
"dhan,,, temenin aku yuk".
"kemana?".
"emmmmm.....", sungguh karin bingung bagaimana harus menjelaskan kepada akdhan, tapi demi lancarnya rencananya dan aksa dia harus meminta bantuan akdhan.
"kemana?", suara akdhan kembali mengagetkan karin.
"huffffft", karin akhirnya membisikkan rencananya mengikuti aksa dan clara ke klub. namun karin tidak menceritakan perihal rencana mereka secara detail kepada akdhan.
"kamu sakit?". akdhan meletakkan telapak tangannya di dahi karin.
"ih,,, nggak. aku kan bilang kalo aku cuman mau ngikutin mereka. bukan mau macem-macem. mau ya? aku takut sendirian".
"okelah. kita berangkat sekarang?".
"bentar lagi". karin masih harus menunggu kabar dari aksa.
ting
aku sudah keluar dari mol. kamu sama siapa?
aku akan kesana bersama akdhan.
ck, kenapa harus bersama cecunguk itu?
terus kalo gak sama akdhan sama siapa om? aku belum pernah ke tempat kayak gitu.
iya. awas! jangan biarin dia megang megang kamu. jaga jarak!!!
idih. emang dia virus harus jaga jarak?
dia lebih bahaya dari virus. ingat!!!
karin menggeleng lesu dengan sikap aksa belakangan ini.tiba tiba selalu sewot kalau tau di bersama akdhan. setelah mendapat pesan, karin segera ke klub yang dituju aksa.
klub yang remang penuh dengan lampu berwarna merah, hijau, biru dan kuning. dentuman musik memekakkan telinga, sampai jantung juga terasa jedag jedug.
puluhan wanita dan pria berbaur menjadi satu di dance floor. melenggokkan badan mereka, berjoget dengan hentakan musik.
astaga! kenapa harus ke tempat seperti ini?
karin mencari dimana keberadaan aksa.
dilihatnya aksa sedang berada di minibar, bersama clara tentunya. karin mengendap endap mendekat ke arah aksa dan clara lalu duduk tidak jauh dari mereka.
seorang writer datang menawarkan minuman, karin terbengong pasalnya tidak satupun minuman yang ia kenal kecuali cola dan soda.
tidak ingin mabuk, karin memesan cola begitu pula akdhan.
"hon, ayo kita berjoged!". ajak clara
__ADS_1
"kamu saja cla, aku disini saja".
tidak bisa aksa, malam ini aku harus bisa memilikimu seutuhnya. dan aku akan segera menjadi nyonya Hudaverdi. batin clara
"ayolah hon", bujuk clara. aksa menoleh ke arah karin yang memandanginya. seolah mengerti maksud aksa, karin segera mengangguk.
aksa berjalan ke dance floor, bergabung dengan puluhan manusia yang entah dimana pikiran mereka berada. menggoyangkan tubuh mereka seperti tidak sadar mereka ada dimana.
aksa mengikuti clara ke dance floor dan sepertinya sudah kehilangan sedikit kesadarannya akibat mabuk.
clara mengalungkan kedua tangannya ke leher aksa dan merapatkan tubuhnya ke tubuh aksa. karin membulatkan matanya melihat pemandangan vulgar di hadapannya.
semakin malam, semakin riuh suasana klub. semakin banyak manusia yang datang untuk minum bahkan mungkin untuk mencari kesenangan saja.
"hon, apa kau mencintaiku?". tanya clara
"hon kenapa tidak menjawab?". dengan malas aksa mengangguk
"gitu donk hon. apa kau tidak mau menikahiku?". ucapan clara mulai ngelantur
perempuan laknat! tidak sudi aku menikah denganmu.
clara tiba-tiba memegangi kepalanya dan berlari ke toilet. dengan cepat karin mengikuti clara.
"hoekkk,,, hoeekkk,,,,,". clara membasuh mukanya dan mengepalkan tangannya.
ada apa dengan wanita ular ini?
sedangkan di minibar. akdhan kebingungan mencari keberadaan karin yang tiba-tiba menghilang.
"eh om, aku mencari karin. barusan dia disini". akdhan menunjuk kursi disebelahnya.
"dhan. aku ingin memberitahumu satu hal". aksa memasang wajah seriusnya. akdhan melihat mata aksa, apa om ini membenciku? itu yang ada di pikiran akdhan.
"ada apa om?".
"aku tahu kamu menyukai karin". pernyataan aksa berhasil membuat akdhan kesulitan menelan ludah. apa dia harus menjawabnya? kepada orang yang disukainya saja dia tidak berani.
"apa itu benar?", tanya aksa penuh tekanan. akdhan lagi lagi hanya menelan ludahnya.
"apa aku harus menjawabnya?". tanya akdhan. kalau memang aksa tau dia menyukai karin, kenapa masih menanyakannya.
"kalau kau baru menyukainya, berhentilah! sebelum perasaanmu terlalu dalam".
"kenapa om? apa aku salah menyukainya? dia gadis baik, bahkan aku rela pindah ke jakarta karena mengejarnya". jelas akdhan penuh keberanian. mereka berbicara antar lelaki. akdhan tidak mau menjadi pengecut namun dia juga tidak mau memaksakan kehendak meminta karin membalas perasaannya.
aksa tersenyum smirk. bersaing dengan teman karin sedari dulu jelas tidak bisa diremehkannya. akdhan pasti banyak tau tentang hal yang disukai dan tidak disukai karin.
kenapa aku merasa tersaingi cecunguk ini.
"apa karin tau kau menyukainya?". selidik aksa, akdhan menggeleng
__ADS_1
"aku tidak peduli kalau dia tidak tahu perasaanku. aku tidak masalah. aku hanya ingin selalu ada untuknya, berada saat dia membutuhkan seseorang untuk menghiburnya. hanya dengan melihat senyumnya sudah cukup bagiku". akdhan tersenyum
sial! cecunguk ini kenapa jadi berceloteh panjang lebar. dasar bucin! kesal aksa dalam hatinya.
"bagaimana kalau dia memiliki kekasih?". lanjut aksa.
"tidak masalah, bukannya sudah aku katakan tadi bahwa aku tidak peduli dia tahu perasaanku atau tidak. tidak ada batasan waktu seseorang boleh atau tidak memulai atau berhenti menyukai orang lain. selama kekasihnya baik dan dia bahagia.aku akan ikut bahagia untuknya". jelas akdhan
"tapi, beda lagi ceritanya kalau kekasihnya menyakitinya. maka aku orang pertama yang akan mematahkan leher lelaki itu". tambah akdhan.
cih! sok pahlawan.
"kenapa om menanyakan hal itu?"
"tidak ada. aku hanya penasaran karena aku tahu kau menyukainya". aksa melihat akdhan dengan tatapan tajamnya.
"iya aku menyukainya. apa om mau membantuku?". aksa melotot mendengar pertanyaan akdhan. dia punya keinginan menjauhkan karin dengannya. tapi sekarang malah meminta bantuannya.
"cih, dasar anak muda. memang kau mau aku membantu apa?".
"bisakah om menjaga karin saat aku tidak bisa memantaunya dari dekat?". aksa lagi lagi heran dengan permintaan akdhan. dia pikir akdhan akan meminta bantuannya untuk membuat karin lebih dekat dengannya.
"kenapa?".
"karin sepertinya selalu merasa aman saat dekat dengan om". aksa tersenyum kecut
"aku akan menjaganya tanpa kau minta sekalipun".
pembicaraan mereka terhenti ketika clara datang kehadapan mereka dengan wajah yang terlihat lebih segar.
"hon, ma'af aku lama di toilet". aksa hanya mengangguk.
tidak berselang lama seorang waiter datang dan memberikan minuman kepada aksa dan clara.
"silahkan!", ucapnya sopan sambil meletakkan minuman tadi di hadapan aksa dan clara.
"om...." teriak karin. aksa yang kaget langsung meletakkan minuman yang hampir saja diteguknya. clarapun sontak menoleh ke arahnya.
"dia keponakanku". ucap aksa, clarapun tersenyum kearah karin.
"astaga!!!!", tiba tiba akdhan berteriak dibelakang mereka. membuat aksa dan clara menoleh kearahnya.
"eh ma'af, saya sepertinya tadi melihat kecoak. ternyata bukan". akdhan nyengir.
"hon, ayo diminum!", bujuk clara. aksa menngangguk dan menghabiskan segelas minuman tadi. sedangkan clara tersenyum licik melihat aksa.
bruuuuuuukkkkk...
tiba tiba pengelihatannya menggelap dan ia terjatuh tak sadarkan diri...
__ADS_1
visual om Aksa versi otor.. yang kurang cucok bisa ngasih visual sendiri ya terserah temen-temen semua hihihi..
otor juga mau ngucapain selamat menunaikan ibadah puasa buat yang menjalankan. 💜💜💜