Jangan Panggil Aku Om!

Jangan Panggil Aku Om!
I love you to the bone..


__ADS_3

"ya sudah ma, kami berangkat dulu". karin dan aksa menyalami mama erin.


mereka berdua berangkat dengan menggunakan mobil aksa, membuat mama erin senang bukan main melihat mereka.


ah, mereka terlihat seperti suami istri. cucok meong!


sedangkan clara yang sedari tadi ada di dapur tidak tahu bahwa aksa sudah berangkat.


"tante, aksa lama banget ya turunnya?".


"loh aksa sudah berangkat." mama erin pura pura kaget


"maksud tante aku ditinggal?". mama erin mengangguk. membuat clara kesal lalu membuka celemeknya dan membuangnya.


dari tadi pura pura bantu masak buat menarik perhatian calon mertua, alih alih dipuji aksa malah meninggalkannya sendirian.


clara segera pergi keluar berharap aksa masih menunggunya, namun ia salah. mobil aksa sudah tidak ada di garasi. clara begitu kesal dan memutuskan untuk menghubungi aksa.


"om, ponselnya bunyi." aksa melirik ponselnya dan melihat nama yang tertera disana.


"biarin aja!". karin melirik siapa yang menghubungi aksa dan kenapa aksa mengabaikannya.


"clara? kok gak diangkat om?".


"males." jawab aksa singkat dan langsung mendapat cubitan di bahunya.


"kenapa dicubit?".


"om gimana sih, ini kesempatan kita buat jalanin rencana kedua kita." aksa langsung menekan pelipisnya yang mulai merasa pening. sanggupkah dia tidur bersama rubah betina itu?


"rin, aku kayaknya gak sanggup deh." jawaban aksa membuat karin kembali mencubit bahunya.


"aw! sakit."


"biarin, om gak kasian apa sama kak Arsyi? om mau kesalah pahaman om dan kak ramon berlarut larut, gak kan?."


"iya, tapi masak harus tidur bareng dia." karin memutar matanya malas, bukankah semalam dia sudah memberikan alasan kenapa harus tidur dengan clara dan hanya itu satu satunya cara menjebak clara.


"kalo om gak mau, aku minta bantuan kak ramon aja deh. kak ramon pasti mau, dia kan baik." mendengar karin memuji ramon membuat telinga aksa memerah kepanasan.


"jangan memuji pria lain!."


"terus gimana dong, kak ramon kan emang baik, baik banget malah," karin sengaja memanasi aksa.


sebenarnya karin tidak begitu paham kenapa aksa selalu marah kalau dia berdekatan dengan pria lain, bahkan hanya memuji mereka aksa marah. apa aksa menyukainya? tidak, aksa tidak pernah mengatakan perasaannya kepada karin, membuat karin dilema. disatu sisi dia tidak mau menunjukkan kalau dia menyukai aksa, tapi disisi lainnya sikap aksa seolah menunjukkan kalau dia menyukai karin.


karin menghela nafasnya, memikirkan betapa rumitnya hal ini membuatnya memilih diam. dia tidak mau terlalu baper karena tingkah manis aksa kepadanya.


"okelah, aku mau. tapi kamu juga harus ikut."


"apa? maksud om kita tidur bertiga?."


"bukan gitu maksud ku. kamu harus tetap berada di jangkauanku jangan jauh jauh."


"lagian om kan gak bakal macem macem sama dia." ucap karin enteng.


"iya juga sih, si otong gak bakal on kalo sama dia, beda kalo sama......." aksa melirik karin yang terlihat kebingungan


"si otong?". tanya karin


"hahahha. lupain aja! gimana kalo sekarang kita dengerin musik."


"boleh juga."


aksa memilih musik yang sedang tren di aplikasi ressonya.


Have I ever told you


Pernahkah aku memberitahumu


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


Have I ever called you


Pernahkah aku memanggilmu


When you are all alone

__ADS_1


Ketika kau sendirian


And if I ever forget


Dan jika aku lupa


To tell you how I feel


Memberitahumu bagaimana perasaanku


Listen to me now, babe


Dengarkan aku, sayang


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


Maybe if you can see


Mungkin jika kau bisa lihat


What I feel through my bone


Apa yang kurasakan


Every corner in me


Setiap sudut diriku


There's your presence that grown


Ada kehadiranmu yang tumbuh


Mungkin aku lebih memupuknya


By saying how it feel


Dengan mengatakan apa yang kurasakan


But I did mean it before


Namun aku tak bermaksud sebelumnya


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


I want you to


Aku menginginkanmu


Take me home, I'm fallin'


Bawa aku pulang, aku jatuh cinta


Love me long, I'm rollin'


Cintaiku lama, aku bahagia


Losing control, body and soul


Hilang kendali, raga, dan jiwa


Mind too for sure, I'm already yours


Pikiran pun pasti, aku sudah milikmu


Walk you down, I'm all in


Menuntunmu, aku bersungguh-sungguh

__ADS_1


Hold you tight, you call and


Menggenggamu erat, kau memanggil dan


I'll take control, body and soul


Aku pegang kendali, raga dan jiwa


Mind too for sure, I'm already yours


Pikiran pun pasti, aku sudah milikmu


Would that be alright?


Apakah itu tak apa?


Hey, would that be alright?


Apakah itu tak apa?


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


So bad I can't breathe


Sangat ingin hingga aku tak bisa bernapas


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


tanpa mereka berdua sadari, aksa sedari tadi menggenggam tangan karin. lagu yang aksa pilih ternyata menggambarkan perasaannya saat ini kepada karin, meskipun belum mengungkapkannya tapi aksa sadar kalau dia mulai menyayangi gadis di sampingnya itu.


meskipun umur mereka terpaut jauh, aksa menyukai sikap dewasa karin yang kadang cerewet mengomelinya. aksa menatap salah satu tangannya yang masih setia menggenggam tangan karin. seulas senyum mengembang di wajahnya.


sungguh menyenangkan!!!


namun tak bertahan lama senyum aksa memudar saat karin menerima telepon dari akdhan.


"halo, iya dhan."


"boleh. jam berapa?."


"oh iya. gak ada kok."


"iya sampai ketemu nanti."


raut wajah aksa berubah masam, aksa tau kalau yang menelepon karin adalah akdhan yang sepertinya mengajak karin bertemu.


"siapa?" tanya aksa


"akdhan."


"ngapain dia ngubungin kamu?"


"ngajak makan siang." jawab karin jujur, karena memang akdhan menghubunginya untuk mengajaknya makan siang istirahat nanti.


"emang dia gak punya temen lain apa sampe ngajakin kamu?". aksa mulai gusar.


"om, akdhan itu baru sebentar tinggal di jakarta, dan aku udah lama temenan sama dia. wajar dong kalo dia ngajak aku makan."


"kan bisa ngajak temen kampusnya. kenapa harus kamu?." aksa mulai terlihat kesal.


"dia gak begitu akrab om sama temen barunya, dia perlu beradaptasi." jelas karin membela akdhan.


"modus!". karin menyipitkan matanya menebak ekspresi aksa.


"kenapa ngeliatin aku kayak gitu?." tanya aksa


"kalo diliat liat ada yang aneh sama om."


"aneh? aneh darimananya?."


"kenapa om sewot banget akdhan ngubungin aku. om itu udah kayak pacar aku aja tau gak. sok posesiv, om cemburu ya?". karin meledek aksa sambil tertawa.


"iya. aku emang cemburu." sontak jawaban aksa membuat karin terdiam.


__ADS_1


haii... ini om Aksa dan Karin versi othor. misal kurang cucok meong kayak kata mama erin, readers bisa ganti sendiri ya... hehheehe. luv you allπŸ’œπŸ’œ


__ADS_2