IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 34. RENCANA B?


__ADS_3

Matahari bergerak naik, Alfonso kembali bertemu dengan Kaisar secara pribadi.


"Bukankah putrimu masih dalam masa hukuman ibunya?" Tanya Alfonso


"Ntahlah, aku dengar juga begitu" cuek Hector


"Salah satu prajurit melihat bahwa putri Amora kerap memasukkan pria kedalam kamarnya" ucap Alfonso


"Mengapa kau perduli pada hal itu, buah jatuh tak jauh dari pohonnya bukan, ibunya juga dahulu suka bermain dan menyimpan hal seperti itu" ucap Hector seraya menyisip Teh kesukaanya.


"Dia lewat dari jalan rahasia" ucap Alfonso mendingin


Tangan Hector yang memegang cangkir tergantung begitu saja di udara. Dia terkejut.


"Apa maksudmu? Bagaimana bisa jalan itu diketahui oleh nya?" Hector terpancing


"Aku tidak tau, sepertinya putrimu yang membawa dan menuntunnya"


"Bodoh!! Apa permaisuri tau akan hal ini?" Tanya Hector


"Mana aku tau, kau yang berbagi tempat tidur yang sama dengannya saja tidak tau, bagaimana aku bisa tau" jutek Alfonso


"Kau tau bagaimana interaksi ku dengannya bukan"


"Pura puralah baik di hadapannya, aku merasa ada sesuatu yang besar yang akan terjadi dalam waktu dekat ini" Ucap Alfonso dengan firasat menguat.


"Kesabaranku hampir habis Alfonso, Dia sangat memuakkan. Perjodohan yang ku alami tidak semulus perjodohan dalam hidupmu, berterimakasih lah kepadaku" Berat Hector.


"Hmm terserah. Rencana kita sudah hampir matang, tetapi tetap saja kita harus membuat rencana B untuk berjaga jaga" titah Alfonso


"Fokus pikiran anggota perang akan terpecah Alfonso. Rencana B disiapkan seseorang ketika merasa tidak yakin dengan rencana Utama. Apa kau tidak yakin dengan rencana yg kau siapkan sendiri?" tanya Hector.


"Bukan begitu hanya saja, aku mulai cemas akan keadaan istriku. Bisa saja mereka menjadikan istriku sebagai pancingan. Banyak kejanggalan terhadap istriku" ucap Alfonso menerawang


"Pria misterius itu lagi?" tanya Hector


"Bukan, dia tidak pernah lagi menampakkan wujudnya. Aku mengambil Sophia saat ibunya menyerahkannya. Tetapi setiap bercerita, dia hanya selalu membicarakan pamannya"


"Saat aku menyinggung kata ibu kepadanya, keadaanya mulai tidak stabil, ada apa sebenarnya" bingung Alfonso


Hector menepuk bahu kekar Alfonso


"Kau merencanakan rencana B bukan karena prajurit. Tetapi karena kau mencemaskan keselamatan istrimu bukan?"


Alfonso mengangguk

__ADS_1


"Bagaimana jika saat hari itu tiba. Sebelumnya aku berpikir akan menitipkan Sophia kembali beberapa saat bersama ibunya. Tetapi aku mulai tidak yakin. Lalu bagaimana dengan keamanannya nanti" lesu Alfonso yang memikiri hal ini semalaman.


"Alfonso, kau masih memiliki keluarga, mereka sangat menya.."


"Aku sedang tidak ingin mendengar hal itu Hector" ucap Alfonso merasa kesal.


"Sampai kapan kau membohongi perasaanmu, Mereka telah meminta maaf bukan?"


"Dia bukan cerminan seorang ayah yang baik"


"Hey begitulah panglima perang. Dia tidak meninggalkanmu begitu saja. Kau yang melarikan diri bodoh" umpat Hector


"Tetapi wanita sialan itu selalu menyiksaku. Saat ini dia berusaha mengganggu istriku juga. Aku ingin sekali membunuhnya" geram Alfonso


Hector menghembuskan nafas kasar.


"Kau tidak ingin mendengarkan penjelasannya dahulu? Ayahmu menyesal tidak mendengar penjelasanmu saat mengusir mu. Apa kau tidak takut menyesal karena tidak mendengar penjelasan pelayan Ma?" tanya Hector.


Alfonso terdiam. Ia tau bagaimana sakitnya saat ingin menjelaskan sesuatu, tetapi tidak diberi kesempatan.


"Cobalah berbicara kepadanya Alfonso. Aku yakin dia memiliki maksud tersendiri. Jika kau tidak ingin merasa canggung, kau bisa membawa istrimu. Segelap apapun keadaan, istri cantikmu tampaknya bisa membalikkan keadaan" Pinta Hector


"Jangan memuji istriku Pria Tua!!!" tegas Alfonso


"Bisa saja bukan, Ayah saja yang berjanji setia kepada mendiang ibuku, bisa pulang membawa wanita lain dan anak mereka kedalam kediaman istrinya" Geram Alfonso


Hector terdiam


"Belum saatnya mengatakan sebenarnya kepadamu Alfonso. Ini sangat berbahaya" batin Hector sendu merasa bersalah menyembunyikan kebenaran dengan menyakiti hati serigala dingin itu.


"Aku tidak segila itu menyukai daun muda di usiaku yang sekarang Alfonso" elak Kaisar.


"Baiklah. Aku makan siang dengan istriku dulu Hector. Nanti aku diskusikan dahulu tentang Bibi Ma kepada Sophia" Ucap Alfonso beranjak


"Jangan lupa makan siang dengan istrimu!! Itu bisa menambah semangat!!" kelakar Alfonso yang berakhir mendapat Jitakan dari tangan kekar berurat Hector.


 


"Boleh, boleh, aku akan memasak makanan yang enak menyambut bibi Ma Tuan" Riang Sophia setelah momen makan siang Alfonso mengatakan ingin mencoba memberi Bibi Ma kesempatan menjelaskan.


"Tidak!!! Dia tidak kuizinkan masuk ke kediaman kita. Ini tempat privasi kita Sofi" Ucap Alfonso posesif


Alfonso benar benar mengklaim segala kepemilikannya tidak boleh dinikmati atau dicicipi manusia asing lainnya.


"Lalu dimana Tuan? Akan lebih berbahaya jika berbicara diluar, Udara bisa membawa berita Tuan" bisik Sophia

__ADS_1


"Hmm benar juga. Baiklah ia bisa datang. Kita berbicara hanya di ruang santai ini saja." jawab Alfonso seraya menepuk kursi yang saat ini mereka duduki.


"Kau tidak perlu memasak apa apa menyambut wanita tua itu. Kau tidak boleh menghabiskan tenagamu untuk orang lain. Hanya kepadaku" perintah Alfonso.


Melihat kuatnya kendali Alfonso, Sophia menghembuskan nafas perlahan


"Baiklah baiklah. Tetapi Tuan, Saat aku meninggalkan kalian diluar berbicara kemarin, aku pikir Tuan sudah memberikan bibi Ma kesempatan. Lalu apa yang kalian bicarakan??" tanya Sophia


"Tidak ada, Aku langsung mengusirnya dengan sedikit peringatan" ucap Alfonso ringan


Sophia menebak peringatan yang dimaksud Alfonso. Sophia yakin Itu bahkan akan terlihat seperti ancaman kematian.


"Lupakan wanita tua itu. Kemari kau. Peluk aku, Aku lelah.


Alfonso mengangkat Sophia menarik satu kaki Sophia melangkahi paha nya. Memangku Sophia yang berkoala.


"Mengapa hingga saat ini kau belum menemukan panggilan untukku hmm? Apa itu sangat sulit?" Tanya Alfonso seraya memeluk erat Sophia.


"Tuan, aku tidak bisa bernafas" lirih Sophia tercekik dengan kepala terbenam di dada keras menggoda milik Alfonso.


Alfonso melonggarkan sedikit pelukannya.


"Kau tidak mau kupeluk? aku memiliki kegiatan diluar sebentar lagi, aku ingin mengisi energi dulu" Ucap Alfonso mengecupi pipi Sophia yang sedikit berisi, beralih bergerak keseluruh wajah Sophia, hingga leher jenjang indah itu tidak luput dari sapuan basah itu"


Sophia pasrah. Alfonso tidak akan bisa dilarang.


"Bagaimana? Apa panggilan kesayanganmu?" tanya Alfonso setelah puas dengan kegiatannya.


"Aku tidak tau Tuan, Tuan hanya memanggilku nama. Jika aku memanggil Tuan dengan nama itu tidak sopan. Tuan lebih tua dari aku" jawab Sophia dengan rambut berantakan akibat kejahilan Suaminya, Seraya memejamkan mata bersandar meresapi kehangatan ini.


"Sayang. Panggil aku sayang. Seperti yang sering kuucapkan kepadamu" Perintah Alfonso tak terbantah


"Hmm baiklah sayang" ucap Sophia dengan setengah sadar, suara melemah dan mengantuk dengan kehangatan yang diberikan Alfonso.


Alfonso tersenyum tipis mengecup kening, Beralih berdiri menggendong kucing kecil itu menuju pembaringannya.


Setelah memastikan kesayangannya nyaman, Alfonso pergi untuk menjumpai Bibi Ma. Ah mungkin ia hanya akan menyuruh Filips menyampaikan undangannya.


Harga diri Alfonso sangat tinggi bukan?


...****************...


Halo👋👋 Jangan lupa vote dan like yaa🌻


Nantikan episode selanjutnya🌻

__ADS_1


__ADS_2