IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 74. PENGARUH BURUK PELAYAN KAISAR


__ADS_3

Beberapa waktu telah terlewati, Tiada perubahan dalam diri Alfonso.


Alfonso yang dulu telah kembali. Alfonso yang kejam. Tangis Sophia berderai sepanjang malam.


Setiap malam Sophia berdoa agar penguasa mengembalikan suaminya


Otak polosnya menganggap suaminya yang baik telah diambil.


Setiap malam, Alfonso akan pulang larut malam. Kembali berkata kasar, dan selalu mengabaikan Sophia


Ada kalanya Alfonso merasa kasihan dengan Sophia. Tetapi membayangkan Sophia memiliki darah penghianat, hal itu membakar sisi baik Alfonso


Ia beranggapan Sophia pasti memiliki sifat penghianat seperti keluarganya juga.


"Lebih baik aku membentengi hatiku dahulu. Seharusnya aku memang tidak perlu jatuh terlalu dalam akan pesona nya. Dia sangat beracun. Ia bisa menyakiti dan meninggalkan aku kapan saja. Sebelum ia melakukan itu, lebih baik aku membentengi hatiku lebih dulu" itulah prinsip yang selalu Alfonso tanamkan.


Keduanya memiliki trauma.


Alfonso yang trauma akan kehilangan dan ditinggalkan oleh orang orang yang ia sayangi, dan Sophia yang trauma akan sikap kasar dari semua orang.


Keduanya saling melukai tanpa disadari.


Keduanya saling membutuhkan, tetapi kecacatan mental keduanya membuat mereka saling menyakiti.


.


.


.


Pagi hari yang cerah, tapi tidak secerah hati Sophia yang selalu mendung


Mata sayu nya memandang Alfonso yang bersiap memakai sepatunya.


"Ayo sayang makan dulu" ajak Sophia


"Sudah berapa kali kubilang. Kembali kepada panggilan awalmu. Itu terdengar menjijikkan" ucap Alfonso memakai sepatunya.


tidak asing lagi bagi Sophia kata kata sarkas sang suami.


"Tuan, Apa kau senang jika aku memanggil Tuan?" tanya Sophia lesu


"Ya! sebaiknya kau tau posisimu datang ke kerajaan ini" dingin Alfonso membuka pintu.


Sebelum keluar, Alfonso berbalik menatap sang istri yang selalu menundukkan kepala sejak perubahan Alfonso.


Alfonso mencengkram dagu Sophia kuat, mendongakkan kepalanya


"Jangan keluar sedikitpun dari rumah ini!! Jangan menjadi jal*Ng dengan mengambil perhatian banyak orang" ucap Alfonso kejam menghempaskan cengkramannya membanting pintu keluar dari rumah.


Beginilah sikap Alfonso belakangan ini. Sangat membingungkan Sophia.

__ADS_1


Filips yang menunggu dihalaman seperti biasa, menghembuskan nafas kasar.


Ia telah mengetahui masalah pada Alfonso dan Sophia.


"Tuan, Jikapun nona memiliki hubungan darah dengan mereka, tapi nona tidak tau apa apa tuan" ucap filips berhati hati. Karena emosi Alfonso belakangan ini sangat tidak stabil


"Apa maksudmu filips? kau kasihan kepadanya? Bagaimana sumpahmu dulu kepada kerajaan? kau tidak berpendirian filips" sarkas Alfonso berjalan menuju kerajaan.


Alfonso menghadap permaisuri


"Panglima, ada beberapa bangunan liar di hutan kerajaan. Aku ingin kau menyelesaikan semuanya. Walaupun pajak sudah kita turunkan, mengapa tetap saja ada masyarakat yang enggan membayar dengan tinggal terasing seperti itu.


Jika mereka tidak ingin tinggal di pemukiman yang telah kita siapkan, bawa mereka ke dalam kerajaan untuk menjadi budak kerajaan" perintah permaisuri


"Baik permaisuri" patuh Alfonso


"bagaimana dengan pengunduran dirimu? kau sudah mendapatkan penggantimu?" tanya permaisuri


"Saya akan tetap mempertahankan posisi saya yang mulia." ucap Alfonso berubah pikiran


saat itu, ia mengundurkan diri karena memikirkan sang pujaan hatinya.


Saat ini? pikiran dan perasaannya berusaha ia ubah. Segalanya tidak akan sama lagi.


Filips yang berada di belakangnya hanya terdiam menyesal.


"Jika aku mengambil tawaran tuan waktu itu, aku pikir ini tidak akan terjadi. Peraturan kerajaan tidak akan terlalu melekat lagi kepadanya" batin filips.


"Filips, pergilah jelajahi hutan dahulu. Tandai rumah rumah liar yang dibangun di hutan kerajaan. Besok kita akan bergerak meratakan semuanya" perintah Alfonso


"Anda akan kemana tuan?" ucap filips mengantisipasi Alfonso menemui pelayan setia kaisar yang belakangan ini sangat sering Alfonso kunjungi.


Pelayan itu tidak membawa pengaruh baik bagi Alfonso.


Pelayan setia kaisar itu sangat patuh terhadap peraturan kerajaan. Ia juga mengabdikan dirinya pada kaisar seorang.


"Kau tidak perlu tau filips" ucap Alfonso dingin


"Tuan, apa kau ingin bertemu paman?"(panggilan filips dan Alfonso kepada pelayan tua itu)


"Kau sangat terobsesi dengan hidupku filips" sindir Alfonso


"Tuan, bisakah kau jangan terlalu sering menemuinya? Percayalah pada istrimu Tuan" pinta filips dengan raut memohon.


braakk!!!


Alfonso menendang filips.


"Jaga batasanmu filips!!! Kau hanya sekedar bawahanku" geram Alfonso berlalu.


Menemui paman kepala pelayan.

__ADS_1


.


.


.


"Wajahmu sangat kusut panglima, Apa istrimu membuat ulah lagi?" tanya nya yang sudah mengetahui permasalahan Alfonso.


"Semuanya menjadi masalah paman." kesal Alfonso duduk dihadapannya.


"Sudah aku katakan bukan? Pandangan hidupmu hanya perlu lurus pada kerajaan dan kaisar saja. Lihatlah dirimu dahulu. Semua takut kepadamu. Tidak ada masalah di hati dan pikiranmu bukan? Saat ini kau sangat mudah kacau" ucap pria tua ini


"Huh kau benar paman"


"Lalu apa yang ingin kau lakukan? hanya terus memelihara nya? Lebih baik kau lepaskan saja dia"


"Paman, mengapa kau sangat naif? kau tidak ingat cerita Yang Mulia Hector tentang penderitaannya akibat para penghianat itu? Dan kau menyuruhku melepaskannya begitu saja? ia harus merasakan kesusahan seperti Yang Mulia dulu Paman" ucap Alfonso tanpa belas kasih


Entah kemana perginya rasa cinta dan kasih sayang Alfonso yang dahulu sangat besar kepada Sophia.


"Pikiranmu hanya akan terbebani dengannya. Terserah mu saja. Entah sampai kapan kau akan seperti itu" ucap nya


Alfonso terdiam. Entah mengapa mendengar kata melepaskan Sophia membuat Alfonso tidak tenang.


Ia hanya menikmati siksaan yang ia berikan kepada Sophia. Tidak pernah ada kata melepaskan apalagi membuat Sophia pergi dari kehidupannya di dalam benaknya.


"Kau berat melepaskannya? Tidak bisa kau hindari Alfonso. Dia salah satu bagian dari penghianat itu. Itu kenyataannya. Kau tau apa hukumannya bukan?


Hah baiklah aku akan membiarkan mu bermain main lebih lama darinya. Tetapi jika aku melihat tujuanmu sudah berubah, aku akan memberi hukumannya dengan tanganku sendiri"


"Apa maksudmu paman" kilah Alfonso


"Maksud ku adalah kematiannya adalah hal yang mutlak." jelas nya


Pria yang kaku dan hidup dalam aturan kerajaan tentu saja tidak bisa melihat pembangkangan berkeliaran bebas bernafas di kerajaan ini.


"Jika kaisar masih hidup dan mengetahui ini, dia pasti akan berpikiran yang sama. Ini sudah peraturan turun temurun Alfonso. Jangan hilangkan peraturan hanya karena perasaanmu pada istrimu" ucapnya memperingatkan.


Alfonso termenung seorang diri. Paman pelayan itu telah masuk ke kerajaan lebih dulu.


Pikiran Alfonso kacau.


Walaupun Sophia salah satu dari bagian penghianat itu, tapi hanya dengan melihat kehadiran Sophia di depan wajahnya, Alfonso merasa tenang dengan itu.


"Sampai aku puas!! Ya sampai aku puas menghajarmu, Aku akan melepasmu disaat hatiku tidak terpaut lagi pada mu Sophia." batin Alfonso


"Tidak akan kubiarkan kau meninggalkan aku lebih dulu seperti ayahku. Semua orang meninggalkan aku. Kali ini aku yang akan meninggalkanmu lebih dulu"


...****************...


Sad ending ga nih?🤧🫂😭

__ADS_1


__ADS_2