
"Lalu bagaimana bisa nona meminum racun yang sama?" tanya filips
Stephano menolehkan kepalanya melihat Amora agar Amora menjawab pertanyaan yang ia juga bingung dengan itu
Amora menghela nafas
"Bibi pengasuh masih tetap bekerja di kekaisaran sayang, Bibi mengetahui segala hal yang ada di kekaisaran.
Saat adanya penyerangan kerajaan ini, Kau dan tabib serta paman Carlos pergi ke kerajaan sayang. Jadi aku tinggal sendiri disini.
Sesekali bibi mengunjungiku ke kediaman ini.
Kau bahkan tidak pernah mengunjungi ku lagi setelah penyerangan itu hingga saat ini" ucap Amora menggerutu
"Ekhemm sayang, nanti kita bahas ini ya, lanjutkan ceritamu tentang Sophia dulu. Filips menunggu" bisik Stephano merasa malu.
"Jadi filips, Saat itu bibi datang mengunjungiku dan memberitahu bahwa Sophia akan dihukum mati. Aku tentu terkejut. Aku sangat merasa bersalah kepada Nonamu Sophia, bagaimanapun aku pernah ingin mencelakainya.
Aku sering mempunyai niat ingin meminta maaf tetapi aku tidak bisa. Orang orang kekaisaran mengetahui bahwa aku telah tiada. Rasa bersalahku semakin besar saat stephano memberitahu bahwa Sophia adalah adik perempuannya.
Aku menangis meminta maaf kepada stephano tetapi tetap saja hal itu tidak membawa kelegaan dalam diriku. Rasa bersalah masih menghantuiku.
Jadi saat bibi membawa kabar itu, aku panik. Aku menangis meminta kepada bibi agar menyelamatkan Sophia bagaimana pun caranya.
Lalu bibi mengatakan bahwa bibi masih menyimpan sisa racun yang aku minum saat itu untuk bunuh diri.
Jadi bibi mengusulkan kepada ibuku, untuk menjadi pembawa racun di acara penghakiman Sophia dan tentu saja ibuku memberi izin karena bibi salah satu pengikut setia ibuku saat dulu.
Saat membawa racun, bibi menukar racun yang di racik oleh peramu kerajaan, dengan racun racikan yang aku minum saat itu.
Begitulah. Saat penghakiman itu, aku datang ke kaisaran membawa kereta kuda yang aku tidak tau siapa pemilik nya. Aku mencurinya dipasar hehe. Aku menunggu di tepi jurang tempat pembuangan mayat. Tetapi aku tidak berani turun sendirian. Jadi aku menunggu bibi datang yang baru bisa keluar dari kerajaan saat malam hari. Tetapi saat bibi datang dan kami ingin mengambil Sophia, aku malah bertemu dengan kekasihku yang tidak pernah mengunjungiku" ucap Amora menjelaskan panjang lebar
Stephano menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar kalimat terakhir sarkas amora, sedangkan Filips hanya bisa terdiam menyimak
Tiba tiba, Filips berdiri dan berlutut di hadapan Amora yang seketika tercekat mematung
"Apa yang kau lakukan filips!!" seru Stephano
"Terimakasih putri, terimakasih banyak. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana dunia Tuan ku setelah ini, Nona Sophia adalah dunianya. Tuan hanya memiliki Sophia seorang. Terimakasih banyak terimakasih" ucap Filips meruntuhkan egonya.
Stephano bangkit membantu filips berdiri
"Jangan begini filips. Ayo duduklah" ucap stephano
"Sophia juga adikku. Yang sebentar lagi menjadi adik ipar Amora. Kita semua keluarga. Sophia bukan hanya tanggung jawab Alfonso dan kau saja. Semua orang menyayanginya. Semua orang menyayangi mu dan Alfonso. Jangan bersikap seperti orang asing filips" tegas Stephano tidak suka dengan perlakuan filips.
"Terimakasih" ucap Filips.
__ADS_1
Beberapa saat menunggu, akhirnya tabib keluar dari kamar menghampiri mereka.
"Bagaimana?" tanya stephano
"Aku sudah berusaha mengeluarkan racun dalam tubuhnya. Tetapi racun tersebut sudah menyerap dan berproses di dalam tubuh putri Sophia." ucap tabib
"Bukankah hal itu juga terjadi pada Amora saat itu? Amora bisa selamat. Berarti Adikku bisa selamat juga kan?" tanya stephano
"Bisa Yang Mulia. Tetapi membutuhkan waktu yang lama sama seperti putri Amora waktu lalu. Kita harus melakukan terapi dan pengobatan rutin untuk putri Sophia. Walaupun dengan proses yang lama, Saya yakin Putri Sophia akan sembuh secara bertahap. Maka dari itu, kita harus melakukan pengobatan secara rutin setiap harinya walaupun nanti Putri Sophia telah sadarkan diri" ucap tabibnya menjelaskan
#FLASHBACK END#
"Lalu mengapa kau tidak memberitahuku filips? mengapa? Aku seperti orang gila dengan rasa bersalahku" tanya Alfonso mendengar semua penjelasan filips.
"Bagaimana keadaan Sophia filips? bawa aku kesana cepat"
"Maafkan aku Tuan, Saat itu kami berencana akan memberitahukan tentang nona Sophia saat nona sudah sadarkan diri. Saya juga ragu Tuan, jika saya membawa anda bertemu nona, Anda akan memperlakukan nona dengan buruk seperti sebelumnya" ucap filips.
"Kau bahkan tidak mengunjungiku setelah kita bertengkar. Kau tidak tau bagaimana kehancuran ku filips. Kau menebak begitu saja bahwa aku akan mencelakai istriku dengan semua yang telah terjadi?" ucap Alfonso parau.
"Ayo bawa aku kesana filips" ucap Alfonso bangkit
" Tapi tuan, Nona menghilang" lirih Filips perlahan
DEGGG!!
"APA MAKSUDMU FILIPS!! APA YANG KAU LAKUKAN BERMINGGU MINGGU DISANA? BAHKAN NONA MU SENDIRI TIDAK BISA KAU JAGA?" teriak Alfonso kembali frustasi.
Alfonso kembali terisak
"Seharusnya kau membawanya kepadaku, Dia bisa dirawat disini, Dia hanya percaya kepadaku filips. Dia takut dengan semua orang" Isak Alfonso tersedu menutup wajahnya.
"Dimana dia sekarang? pasti dia sangat ketakutan" lanjut Alfonso
Filips hanya bisa terdiam. Ia juga mengkhawatirkan Sophia.
Kehilangan Sophia menjadi pukulan yang besar bagi filips dan stephano
Anggota stephano kini dikerahkan besar besaran untuk mencari Sophia
"Ceritakan!! bagaimana Sophia bisa menghilang" ucap Alfonso setelah emosinya stabil.
#Flashback#
Satu Minggu setelah kejadian, Sophia perlahan lahan sadar.
Ia membuka netranya perlahan. Semua tubuhnya terasa berat. Pandangannya kadang kabur kadang jelas. Lidahnya seperti terlilit oleh sesuatu.
__ADS_1
Ia perlahan menggerakkan jarinya. Ia berusaha menggerakkan semua anggota tubuhnya
Tiba tiba, Sophia dikagetkan dengan teriakan seorang wanita
"Sophia!!! kau sudah sadar? sebentar aku menyuruh filips memanggil tabib, kakakmu sedang berada di kerajaannya mengurus kerajaannya. Kita tidak boleh kesana, masih banyak musuh dan kerajaan belum stabil" ucap Amora mengoceh
Sophia hanya memandang Amora takut dengan pandangan buram. Omongan Amora tidak jelas terdengar. Ia merasa suara Sophia berdengung kencang tidak beraturan
Telinganya berdengung.
Ia memandangi seluruh sudut kamar
Ini bukan kamarnya.
Tiba tiba masuk wanita paruh baya mendatanginya
Sophia menajamkan pandangannya yang buram. Sampai saat bibi pengasuh Amora mendekat, Sophia berjengkit kaget.
Wanita ini yang membawa racun kepadanya
Sophia mulai panik. Trauma nya semakin menjadi. Keringat membasahi pelipisnya perlahan lahan.
Jantungnya memompa kencang. Ia mundur meringsek ke sandaran kasurnya.
"Jangan..jangan.." racau Sophia
"Nak ada apa nak? Bibi tidak akan menyakitimu" ucap bibi panik..
Sophia tidak mendengar itu dengan jelas.
Tiba tiba, Teriakan aneh mengisi kepalanya
"Jangan mencari perhatian orang lain!!!"
"jangan berbicara kepada orang lain!!"
*Mengapa kau suka sekali mencari perhatian???"
"Kau ingin menjual muka mu? Kemari biar aku menjualmu kepada jenderal jenderal kerajaan"
Teriakan itu mengaum dengan keras berputar di dalam otak Sophia
Ia menutup telinganya, menangis
"Jangan..jangan.."
...****************...
__ADS_1