IT HURTS MR. COMMANDER!!

IT HURTS MR. COMMANDER!!
CH 70. TANGIS PILU PERMAISURI


__ADS_3

Malam ini aula pertemuan sedang panas


"Apa maksudmu tetap melaksanakan kebijakan mereka? Ha!!! Kaisar telah tiada seharusnya pelayan, penasehat dan panglima kaisar tidak bisa lagi ikut mengambil bagian dalam kebijakan!!" teriak jendral pajak yang tamak ini


"Itu benar, seharusnya kebijakan di buat kembali oleh permaisuri. Dan juga seluruh petinggi nya harus dipilih kembali oleh permaisuri"


"Permaisuri menghilang begitu saja. Pasti ini ada campur tangan mereka"


teriak teriakan para petinggi kerajaan ini bersahut sahutan tidak terima dengan perintah Alfonso yang melanjutkan kebijakan yang biasa dengan pemegang utama adalah pelayan setia kaisar, penasehat dan Alfonso sendiri.


BRRAAKKK!!!


Alfonso menggebrak meja besar pertemuan


Keadaan hening. Semua orang tau bagaimana tempramennya serigala Hector ini.


"Apa ada yang keberatan dengan keputusanku? maju kemari. Datang kehadapanku" tanya Alfonso dingin melemaskan lutut para penjilat ini


"emm emm pang..panglima maksud kami bukan.."


"AKU BILANG DATANG KEHADAPANKU!!!" Bentak Alfonso yang sudah muak dengan tikus tikus ini


Dengan kaki gemetar, jenderal pajak datang kehadapan Alfonso


"panglima, kau tidak bisa sesuka....Aaarrgggghhhh"


ucapannya tertahan akibat goresan pedang Alfonso ke lengan jenderal tamak ini


"Aku tidak meminta pendapat kalian semua. Ini adalah perintah dan peraturan kerajaan. Aku memerintah bukan berdiskusi. Penasehat dan kepala pelayan bukan hanya milik kaisar seorang. Dia milik kerajaan siapapun pemimpinnya.


Siapa yang berani mengatakan permaisuri hilang? Biar aku robek robek mulutnya.


Permaisuri sedang dalam keadaan berduka. Hal yang wajar bagi seorang istri untuk menenangkan diri dahulu menjauh dari segala konflik yang kalian ciptakan!!" bentak Alfonso


Semua terdiam.


Beberapa petinggi kerajaan yang netral mengangguk membenarkan titahan sang panglima agung.


"Maafkan kami panglima, Baiklah kami akan menjalankan peraturan kerajaan hingga sang permaisuri kembali dan membuat peraturan yang baru" ucap Jenderal yang lain


Persidangan dan pertemuan ditutup dengan kesepakatan peraturan dari Alfonso.


***


Selesai mengadakan pertemuan, Alfonso singgah dahulu di kamp pelatihan tentara rahasianya dulu. Diikuti oleh pelayan dan penasihat kaisar yang berada di pihak kaisar


"Panglima, bagaimana ini? sampai kapan mereka akan kita tahan? kita tidak tau dimana Permaisuri diasingkan oleh Kaisar" tanya Pelayan kaisar.


"Paman, aku sendiri juga bingung. Kau sudah lebih lama tinggal bersamanya paman. Apa kau mengetahui tempat tempat kesukaan kaisar?" tanya Alfonso


"Ada satu tempat yang sering dikunjungi oleh kaisar saat sedang bersedih tuan. Itu adalah makam kakak laki laki Kaisar." ucap Pelayan nya


Alfonso tertegun

__ADS_1


"Apa itu makam yang dianggap sebagai makam raja Stephanus?" batin Alfonso yang merahasiakan hidup Stephanus.


Hanya ia, kaisar, orangtuanya, dan Filips serta Stephano yang mengetahuinya


"Apa disana ada tempat tinggal?" tanya Alfonso


"Iya panglima, disana ada tempat tinggal kecil yang dibangun oleh Kaisar sendiri. Kaisar pernah menginap sesekali disana" ucap pelayan kaisar.


"Apa kau telah memberitahu Filips tentang tempat itu? Filips sedang mencari permaisuri sekarang" ucap Alfonso


pelayan tua ini menggeleng.


"Baiklah besok temani aku mengunjungi tempat itu" ucap Alfonso.


***


Alfonso memasuki rumah dengan sangat perlahan.


Ia melihat kucing nya sedang tertidur pulas.


Ia duduk disebelah sophia, mengusap kepalanya.


"Mengapa kau sangat galak sekarang hmm?" tanya Alfonso membersihkan jejak air mata Sophia


Saat pulang sore tadi selepas mengunjungi barak, Alfonso terkena amukan Sophia yang memarahi Alfonso keluar diam diam.


Malam tadi juga. Saat Alfonso ingin pergi ke aula, Sophia merengek meminta jangan ditinggalkan. Alhasil seperti biasa Alfonso membuat sang istri lelah dahulu baru ia bisa pergi.


Alfonso memegang dahi sophia.


"ini tidak panas, tetapi mengapa sekarang Sofi menjadi sangat tempramen" pikir Alfonso yang menduga Sophia sedang tidak enak badan yang membuat Sophia uring uringan.


Alfonso berbaring memeluk Sophia mencium keningnya.


"Sabar sayang, sebentar lagi. Kita akan mencari keluargamu" ucap Alfonso membelai kepala Sophia menyusul ke alam mimpi.


***


Bersama pelayan setia kaisar, Alfonso bertolak menuju kaki bukit tempat kaisar membuat persembunyian rahasianya.


Untung saja Sophia tidak membuat ulah saat pagi tadi Alfonso pergi berpamitan.


Setelah melewati beberapa lama perjalanan, Alfonso dan pelayan kaisar tiba di kaki gunung.


Sangat indah. Pantas saja ini menjadi tempat kaisar menenangkan diri.


Alfonso melangkah menuju rumah minimalis yang sangat indah. Ditutupi oleh pohon pohon rindang.


Tok..tok..tok..


"apa paman yakin ini tempatnya?" tanya Alfonso kepada pelayan kaisar di belakangnya


"Iya Panglima. Ini tempatnya dan makam kakak kaisar ada di halaman belakang kediaman ini" jawab nya menjelaskan

__ADS_1


Alfonso mengetuk pintu sekali lagi.


Pintu dibuka secara tergesa gesa oleh seorang wanita tua. Ya permaisuri ada disini


pintu dibuka dan permaisuri langsung memeluk Alfonso tanpa basa basi membuat Alfonso terkejut


"Sayang, aku mohon aku sudah bertobat, aku tidak akan seperti itu lagi sayang, jangan tinggalkan aku disini. Aku sudah berpikir beberapa Minggu ini. Aku akan merubah sifatku" tangis Permaisuri meraung raung


"Hey lepaskan aku!!" ucap Alfonso melepaskan belitan permaisuri dengan kasar.


Permaisuri terkejut mendongak ia mundur menjauh.


Alfonso yang kesal memberi kode pada paman pelayan ini untuk berbicara dengan Permaisuri.


Alfonso menjauh menepuk nepuk bajunya menghilangkan jejak permaisuri jijik. Hanya Sophia yang bisa bebas memeluk tubuhnya.


Ingin rasanya Alfonso mematahkan tangan permaisuri itu.


"sialan!!! jika Sophia mengetahui nya, bisa bisa ia merepet lagi" batin Alfonso melanjutkan tepukannya.


setelah merasa tenang, emosi yang stabil, Alfonso memasuki rumah dan melihat permaisuri mengangis meraung Raung.


Bisa Alfonso tebak, paman ini telah mengatakan tentang kematian Hector.


permaisuri menangis pilu menepuk nepuk dadanya.


"Sayang, aku sudah berubah. Mengapa kau pergi disaat aku telah berubah sayang. Seharusnya kau tidak perlu mendengarkan kata ayah dan melakukan ritual itu" teriak Permaisuri malang.


Permaisuri sangat menyayangi kaisar. Begitupun dengan kaisar sebenarnya. Tetapi perselingkuhan permaisuri disaat Hector berkelana, tidak bisa Hector hilangkan dalam hatinya menyebabkan Hector membenci permaisuri.


Di malam kaisar mengantar permaisuri di kediaman ini, Permaisuri sempat berdebat dengan kaisar.


Kaisar mengancam akan meceraikan Permaisuri jika tidak berubah.


"Aku akan berubah sayang, aku tidak akan mengikuti kata ayah lagi. Aku tidak akan memimpin dengan semena mena. Aku mohon aku akan menjadi pemimpin yang adil" ucap Permaisuri malam itu di hadapan makam ini.


" Tinggallah disini. Belajar kembali. Renungi kesalahanmu. Banyak buku disini. Jangan keluar sampai ada yang menjemputmu" ucapan Hector malam itu berputar putar di kepala permaisuri.


"Bukan ini yang kumau sayang, aku ingin kau yang menjemputku" tangis Permaisuri pilu.


"aku kehilangan segalanya saat ini pelayan" Isak permaisuri.


"Permaisuri kau masih memiliki kerajaan dan rakyatmu. Mereka menunggumu. Para jendral tamak itu berusaha merebut posisi suamimu" jelas pelayan kaisar


Permaisuri mendelik. Tidak akan ia biarkan.


Jenderal jenderal itu dilantik oleh ayahnya.


"Aku akan menyingkirkan mereka semua. Tidak ada yang bisa merebut apapun yang menjadi milik suamiku" ucap permaisuri geram.


"Aku berjanji akan menjadi pemimpin yang adil sayang, maafkan aku hanya bisa menyusahkan mu" batin Permaisuri menangis


...****************...

__ADS_1


__ADS_2