
Hari terus berlanjut, Aktivitas kerajaan tetap berjalan seperti biasa.
Hubungan Sophia dan Alfonso semakin berkembang. Kini, Alfonso tidak segan melakukan kontak fisik kepada Sophia.
Mulai dari memegang tangan Sophia, merangkul, memeluk, bahkan sesekali menc*um istrinya.
Setelah sarapan, Alfonso bergerak menuju Markas rahasia yang selama ini dijaga dan dirawat oleh Alfonso tentunya dengan bantuan Filips.
Prajurit tampak berlatih sangat keras.
"Kau harus membuat mereka maksimal, Mertuaku akan datang dalam dua bulan lagi. Itu waktu yang tepat untuk kita" Ucap Hector kepada Alfonso seraya memandang jalannya latihan.
"Kau harus mencari pemuda lain lagi Alfonso. Semakin banyak bukankah semakin bagus" Lanjut Hector.
"Aku akan memberi kabar kepada prajurit mata mata kita Yang Mulia, agar ia mengumumkan bahwa Anda membutuhkan pria lain" Ucap tegas Alfonso.
Ya, pemuda pemuda yang rutin diambil Alfonso dari pemukiman, tidak lain tidak bukan untuk menjadi prajurit rahasia Kaisar.
Kepemimpinan kaisar yang hanya menjalankan perintah permaisuri dan keluarganya membuat Kaisar membentuk prajurit, pelayan, dan anggota perang lainnya.
Kaisar berniat menyerang negaranya sendiri.
Selama beberapa tahun kekuasaannya, permaisurilah yang menguasai kebijakan kekaisaran. Tidak ada celah bagi Kaisar Hector untuk membantah karena memang pada awalnya kekaisaran ini turun temurun milik seluruh keturunan dari keluarga bangsawan permaisuri.
Kakek, Ayah, paman, dan semua kerabat permaisuri pernah menjadi kaisar agung di kerajaan ini. Sebelum Ayah permaisuri menyerang dan mengambil alih kerajaan X yang terkenal kaya akan hasil alam nya.
Ayah permaisuri memilih menetap di kerajaan X dan mengalihkan kekuasaannya kepada Permaisuri.
Permaisuri yang hanya suka kepada kemewahan, tentu saja tidak ingin repot menerima kekuasaan itu dan beralih memberikan kekuasaannya kepada suaminya.
__ADS_1
sudah terlalu banyak kemelaratan yang terjadi pada masyarakat. Kehidupan masyarakat dijajah oleh pemimpinnya sendiri.
Tidak ada jalan untuk kabur dan melarikan diri. Permaisuri membangun benteng kokoh menjulang tinggi dengan prajurit yang diperintahkan membunuh siapapun yang keluar.
Kerajaan kerajaan tetangga yang berada di seberang seberang juga mengandalkan perputaran ekonomi dari kekaisaran agung ini.
Pindah hanya akan membuat hidup mereka semakin tersiksa.
Dinasti kekaisaran dimana pemimpin pemimpin sebelumnya percaya bahwa jika kita ditakuti, maka masyarakat akan menuruti kekaisaran.
Mereka beranggapan lebih baik ditakuti dari pada dicintai oleh warganya.
Hal itu yang membuat Hector juga membangun image kejam dan arogan agar keluarga permaisuri tidak curiga bahwa Kaisar membangun aliansi yang besar dibelakang mereka.
"Baiklah bagus"
Kaisar tersenyum. Tentu ia sudah membaca perubahan sifat Alfonso, Bagaimana binar Alfonso saat membicarakan istrinya, Alfonso yang sering membawa Sophia keluar dengan rangkulan yang tidak melepas, Kaisar Tahu bahwa Alfonso dan Sophia sudah saling mencintai
Hector sangat lega. Ia senang
"Tetapi mana ada warga desa secantik dia" pancing Kaisar
"Aku akan menyuruh Filips. Ia kenal dengan beberapa gadis desa, Sophia hanya milikku." ucap Alfonso
"Kau sudah memberikannya jangan harap mengambilnya kembali pria tua" bisik Alfonso
Kaisar terkejut.
"Hey Disini banyak orang sialan! tunjukkan rasa hormatmu" gumam Hector dalam hati.
__ADS_1
"Yang Mulia, warga desa banyak yang memberontak akibat kenaikan pajak. Mengapa kau menyiksa wargamu sendiri" tanya Alfonso
"Huh, kau pikir aku sejahat itu? Tentu saja itu kebijakan permaisuri seperti biasanya" jelas Hector
"Aku belum senekat itu untuk memberontak, orangku disini hanya kau dan pelayan setiaku, bisa mati kita ditengah lautan api" lanjutnya.
---
Sophia menjalankan harinya lebih cerah dari sebelumnya.
Ia bersenandung membereskan segala penjuru rumah.
Netranya tidak sengaja melihat ruang kerja Alfonso terbuka.
"apa Tuan lupa menguncinya semalam? huh" lirih Sophia ingin menutup pintunya kembali.
Tetapi ia berubah pikiran. Selagi ia memegang peralatan kebersihan lebih bagus membersihkan ruangan ini
Sophia masuk dan mulai merapikan beberapa kursi yang miring, ukiran yang letaknya tidak bagus, Dan beberapa buku yang berserak baik di meja maupun di rak.
saat membersihkan rak, netra Sophia tidak sengaja melihat rak yang berisi khusus beberapa lukisan wajah beberapa orang.
Sophia membolak balikkan kertas itu. Sophia terkagum sangat indah persis seperti wajah manusia
Hingga netranya terkejut
"Paman? bagaimana Tuan memiliki gambar paman?" heran Sophia
...****************...
__ADS_1