IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
FILIPS YANG BODOH


__ADS_3

Alfonso yang tidak kenal lelah kembali menyusuri hutan hutan dengan memacu kuda hitam kesayangannya seperti biasa.


Filips yang senantiasa ikut bersamanya hanya bisa mengikut langkah sang panglima demi memastikan kesehatan dan keselamatan nya yang selalu ia abaikan


Kaki kekar itu menapak di rerumputan dan duduk beristirahat di bebatuan lembab di pedalaman hutan. Entah kerajaan mana yang ia sisir kala ini. Tetapi melihat jauhnya kerajaan asing ini, mustahil istrinya yang sangat sekarat bisa berjalan menjangkau tempat ini. Tetapi fakta itu tentu saja Alfonso abaikan. Ia mencari ke segala tempat.


"Tuan, minum ini dulu tuan" ucap filips menyodorkan minuman kepada Alfonso yang terengah engah menghirup oksigen dengan rakus.


"Dia tidak ada disini filips. Dimana lagi kita mencarinya" ucap Alfonso gusar


"Tenang dulu tuan, minum lah, tenangkan dirimu dulu" ucap filips


Alfonso mendelik merampas kasar tempat minum filips dan meminum dengan kasar.


"Apa kau mendengar ucapanku hah? Istriku tidak ada disini filips" kesal Alfonso


Filips menghembuskan nafas duduk di sebelah Alfonso.


Ia tidak berbicara apapun, ia membiarkan Alfonso tenang terlebih dahulu.


Tempramen pria ini semakin menjadi jadi.


Setelah beberapa saat keduanya terdiam, Dari kejauhan terdengar beberapa langkah kuda.


Alfonso terlonjak dari lamunannya mengeluarkan pedang bersiap menghadapi situasi.


Sesaat kuda mendekat, Alfonso menghela nafas memasukkan pedangnya kembali.


Itu adalah prajurit kekaisaran. Prajurit yang menjadi anggota yang setia kepadanya.


"Salam Tuan, maaf jika kami menyusulmu. Kami menyampaikan beberapa informasi" ucap salah satu dari dua prajurit itu.


"katakan" kata alfonso dengan tegas


"Beberapa waktu lalu, permaisuri mengundang beberapa pimpinan kekaisaran untuk rapat. Kami tidak sepenuhnya mendengar apa saja yang menjadi bahasan mereka, tetapi kami mendengar jika permaisuri merencanakan hubungan kerja sama dengan beberapa negara barat, dengan beberapa organ tubuh sebagai jaminan. Aku tidak tau apa maksudnya Tuan, tetapi permaisuri memiliki beberapa tawanan yang ia tempatkan di tempat kenangan, kami tidak mengetahui apa itu tempat kenangan Tuan" ucap prajurit nya dengan tegas.


Jantung Alfonso berdegup kencang. Sophianya, bagaimana jika istrinya salah satu dari mereka, permaisuri lebih dulu menemukan istrinya?


Melihat getaran tangan dengan mata yang menggigil ini, Filips menyuruh prajurit untuk kembali agar ia bisa menenangkan tuan nya.


"Tuan, belum tentu tawanan yang dimaksud adalah Nona. Tenanglah"


"Lalu bagaimana jika itu Sophia? Bagaimana filips? jika itu benar benar istriku, aku aka mengakhiri nyawaku menyusulnya" ucap Alfonso tidak berpikir panjang seperti sebelumnya

__ADS_1


BRAKKK!!!


Filips membanting tempat air minum yang ia pegang tadi. Kesabarannya sudah habis mendengar keputusasaan Alfonso setiap hari.


"Tuan!!! tidak bisakah kau tidak mengucapkan kata kata sialan itu? Kemana Panglima agung yang dulu Ha? Kemana!!!!!!" bentak filips frustasi mendorong bahu Alfonso yang terdiam.


"Duniamu tidak hanya Sophia!!!! Ada ayah dan ibumu, ada prajurit yang menyayangimu, ada AKU!!! AKU SAHABATMU!!! Tidak bisakah kau bersikap seperti sebelum mengenal Sophia saja? Tidak ada Sophia sebelumnya dalam dirimu. Anggap saja kenangan itu semua adalah mimpi agar kewarasanmu KEMBALI TUANN!!!!" teriak filips mengacak acak rambutnya meneteskan air mata.


Alfonso tertegun


"Apa maksudmu filips? kau menganggap Sophia sebagai penghalang juga? kau ingin menjadi seperti permaisuri?" tanya Alfonso


Filips menghirup nafas kasar


"AARRGGHHHH!!!!!" Teriak filips memukul pohon disebelahnya. Ia sangat tidak mengenali Alfonso


"Tuan Sadarlah, kita sudah menyisir segalanya. Tidak mungkin sophia berjalan sejauh ini. Nona sudah tiada Tuan Nona sudah tiada. Racun itu sudah menghabisi nyawanya. Jangan sia siakan hidupmu, umurmu" ucap filips kacau


"kau juga ikut menentang ku filips? hhahhah PERGILAH KAU SIALAN!!! aku tidak membutuhkan manusia sampah sepertimu. KAU MASIH BERANI MENGATAKAN HIDUPKU BUKAN HANYA SOPHIA? TETAPI HANYA SOPHIA LAH YANG TIDAK PERNAH MERAGUKAN KU!! Ayahku tega pergi meninggalkan ku dan mengusirku demi perempuan itu, Kau tega meninggalkan ku disaat masa masa terpurukku saat itu!! Semua yang kau sebut tadi meninggalkan ku Filips!!!!


Apa kau pikir Sophia pernah melangkah meninggalkan aku? apa kau pikir Sophia pernah berburuk sangka kepadaku seperti yang kau lakukan saat ini? TIDAK!!! maka pergilah, bergabunglah bersama orang orang yang meragukan ku. Aku tidak membutuhkan manusia seperti kalian. Duniaku hanya Sophia? Ya duniaku hanya dia seorang" Teriak Alfonso berlalu pergi menunggangi kudanya dari hadapan filips.


Filips terduduk ditanah. Bukan itu maksudnya


Ia sangat menyayangi Alfonso. Setiap Alfonso menyebutkan kata kata 'menyusul sophia' itu sangat membuatnya marah.


Ia tidak bisa kehilangan Alfonso.


Filips menaiki kuda, memacu menyusul Alfonso.


Setelah lelah memacu kuda tanpa arah, Alfonso berhenti


Ia memandang langit yang telah gelap.


Ia menerawang.


"Tempat kenangan? dimana tempat kenangan permaisuri" pikirnya.


lama ia berpikir hingga telinga tajamnya mendengar langkah kaki mendekat kepadanya. Sudah bisa ia tebak langkah kaki siapa ini.


"Tuan, maafkan aku, Aku mohon maafkan kebodohanku yang tidak memahamimu" ucap filips berlutut disebelah Alfonso


Alfonso menghela nafas. Ini bukan yang pertama kalinya filips mengulah seperti ini.

__ADS_1


Alfonso paham itu. Keduanya memiliki masa masa yang sulit.


"Duduklah bodoh, jangan berlutut seperti itu. Sudah kuduga kau akan datang seperti kecoa mengikuti ku" ucap Alfonso menoyor kepala filips.


"Maafkan aku" ucap filips lagi


"sudahlah sialan!! kata maafmu itu tidak menjamin kau tidak mengulangi kebodohanmu seperti sebelumnya." ucap Alfonso kesal.


Filips terdiam


"apa kau tau dimana tempat kenangan permaisuri?" tanya Alfonso.


Filips menggeleng


Keduanya terdiam dalam waktu yang lama.


Hingga Alfonso terlonjak mengejutkan filips.


"Ada apa Tuan??"


"Aku tau filips. Aku tau!!!! Permaisuri tidak pernah keluar istana. Mustahil jika ia memiliki kenangan di luar istana. Kecuali tempat dimana permaisuri diasingkan oleh Kaisar!!!" teriak Alfonso


Filips terlonjak tercengang


"Tuan, jadi maksudmu? Permaisuri membawa orang lain di rumah kenangan suaminya? benar benar gila" pikir Filips.


"Bodoh!! itu tidak penting, ayo kita memeriksa tempat itu. Walaupun istriku tidak ada disana nantinya, setidaknya kita sudah menyelamatkan nyawa seseorang" ucap Alfonso girang menaiki kudanya


Dahi filips mengerut


"Sebelumnya Alfonso tidak akan mau melibatkan diri jika buka menyangkut istrinya. Lalu apa ini? walaupun istrinya tidak ada? apa yang terjadi pada otak nya saat ini" ucap filips menggeleng melihat kelakuan Alfonso yang berubah ubah.


Filips memacu kudanya menyusul Alfonso di tengah malam.


Tidak ada kata lelah maupun takut di dalam diri serigala itu.


BRAKKK!!!


"Bagaimana bisa kerajaan A memutuskan kerja sama kepada kita begitu saja???" teriak permaisuri melempar surat yang dikirim dari kerajaan A


"Sudah tiga kerajaan yang memutus kerja sama, apa kau pikir ini normal?" tanya permaisuri kepada jenderal nya.


"Yang Mulia, aku pikir ada yang mempengaruhi beberapa kerajaan itu. Mustahil mereka memiliki alasan yang sama memutus kerja sama" ucap jenderal

__ADS_1


...****************...


__ADS_2