IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
SIAPA YANG MENYELAMATKAN


__ADS_3

Netra tajam itu perlahan lahan mengerjap terbuka, sang empunya netra telah sadar terbangun dari mimpinya.


Mata tajam itu mengumpulkan kesadarannya. Menelisik tempat ini, ini..ini adalah rumah ayahnya. Ia mengingat ingat apa yang terjadi


Seketika ia terlonjak kesal saat kesadarannya telah terkumpul sempurna.


"Siapa yang menyelamatkan aku Sialan!!!!!" teriaknya menggema


Ia mengingat terakhir kali ia mengakhiri hidupnya di sebelah pujaan hatinya. Ya itu adalah Alfonso


Lalu apa ini? Ia terbangun diatas tempat tidurnya? Lalu dimana wanitanya


Teriakan Alfonso terdengar hingga keluar. Orang orang yang sedang berkumpul bergegas berlari memasuki kamar tempat Alfonso beristirahat


Melihat banyak orang yang memasuki kamarnya, Alfonso semakin kalut


"Siapa yang menyelamatkanku Ha? Sialan!!! Kemari akan ku bunuh kalian SEMUAAA!!!" teriak Alfonso


"Kakak, ada apa? mengapa kau berteriak seperti itu? tenang lah" ucap stephano yang memang sudah dibawa Bastian menuju kediaman tempat ayahnya dirawat.


Kini semua berkumpul dirumah ini. Untung saja kediaman mewah Lukas mampu menampung banyak orang


"KAU BILANG TENANG? Istriku telah tiada Stephano, Aku ingin menyusulnya, kalian menyelamatkan aku, Dan kalian masih menyuruhku untuk tenang? AKU BISA MEMBUNUH KALIAN SEMUA!!! YANG KUBUTUHKAN HANYA SOFIKU, ISTRIKU!!!" Teriak Alfonso semakin menjadi. Membayangkan bahwa ia tidak bersama dengan istrinya membuatnya gila


Alfonso memberontak, ia berdiri secara spontan dan


nyuuuttttt


Luka nya sangat nyeri. Ia meraba dada nya. Lukanya masih basah.


"Minggir kalian semua, dimana belatiku, DIMANA FILIPS!!! aku ingin menyusul sofiku" ucap Alfonso mencari cari belati atau apapun yang bisa mengakhiri hidupnya sendiri. Tapi nihil. Tentu saja filips telah mengamankan itu semua.


"Tuan, kau begini lagi? Sadarlah tuan" lirih Filips yang kembali terkoyak melihat kesengsaraan Tuannya

__ADS_1


"Berikan padaku filips aku mohon, biarkan aku bersama istriku, aku mohon kepada kalian semua" lirih Alfonso melemas. Ia tertunduk berlutut dihadapan adik dan pengikut setianya. Filips


"LALU BAGAIMANA DENGANKU TUAN!!! BAGAIMANAAA" Teriak Filips dengan pandangan mengabur


"Cari kehidupanmu" ucap Alfonso singkat. Ia juga tidak mau meninggalkan filips yang masih belum bisa sepenuhnya dilepas begitu saja


"TUAANNNN!!!!! Cobalah mengakhiri hidup, maka aku akan melakukan hal yang sama" ucap filips


"cih dasar bodoh" lirih Alfonso.


Lukas melangkahkan kaki mendekati putra kebanggaannya. Dengan ragu ia melangkahkan kaki mengingat Alfonso yang memang tidak pernah ingin berdekatan dengannya.


Lukas berlutut mensejajarkan diri dengan Alfonso yang juga masih berlutut dihadapan filips.


"Nak, kemari lah ikut ayah" ucap Lukas perlahan. Tangannya menggantung diudara ingin menyentuh pundak kekar sang putra tetapi ia merasa tidak pantas


"Apa lagi yang kau mau Ayah? Bukankah kau seharusnya tertawa dengan kondisiku yang seperti ini? Pergilah di masa masa sulit ku saat ini seperti yang kau lakukan dulu" ucap filips geram mengiris hati Lukas.


"Maaf kan ayah, tetapi ikutlah dengan ayah kali ini hmm?" ucap Lukas membujuk


"Apa ayah akan membawaku ke makam istriku?" tanya Alfonso


Lukas terdiam.


"Hmm kita menemui istrimu" ucap Lukas memberanikan diri menyentuh Alfonso menuntun kebanggaannya ini untuk berdiri.


Tidak sanggup. Ia tidak sanggup melihat putra satu satu nya ini begitu merendahkan diri memohon kepada orang orang membiarkan ia mengakhiri hidupnya sendiri.


Lukas dan Alfonso pergi melangkah keluar pintu.


Tepat di pintu, ternyata ada Stephanus yang memandang Alfonso lekat.


Tetapi tentu saja Alfonso tidak menyadari itu, ia hanya berfokus menyiapkan diri untuk sesuatu yang menyedihkan yang akan di hadapinya nanti yaitu melihat makam istrinya

__ADS_1


"Yang Mulia" sapa Lukas menundukkan kepala menyapa Stephanus lalu berlalu pergi diikuti oleh Alfonso


Melihat itu, filips ingin menyusul langkah panutannya tetapi ditahan oleh stephano


"Biarkan ayah dan anak itu berdua dahulu filips. Istirahat lah, bukankah kau juga sama lelahnya dengan kakak ku?" ucap Stephano menepuk pundak filips.


Stephanus melangkah memasuki kamar, berdiri dengan tongkatnya dihadapan filips.


"Terimakasih telah membawa mereka berdua kesini Tuan, terimakasih" ucap Stephanus


#FLASHBACK#


"Kita kemana lagi Tuan mencari Tuan tampan itu?" tanya Hera kepada filips yang telah lelah seharian mencari Alfonso di pedalaman hutan


"Aku tidak tau" singkat filips


"Kalian menemukan aku dirumah yang kalian sebut sebagai kenangan, apa Tuan tampan tidak memiliki rumah kenangan?" tanya Hera


"Apa maksudmu?" tanya Filips bingung dengan racauan gadis kecil ini


"begini Tuan, Tuan menemukan aku dirumah kenangan itu. Jadi kita bisa mencari Tuan tampan di rumah kenangan miliknya Tuan" ucap Hera riang


Filips berpikir menerawang dimana rumah kenangan Alfonso


Kemudian ia teringat dengan rumah Sophia dan Alfonso di dalam gerbang istana


"Apa kau yakin itu akan membantu?" tanya Filips sedikit ragu mempercayai anak kecil.


"Tuan, bisa saja Tuan tampan itu memiliki masalah, kau tau Tuan, sebelum aku dan ibu disekap disana, aku sering pergi kerumah bukit itu, karena banyak makanan disana. Lalu aku selalu melihat pria tua dengan raut sedih sedang melamun. Apa tuan tampan tidak suka begitu saat sedih?"


filips mencerna perkataan gamblang gadis kecil ini.


"Tidak ada salahnya bukan mengecek keadaan disana, sekaligus aku memberi buku ini kepada Bastian" pikir Filips

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kita kesana" ajak filips


...****************...


__ADS_2