipi Sophia.


"Dia menyakitimu?" tanya Alfonso risau


"Tidak sayang, dia hanya menjawab pertanyaanku. Tenang saja, Aku juga tidak memperkenalkan diriku sebagai istrimu" ucap Sophia sedikit membanggakan diri


Alfonso menghembuskan nafas lega. Setidaknya otak Sophia sedikit bekerja.


***


Setelah semuanya jelas, dan memberi peringatan kepada Sophia, Alfonso bertolak menuju markas mereka.


Pergi menuju tenda tempat Hector biasanya berada.


Ia menemukan kaisar sudah berada di sana seperti biasa.


Alfonso mendekat


"Aku pikir kandang kucing mu terbuka malam itu Alfonso" ucap Kaisar santai


"Lupakan itu. Eros telah berani memasukkan prajuritnya Hector, Sophia bertemu dengannya malam itu" ucap Alfonso memasang wajah serius


"Aku tau" ucap Hector gampang membuat Alfonso terkejut


"Apa?? kau tau dan kau membiarkannya berkeliaran?" Tanya Alfonso tidak percaya


"Dia menemui permaisuri. Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan. Yang pasti itu bukan sesuatu yang baik" ucap Hector


Alfonso tertegun


"Kau pernah melihat wajah jenderal perang kerajaan Eros yang selalu ia sembunyikan?" Lanjut Hector bertanya.


Alfonso menggeleng


"Tidak ada yang mengetahui bagaimana wajahnya Hector. Eros sangat menjaga nya" ucap Alfonso

__ADS_1


"Kalau begitu kau kalah dengan istrimu"


...****************...


__ADS_2