
"ya sudah ma, kami berangkat dulu". karin dan aksa menyalami mama erin.
mereka berdua berangkat dengan menggunakan mobil aksa, membuat mama erin senang bukan main melihat mereka.
ah, mereka terlihat seperti suami istri. cucok meong!
sedangkan clara yang sedari tadi ada di dapur tidak tahu bahwa aksa sudah berangkat.
"tante, aksa lama banget ya turunnya?".
"loh aksa sudah berangkat." mama erin pura pura kaget
"maksud tante aku ditinggal?". mama erin mengangguk. membuat clara kesal lalu membuka celemeknya dan membuangnya.
dari tadi pura pura bantu masak buat menarik perhatian calon mertua, alih alih dipuji aksa malah meninggalkannya sendirian.
clara segera pergi keluar berharap aksa masih menunggunya, namun ia salah. mobil aksa sudah tidak ada di garasi. clara begitu kesal dan memutuskan untuk menghubungi aksa.
"om, ponselnya bunyi." aksa melirik ponselnya dan melihat nama yang tertera disana.
"biarin aja!". karin melirik siapa yang menghubungi aksa dan kenapa aksa mengabaikannya.
"clara? kok gak diangkat om?".
"males." jawab aksa singkat dan langsung mendapat cubitan di bahunya.
"kenapa dicubit?".
"om gimana sih, ini kesempatan kita buat jalanin rencana kedua kita." aksa langsung menekan pelipisnya yang mulai merasa pening. sanggupkah dia tidur bersama rubah betina itu?
"rin, aku kayaknya gak sanggup deh." jawaban aksa membuat karin kembali mencubit bahunya.
"aw! sakit."
"biarin, om gak kasian apa sama kak Arsyi? om mau kesalah pahaman om dan kak ramon berlarut larut, gak kan?."
"iya, tapi masak harus tidur bareng dia." karin memutar matanya malas, bukankah semalam dia sudah memberikan alasan kenapa harus tidur dengan clara dan hanya itu satu satunya cara menjebak clara.
"kalo om gak mau, aku minta bantuan kak ramon aja deh. kak ramon pasti mau, dia kan baik." mendengar karin memuji ramon membuat telinga aksa memerah kepanasan.
"jangan memuji pria lain!."
"terus gimana dong, kak ramon kan emang baik, baik banget malah," karin sengaja memanasi aksa.
sebenarnya karin tidak begitu paham kenapa aksa selalu marah kalau dia berdekatan dengan pria lain, bahkan hanya memuji mereka aksa marah. apa aksa menyukainya? tidak, aksa tidak pernah mengatakan perasaannya kepada karin, membuat karin dilema. disatu sisi dia tidak mau menunjukkan kalau dia menyukai aksa, tapi disisi lainnya sikap aksa seolah menunjukkan kalau dia menyukai karin.
karin menghela nafasnya, memikirkan betapa rumitnya hal ini membuatnya memilih diam. dia tidak mau terlalu baper karena tingkah manis aksa kepadanya.
"okelah, aku mau. tapi kamu juga harus ikut."
"apa? maksud om kita tidur bertiga?."
"bukan gitu maksud ku. kamu harus tetap berada di jangkauanku jangan jauh jauh."
"lagian om kan gak bakal macem macem sama dia." ucap karin enteng.
"iya juga sih, si otong gak bakal on kalo sama dia, beda kalo sama......." aksa melirik karin yang terlihat kebingungan
"si otong?". tanya karin
"hahahha. lupain aja! gimana kalo sekarang kita dengerin musik."
"boleh juga."
aksa memilih musik yang sedang tren di aplikasi ressonya.
Have I ever told you
Pernahkah aku memberitahumu
I want you to the bone
Aku menginginkanmu
Have I ever called you
Pernahkah aku memanggilmu
When you are all alone
__ADS_1
Ketika kau sendirian
And if I ever forget
Dan jika aku lupa
To tell you how I feel
Memberitahumu bagaimana perasaanku
Listen to me now, babe
Dengarkan aku, sayang
I want you to the bone
Aku menginginkanmu
I want you to the bone
Aku menginginkanmu
I want you to the bone
Aku menginginkanmu
Maybe if you can see
Mungkin jika kau bisa lihat
What I feel through my bone
Apa yang kurasakan
Every corner in me
Setiap sudut diriku
There's your presence that grown
Ada kehadiranmu yang tumbuh
Mungkin aku lebih memupuknya
By saying how it feel
Dengan mengatakan apa yang kurasakan
But I did mean it before
Namun aku tak bermaksud sebelumnya
I want you to the bone
Aku menginginkanmu
I want you to
Aku menginginkanmu
Take me home, I'm fallin'
Bawa aku pulang, aku jatuh cinta
Love me long, I'm rollin'
Cintaiku lama, aku bahagia
Losing control, body and soul
Hilang kendali, raga, dan jiwa
Mind too for sure, I'm already yours
Pikiran pun pasti, aku sudah milikmu
Walk you down, I'm all in
Menuntunmu, aku bersungguh-sungguh
__ADS_1
Hold you tight, you call and
Menggenggamu erat, kau memanggil dan
I'll take control, body and soul
Aku pegang kendali, raga dan jiwa
Mind too for sure, I'm already yours
Pikiran pun pasti, aku sudah milikmu
Would that be alright?
Apakah itu tak apa?
Hey, would that be alright?
Apakah itu tak apa?
I want you to the bone
Aku menginginkanmu
So bad I can't breathe
Sangat ingin hingga aku tak bisa bernapas
I want you to the bone
Aku menginginkanmu
tanpa mereka berdua sadari, aksa sedari tadi menggenggam tangan karin. lagu yang aksa pilih ternyata menggambarkan perasaannya saat ini kepada karin, meskipun belum mengungkapkannya tapi aksa sadar kalau dia mulai menyayangi gadis di sampingnya itu.
meskipun umur mereka terpaut jauh, aksa menyukai sikap dewasa karin yang kadang cerewet mengomelinya. aksa menatap salah satu tangannya yang masih setia menggenggam tangan karin. seulas senyum mengembang di wajahnya.
sungguh menyenangkan!!!
namun tak bertahan lama senyum aksa memudar saat karin menerima telepon dari akdhan.
"halo, iya dhan."
"boleh. jam berapa?."
"oh iya. gak ada kok."
"iya sampai ketemu nanti."
raut wajah aksa berubah masam, aksa tau kalau yang menelepon karin adalah akdhan yang sepertinya mengajak karin bertemu.
"siapa?" tanya aksa
"akdhan."
"ngapain dia ngubungin kamu?"
"ngajak makan siang." jawab karin jujur, karena memang akdhan menghubunginya untuk mengajaknya makan siang istirahat nanti.
"emang dia gak punya temen lain apa sampe ngajakin kamu?". aksa mulai gusar.
"om, akdhan itu baru sebentar tinggal di jakarta, dan aku udah lama temenan sama dia. wajar dong kalo dia ngajak aku makan."
"kan bisa ngajak temen kampusnya. kenapa harus kamu?." aksa mulai terlihat kesal.
"dia gak begitu akrab om sama temen barunya, dia perlu beradaptasi." jelas karin membela akdhan.
"modus!". karin menyipitkan matanya menebak ekspresi aksa.
"kenapa ngeliatin aku kayak gitu?." tanya aksa
"kalo diliat liat ada yang aneh sama om."
"aneh? aneh darimananya?."
"kenapa om sewot banget akdhan ngubungin aku. om itu udah kayak pacar aku aja tau gak. sok posesiv, om cemburu ya?". karin meledek aksa sambil tertawa.
"iya. aku emang cemburu." sontak jawaban aksa membuat karin terdiam.
__ADS_1
haii... ini om Aksa dan Karin versi othor. misal kurang cucok meong kayak kata mama erin, readers bisa ganti sendiri ya... hehheehe. luv you allππ