
"Filips ingin menikah? wah kalau begitu ayo berbelanja hadiah sayang" ucap Sophia riang
"Tidak sekarang sayang. Kami harus mencari wanitanya terlebih dahulu. Kami akan ke pelosok pelosok bertemu dengan beberapa wanita dan pria. Akan ada banyak orang disana" ucap Alfonso
Sophia memikirkan ucapan Alfonso. Benar saja, jika ia ikut maka fokus Alfonso hanya akan kepadanya
"Selain mencari istri Filips, kami juga ingin membangun kerjasama besar antara kerajaan x dengan kaisar sayang, agar warga semakin makmur. Ada banyak yang akan kami urus" ucap Alfonso menenangkan Sofi dengan netra melirik ke arah pintu ruangan privat mereka.
Seseorang dibalik pintu pergi menjauh setelah mendengar dan menguping diskusi makan siang Alfonso dan Sophia.
Tentu Alfonso tidak bodoh mengetahui ada seseorang dibalik sana.
Selain menenangkan istrinya, Alfonso juga membodohi penguping yang pastinya adalah suruhan sang permaisuri.
Sekali mendayung dua pulau terlampaui bukan.
Alfonso tersenyum seraya tetap menyuapkan makanan kepada istrinya.
"Baiklah sayang kalau begitu. Aku akan menunggu di rumah ayah dan ibu saja. Aku tidak mau tinggal dirumah sendirian lagi. Nanti Hantu putri Amora datang lagi kepadaku" ucap Sophia berceloteh memancing rasa geli di hati Alfonso.
Alfonso mengecup pelipis Sophia yang asik mengunyah
"Maafkan aku sayang, tunggulah aku pulang. Kita akan berbahagia selamanya" batin Alfonso menatap dalam istrinya.
"Sayang setelah dari sini temani aku membeli bahan rajutan lagi yaa, bahan ku sudah habis. Sudah ada dua mantel yang kubuat untukmu. Tapi kau tidak boleh melihatnya dulu. Aku akan memberikannya nanti" ucap Sophia
"Kau tidak bosan menyulam setiap hari?" tanya Alfonso heran
"Tidak sayang, aku suka. Itu menghilangkan rasa bosanku. Aku akan membuatnya juga nanti jika kita memiliki anak" ucap Sophia ringan
DEGG!!
Alfonso tertegun
Anak. Ya ia tidak pernah berpikiran tentang anak.
Hidupnya hanya tentang Sophia. Ia belum pernah memikirkan atau membayangkan adanya bagian dari dirinya di hidupnya. karena hanya bersama Sophia saja ia merasa sudah sangat sempurna.
"Ekhem sayang, Apa kau ingin memiliki anak?" tanya Alfonso sedikit gamang menyebutkan kata anak itu
"Jika untuk saat ini mungkin tidak sayang. Aku merasa aku masih sangat pendek saat ini. Umurku juga belum terlalu tua sepertimu" kelakar Sophia memancing rasa lega dan kesal Alfonso
Tidak akan bisa Alfonso bayangkan jika Sophia merengek ingin anak.
__ADS_1
Setiap rengekan Sophia akan berhasil meluluhkan hati Alfonso dan akan menuruti permintaannya.
Bagaimana jika anak? Alfonso juga merasa belum siap akan itu.
"Sayang aku sudah kenyang" ucap Sophia menyandarkan kepalanya di lengan Alfonso.
"Mau kesini?" tanya Alfonso menepuk pahanya. Ia merasa wanita ini mengantuk
Sophia mengangguk bergerak menuju tempat duduk empuk kesukaannya, memeluk berhadapan berkoala dengan suaminya.
Menyembunyikan wajah di dada sang suami.
"Tidurlah, aku akan makan sebentar, setelah itu kita berbelanja" ucap Alfonso mengecup pucuk kepala Sophia.
***
"Permaisuri, mereka akan ke kerajaan x dalam waktu dekat ini. Mereka ingin mendiskusikan dan menawar kerja sama kepada kerajaan X untuk menaikkan kemakmuran masyarakat" lapor penguping Alfonso tadi kepada Permaisuri.
"Apa yang ingin mereka bahas? Suamiku bahkan tidak memberitahuku. Aku tau kesalahanku membuat ayah ku marah kepada kerajaan ini tetapi aku berhak tau apa yang akan mereka lakukan" ucap permaisuri bersungut sungut
"permaisuri aku pikir kerajaan sedang krisis karena tidak lagi menerima bantuan dari raja Eros. Maka dari itu mereka ingin pergi meminta maaf secara langsung dan menjalin kerja sama kembali" ucap Jenderal yang sedang bersama Permaisuri.
"Ya aku pikir juga begitu. Baiklah kirim surat kepada ayah. Katakan agar menyediakan kerjasama yang menguntungkan kami dan juga kerajaan nya" ucap permaisuri kepada bawahannya
"Kalau saja Amora masih hidup, aku bisa saja menjodohkan Filips dengan Amora. Filips juga tidak kalah tampan dan kaya dari pada Alfonso" ucap permaisuri yang memandang segala hal dari sisi yang menguntungkannya.
***
"Kau yang meminta berbelanja kenapa kau yang mengeluh sekarang" tanya Alfonso sesampainya mereka di rumah setelah mengelilingi pasar
"Kakiku sakit sayaangg berhentilah mengoceh" Ucap Sophia menyandarkan kepalanya di atas kasur dengan Alfonso memberi pijatan pada kaki mulus Sophia
"Sayang ini sudah hampir sore. Aku ada urusan di istana. Kaisar sudah menungguku" ucap Alfonso
"Belakangan ini kau menghabiskan waktumu selalu untuk kaisar. Kau bahkan pulang larut malam setiap hari. Pergilah biar kaisar menjadi istrimu" ucap Sophia merajuk menyingkirkan tangan Alfonso masuk kedalam selimut menutup seluruh badannya
Alfonso merasa heran. Mengapa Sophia berubah menjadi sangat galak belakangan ini. Apakah benar karena Sophia merasa kurang dengan waktu kebersamaan mereka?
"Baiklah kalau begitu. Tidurlah aku akan menemanimu. Tadi kau mengantuk bukan?" tanya Alfonso bergerak berbaring di sebelah Sophia menepuk nepuk bahu sang pujaan hati
Sophia membuka selimut yang menutupi kepalanya
"Aku tidak mengantuk lagi. Temani aku bercerita saja sayang" tawar Sophia
__ADS_1
Alfonso semakin merasa kalut. Ia harus pergi sore ini.
Otaknya berpikir, wanita ini harus tertidur baru ia akan pergi.
Alfonso mengusap rambutnya yang basah di terik siang hari. Setelah mengenakan seragam nya yang lain.
Ia mendekati pembaringan menaikkan selimut menutup tubuh polos Sophia yang terlelap.
Ia tentu menghapal kebiasaan Sophia. Sophia tidak akan terlelap sebelum ia merasa lelah.
Alfonso membuat Sophia terkapar lelah dahulu agar ia bisa melarikan diri.
Alfonso mengusap rambut berantakan Sophia dan mengecup ringan bibir merah menggoda ini.
"Tidurlah sampai besok pagi hmm?" gumam Alfonso tersenyum geli.
Alfonso menutup pintu rumah dan menguncinya.
Ia terkejut ketika berbalik menemukan Filips berada di belakangnya menatapnya dengan pandangan menyelidik
"Rambutmu basah di siang hari tuan" ucap Filips menaikkan alis mengintrogasi Alfonso
"Bukan urusanmu" cuek Alfonso berjalan mendahului si kepo ini
"Kau bersenang senang di waktu kita yang sangat sempit tuan? Apa itu memang sangat nikmat sehingga kau bisa membuat kaisar menunggu? Kaisar sampai memerintahkan aku untuk menjemputmu memeriksa apakah ada apa apa denganmu tetapi kau malah mendaki bersama istrimu" ucap Filips ambigu merepet di belakang Alfonso yang tetap tenang mengabaikan ocehan pengikut setia nya itu.
Teringat sesuatu, Alfonso menghentikan langkahnya seketika membuat Filips menabrak punggung kokohnya.
"Filips. Sophia ingin ikut ke kerajaan X. Jadi..."
"Tuan apa kau sudah gila tidak bisa menunda pendakian nikmatmu sampai kau ingin membawa Sophia berperang agar nafsumu tetap terpuaskan? Kau sangat mengerikan Tuan" ucap Filips memotong perkataan Alfonso
Brraakk!!
"Aargggg Tuan"
Alfonso menendang kaki Filips menghentikan celotehan bodoh ini
"Aku mengatakan kita ada urusan ke kerajaan X untuk mencari istrimu agar ia tidak merengek minta ikut. Jangan berbicara aneh di depan Sophia" ucap Alfonso ringan kembali melangkahkan kaki.
"APA?? ISTRIKU?? TUAAANNN!!!!!!" teriak Filips menggila mengejar Tuannya yang seenak jidat memfitnah nya.
...****************...
__ADS_1