IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
DIAM DIAM BERGERAK


__ADS_3

#FLASHBACK END#


"Dari rencana yang mereka susun malam itu, mereka berhasil menculik nona Sophia Tuan. Tetapi mereka tidak berhasil sepenuhnya. Terjadi beberapa masalah malam itu.


Saat mereka menjalankan rencananya, Yang Mulia dan permaisuri mengetahui segalanya. Jenderal dan Yang Mulia sempat terlibat pertikaian dan perkelahian. Bukan hanya karena nona Sophia. Aku pikir ada masalah lain juga yang mereka ributkan.


Yang Mulia dan jenderal terus berkelahi. Nona Sophia sudah terlebih dahulu dibawa oleh istri jenderal mengendap keluar istana.


Segalanya begitu cepat hingga jenderal terbunuh. Ia meninggal di tangan sahabatnya sendiri, dan mendapat gelar kematian sebagai penghianat.


Tuan pasti tau bagaimana peraturan kerajaan. Karena jenderal meninggal dengan kutukan penghianat, Maka kekaisaran mencari keberadaan istri jenderal untuk dibunuh begitu juga dengan seluruh keluarga nya yang berada di dalam istana.


Tetapi setelah semalaman mencari, mereka hanya menemukan istri sang jenderal terkapar di dalam hutan. Istri sang jenderal telah meninggal bunuh diri. Ia meminum racun. Tetapi jasadnya hanya ditemukan seorang diri. Tidak ada nona Sophia bersamanya.


Begitulah Tuan, waktu berlalu, demi menghapus rasa sedih permaisuri, Raja Eros mengadopsi Amora sebagai Puteri kekaisaran menggantikan posisi Nona Sophia." jelas bibi pengasuh Amora panjang lebar.


"Lalu bagaimana bisa Sophia berada di tangan pria yang disebut sebagai pamannya yang masih memiliki ikatan darah dengan jenderal itu?" tanya Alfonso


"Tidak ada yang tahu Tuan, karena sesaat jasad istri jenderal ditemukan, berita itu termakan oleh waktu begitu saja. Kaisar tetap mencari seluruh keturunan jenderal atas peraturan turun temurun kerajaan. Hingga Tuan menemukan dan membunuh habis seluruh keluarga jenderal.


Banyak yang beranggapan bahwa saat istri jenderal membawa Nona, Nona dititipkan kepada keluarganya. Dan istri jenderal mengakhiri hidupnya sendiri demi melindungi nyawa Nona Sophia" ucap Bibi pengasuh Amora.


Alfonso terdiam merenungi ucapan bibi. Hatinya sedikit merasa tercubit. Kepatuhan nya, kebutaannya akan perasaan dan rasa iba kepada orang lain, membuat banyak orang tersiksa termasuk istrinya sendiri yang hingga sekarang tidak ia ketahui dimana.


Tanpa mengatakan apa apa, Alfonso bangkit pergi berlalu dari hadapan bibi Amora.


Bibi yang melihat itu hanya menghembuskan nafas perlahan. Ia memahami perasaan Alfonso.


*


*


*

__ADS_1


Alfonso memacu kudanya seorang diri kembali menuju kekaisaran.


Perasaan sesak memenuhi rongga dadanya.


Kuda berhenti tepat di kediaman barunya. Tidak, ia tidak memasuki rumahnya. Tetapi duduk di pinggir sungai tempat ia menemukan Sophia kala itu.


Ia duduk menyentuh dan mengusap bebatuan tempat Sophia duduk saat Sophia melarikan diri karena ulah Alfonso sendiri.


"Sayangku, banyak nyawa yang hilang karena mempertahankan nyawa berhargamu. Dan apa yang kulakukan? aku menyia nyiakan mu. Aku mengabaikan pengorbanan mereka. Aku menghancurkan harapan suci mereka.


Kau dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Seharusnya aku tidak buta, Seharusnya aku tidak tunduk pada kekaisaran yang terkutuk ini.


Bagaimana bisa aku meminta maaf kepadamu dan semesta ini sayang? kembalilah aku mohon, tuntun aku, kalaupun saat ini kau telah menyusul keluargamu, bisakah kau beri tanda? agar aku bisa menyusulmu juga. " lirih Alfonso pilu.


"Dimana kau?" batin Alfonso.


*


*


*


"sayang? apakah ada kabar tentang Puteri Sophia?" tanya Amora kepada Stephano yang sedang duduk diatas kursi kebesarannya, mengerjakan dan memeriksa segala pembukuan kerajaan.


Stephano menghela nafas, menutup buku nya dan mengangkat kepala menatap Amora dengan dalam.


Stephano menggeleng lesu


"Tidak sayang, dimana lagi aku bisa mencarinya? seluruh kerajaan, dan juga beberapa kerajaan tetangga sudah kita sisir. Tetapi tidak ada tanda tanda Sophia dimana pun. Aku berpikir apakah Sophia telah..."


"Heyy!! jangan berbicara begitu, apa yang kau pikirkan huh?" potong Amora merasa geram dengan kekasihnya


"Maaf, maafkan aku" lesu stephano

__ADS_1


"Aku yakin Sophia tidak selemah itu sayang, Hati hati juga dalam berbicara, jika Alfonso mendengar mu berbicara begitu, Ah tidak, jika Alfonso mengetahui kau berpikir sempit seperti itu, Alfonso akan mengamuk sayang" bisik Amora mencondongkan badan.


"huh!! kakak juga, aku semakin tidak bisa menebak suasana hati kakak. Dia bisa sakit jika siang malam hanya mencari Sophia begitu saja" keluh stephano mengingat Alfonso yang tidak pernah beristirahat mencari istrinya.


"Hmm sayang? apa Alfonso menerima tawaranmu menjadi panglima kerajaan mu?" tanya Amora sembari mengupas buah. Amora tentu hapal bagaimana kebiasaan stephano yang jika sudah fokus pada pekerjaan dan pada adiknya, kesehatannya sendiri pun akan ia abaikan.


"Ntah lah sayang, kakak tidak menolak ataupun menerimanya. Saat aku mengajukan tawaranku, kakak hanya diam dan pergi dari hadapanku begitu saja. Seperti biasanya. Tetapi dengan umur paman panglima yang setua itu, sudah saatnya paman digantikan bukan?" ucap Stephano sambil mengunyah buah


"Sayang, hmmm apa raja, hmm maksudku ayahmu belum siuman juga?" tanya Amora hati hati.


Stephano kembali menggeleng


"Adikku menghilang, ayahku tidak sadarkan diri, dosa apa yang aku lakukan sayang sehingga aku mendapat kisah hidup yang sangat tragis seperti ini" ucap stephano mendramatisir segala hal jika bersama Amora.


"Huh sudahlah, kau selalu seperti itu. Katakan kepada prajuritmu untuk meneruskan pencarian, Kita harus bergegas sayang, bibi bilang, ibu permaisuri kekaisaran mengundang beberapa petinggi kekaisaran untuk rapat, dan beberapa prajurit pergi keluar kekaisaran dini hari sebelum matahari terbit, aku khawatir jika permaisuri sudah mendapat kabar jika Sophia masih hidup" ucap Amora sedikit gelisah.


Stephano mengelus kepala Amora dengan sayang.


"Tenanglah sebelum kau mendapat kabar itu dari bibi, aku sudah mendapat kabar itu dari mata mata yang kukirim. Dan prajurit yang keluar istana itu adalah anggota dari kakak. Ntah lah, banyak pergerakan kakak yang tidak bisa kita jangkau dengan kepala kita sendiri sayang. Dia bergerak terlalu misterius" ucap stephano menenangkan kekasihnya.


"Benarkah? tetapi Alfonso sudah tidak tinggal didalam kekaisaran, bagaimana bisa Alfonso masih memiliki anggota?" tanya amora


"Seluruh prajurit di dalam kekaisaran memihak kepada Alfonso. Alfonso adalah junjungan mereka. Kau lihat bukan bagaimana filips sangat setia kepada Alfonso? begitulah prajurit kekaisaran juga sangat setia kepada pria yang pernah menjadi panglima mereka. Tenanglah. Doakan saja Alfonso menemukan Sophia dalam keadaan baik baik saja." ucap stephano menerawang kehebatan kakaknya


Kekaisaran tetap berjalan, perekonomian tetap berputar, tetapi permaisuri hanya sebagai pajangan.


Hampir seluruh aktivitas dan roda perputaran di kekaisaran, dikendalikan secara diam diam oleh stephano dan Alfonso.


Disaat segalanya sudah pas, stephano akan mengambil alih tahta permaisuri dan menyatukan kerajaan mereka.


Masih banyak kerajaan yang mendukung kekaisaran. Maka biarkan Stephano diam diam menghancurkan hubungan baik kerajaan kerajaan tersebut dengan kekaisaran, lalu mereka mengambil alih disaat segalanya sudah aman.


Dengan begitu, tidak ada peperangan, tidak ada pertumpahan darah yang memisahkan beberapa keluarga seperti ibu dengan anak dan suami dengan istri, dan mungkin hanya mengorbankan manusia manusia serakah yang haus akan kekuasaan seperti permaisuri dan jajarannya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2