IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 60. MENITIPKAN SOPHIA


__ADS_3

Ibu sambung Alfonso yang membuka pintu terkejut dengan netra melotot.


Hening


Melihat keheningan dan kecanggungan ini, Sophia mengambil alih


"Ibu, kami datang berkunjung. Ayah dimana? apa kami boleh masuk?" tanya Sophia


"Ah tentu sayang masuk masuk lah. Kemari duduk dulu. Ibu akan memanggil ayah mu dulu. Dia berada di di kebun belakang"


pandangan Alfonso mengikuti langkah ibu sambungnya


Pasangan tua yang masih mempesona dan berkharisma itu tergesa gesa menuju Alfonso


"Nak, kalian kemari? kenapa tidak memberi tahu ibu sebelumnya?"


Sophia hanya tersenyum


Lukas memandangi putranya. Ada sesuatu yang di sembunyikan menjadi alasan kedatangan putranya ke rumah ini


"Sayang berbicaralah dengan menantu. Aku ingin mengajak Alfonso berbicara berdua dahulu" ucap Lukas kepada istrinya Alena


"Ah iya baiklah. Apa kau lelah sayang? Kemari lah ibu tunjukkan kamar Alfonso dulu" Ucap Alena beranjak mengajak Sophia menuju kamar Alfonso menghabiskan masa kecil menuju remajanya seorang diri.


"Aku tau ada sesuatu Alfonso. Kemari ikuti aku. Kita berbicara di ruang kerjaku" tegas Lukas menuju ruangan kerjanya diikuti oleh Alfonso yang masih terdiam


"Katakan ada apa?" tanya Lukas duduk dihadapan Alfonso


Alfonso masih diam bingung memulai pembicaraan. Karena hubungannya dengan ayahnya tidak pernah baik sejak ayahnya memutuskan untuk meninggalkan nya saat masih kecil


"Tidak perlu memaafkan aku untuk berbicara. Pasti ada hal yang sangat mendesak sehingga kau mau menurunkan ego mu bukan?"


"Ekhem. A.. ayah" ucap Alfonso terbata


Jantung Lukas berdebar mendengar kata itu lagi. Kali ini tidak ada maksud ketus dan emosi di dalamnya.


"Aku ingin menitipkan Sophia kepada kalian. Dibawah perlindunganmu. Aku dan kaisar ingin mengambil alih kerajaan X dan melumpuhkannya" ucap Alfonso


"Apa waktunya telah tiba? Apa persiapan kalian sudah matang?" tanya Lukas


"Tidak perlu mempertanyakan apapun. Kaisar sudah memerintahkan untuk memulai perang. Aku hanya meminta untuk menjaga Sophia bukan bertanya hal hal tidak penting kepadaku" geram Alfonso merasa ayahnya menyepelekannya.

__ADS_1


"Baiklah nak kalau begitu. Tenang saja, ayahmu masih sehebat dulu. Sophia akan aman dalam lindungan ku" ucap Lukas memadamkan bara api ini


"Apa Sophia sudah mengetahui langkahmu?" lanjut Lukas


"Sophia tidak mengetahui apapun tentang peperangan ini. Jangan memberitahunya, dia akan khawatir. Aku mengatakan ingin menjalin kerjasama dengan kerajaan X serta men.. ekhem.. mencari istri untuk Lukas" ucap Alfonso


"Bagaimana dengan permaisuri?"


"Kaisar akan mengasingkannya" jawab Alfonso


"Baiklah jangan terlalu sepele dengan permaisuri nak, dia sangat licik" ucap Lukas memperingatkan


" Jaga Sophia sampai aku kembali. Ingat batasan kalian. Jangan membawanya keluar. Jangan menceritakan apapun kepadanya. Dia bahkan tidak tau kelakuan gelapku" tegas Alfonso


Lukas yang merasa langkah Alfonso ini tidak benar terhadap Sophia, hanya menghembuskan nafas perlahan. Bukan urusannya mencampuri hubungan suami istri ini. Alfonso pasti tau yang terbaik untuk Sophia.


"Tenang lah nak, Sophia putriku juga. Titip salam kepada Kaisar. Katakan kapanpun ia membutuhkan aku, aku selalu sedia membantunya" ucap Lukas berdiri menuntun Alfonso keluar.


"Sophia berada di kamarmu. Pergilah temui dia dahulu. Pamit lah dengan benar" suara Lukas mengiringi langkah anak dan ayah itu.


Melihat Alfonso datang, Alena keluar meninggalkan pasangan pasutri itu dan menutup pintu memberikan keduanya privasi.


"sayang, kau dulu tidur disini ya?" Tanya Sophia mengelus kasur Alfonso.


"Aku suka!! Rumah ayah dan ibu juga nyaman. Ibu bilang ada koleksi bunga ibu di dalam rumah. Aku tidak perlu keluar rumah untuk memelihara bunga sayang" ucap Sophia semangat memainkan lencana lencana Alfonso di dadanya.


"Baguslah. Tinggal lah sebentar disini hmm? sampai aku menjemputmu. Jangan percaya siapapun kecuali aku, suamimu. Mengerti?" tegas Alfonso mengantisipasi. Ia belum terlalu percaya dengan kedua orang tuanya.


"Iya Iya sayang. Tenang saja" ucap Sophia melingkarkan tangannya di leher Alfonso yang memeluk erat dirinya. Enggan meninggalkan Sophia


"Sayang, ibu bilang kau pernah tinggal dirumah yang besar ini seorang diri selama beberapa tahun. Apa kau tidak takut?" tanya Sophia


Alfonso mencebik kesal. Belum 24 jam ia meninggalkan Sophia, Ibu sambungnya itu sudah menceritakan hal hal yang tidak penting.


"Apa yang dikatakan wanita itu kepadamu?"


"Is sayang Panggil ibu!! Ibu mengatakan beberapa hal seperti ekhem ekhem..


Nak, ini kamar suamimu dahulu saat ia beranjak dari anak anak menuju dewasa. Sendirian di rumah ini" ucap Sophia menirukan suara mendayu lembut ibu mertuanya Alena.


Alfonso tersenyum akan tingkah aneh ini. Ia pasti akan merindukannya.

__ADS_1


"lalu apa lagi hmm?" tanya Alfonso perlahan membaringkan diri memancing Sophia bercerita dan berceloteh agar wanita nya ini lelah terlelap. Ia tidak akan sanggup meninggalkan wanita nya ini jika nanti sofi memasang wajah sendu nya.


Tidak mungkin ia berbuat hal panas bersama Sophia dirumah ayahnya bukan? Lagi pula Alfonso tidak akan cukup hanya sekali saja. Pasti akan memakan waktu yang cukup lama.


"Ibu juga bilang nanti akan mengajariku cara memasak makanan yang enak enak. Ibu pandai memasak sayang" cerita Sophia merebahkan diri di atas Alfonso seperti biasa menjadikan degupan jantung Alfonso sebagai lagu pengantar tidurnya.


"benarkah? kau harus memasak makanan enak untukku jika aku sudah kembali ya" balas Alfonso


"Ibu juga bilang akan mengajariku membuat perhiasan, merangkai bunga, dan masih banyak lagi. Ibu bilang ayah punya ruangan untuk melukis sayang lalu ibu akan meminta ayah mengajarkan aku melukis, sayang aku bisa.....


Cerita Sophia berlanjut hingga suara indah ini tidak terdengar lagi, tertidur lelap di pelukan suaminya yang menyendu.


"Apapun dan siapapun penguasa semesta, aku mohon jaga istriku. Aku mohon kuatkan aku bertahan agar tidak membiarkan istriku hidup sendiri." batin Alfonso yang tanpa terasa setetes air mata mengalir jatuh dari netra tajamnya.


Awalnya, setiap perang dan tugas yang diberikan kaisar akan langsung dilaksanakan Alfonso tanpa memikirkan nyawanya.


Sekarang. Ada satu nyawa kecil berharga yang menjadi pertimbangan beratnya


Mataharinya tidak boleh pergi meninggalkannya. Dan ia tidak sanggup meninggalkan sofinya seorang diri menghadapi dunia keras ini tanpanya.


Alfonso bergerak perlahan memindahkan Sophia menuju pembaringannya. Menyelimutinya dan keluar dari kamarnya.


Lukas mengantar Alfonso keluar rumah memberkati kepergiannya seraya berbincang yang isinya hanya tentang Sophia


"Tolong beritahu istrimu. Hati hati dalam berbicara" ucap Alfonso menaiki kudanya.


"Hati hati bertindak nak, ingat ada malaikat mu yang menunggumu disini" ucap Lukas menatap dalam mata Alfonso


***


Senja datang, Sophia terbangun dari tidurnya.


Keluar kamar dan menjumpai ayah dan ibunya duduk di kursi


"Ibu, suamiku dimana ibu?" tanya Sophia mencari


"Duduk sini sayang. Suamimu sudah pergi siang tadi. Dia tidak tega membangunkan mu. Suamimu berpesan agar jangan melupakannya" ucap Alena.


Sophia menyendu. Suaminya pergi meninggalkannya.


Melihat perubahan wajah menantunya, Lukas beranjak mendekat

__ADS_1


"Ayah punya hadiah untukmu. Ayo ayah tunjukkan"


...****************...


__ADS_2