Jangan Panggil Aku Om!

Jangan Panggil Aku Om!
Rencana (2)


__ADS_3

"memang bagaimana cara membuktikannya?." dengan bodohnya karin melontarkan pertanyaan tak senonohnya. sedangkan aksa yang awalnya berniat menggoda karin malah gelagapan.


"aku juga tidak tau, tapi aku benar masih ting ting sayang..." au kembali mencebik


"pokoknya kalo abang udah gak perjaka, aku gak mau nikah sama abang."


"nanti kita pikirkan bagaimana cara mengetahuinya. sekarang ayo kita bersiap untuk menjalankan aksi kita. aku sudah tidak tahan selalu dikejar kejar wanita rubah itu."


"bukannya abang suka dipeluk-peluk dia?." tanya karin menyindir aksa


"ogah... mana ada aku suka, kalo suka udah aku jadiin dia guling tiap malam." jawaban spontan aksa membuatnya mendapatkan pukulan di bahunya.


"abang!." aksa hanya tertawa karena karin yang awalnya ingin menggodanya justru dibuatnya kesal.


mereka berdua turun bersama. setelah keluar lift karin memilih berjalan di belakang aksa. aksa hanya mengikuti kemauan karin yang memintanya untuk tidak mempublikasikan hubungan mereka.


"tuan, sebentar lagi akan ada tamu dari perusahaan mahardika." riko menghampiri aksa yang akan masuk ke ruangannya


"kenapa tiba-tiba?." seingat aksa, setelah pertemuan kemarin, kliennya belum menghubunginya lagi.


"entah lah, dan yang akan kemari bukan tuan Dika sendiri. melainkan putranya." aksa mengamati raut wajah riko, sepertinya mereka sedang memikirkan hal yang sama.


"baiklah, aku tunggu di ruanganku."


tok


tok


tok


"masuk!."


"selamat siang tuan aksa." aksa yang sedari tadi memang menunggu kedatangan putra tuan mahardika segera berdiri dari kursinya.


"silahkan duduk tuan...." pria tinggi dengan wajah pribumi namun tergolong tampan dan gagah.


"perkenalkan, saya Afham Nazriel Fahri Mahardika. panggil saja Ariel."


"silahkan duduk tuan ariel." ariel mengangguk dan mengikuti aksa mendudukkan badannya.


"langsung saja tuan aksa, kedatangan saya kemari karena ayah saya melimpahkan proyek pembangunan mol JTC kepada saya. yang artinya semua yang berhubungan dengan sketsa dan segala kebutuhan proyek dibawah tanggung jawab saya. saya datang kemari ingin bertemu dengan nona karin yang menggambar sketsa desainnya." aksa memainkan kukunya, tanda dia sedang berpikir keras sebelum mengambil keputusan.


aku seperti pernah mendengar nama ini. afham nazriel fahri mahardika. tapi dimana aku mendengarnya? apa dia punya maksud tersembunyi ingin menemui karin secara langsung?


"saya akan menghubunginya dulu." aksa memerintahkan shinta untuk memanggil karin ke ruangannya.


tak berselang lama, karin mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam sana, dia melihat tamu aksa yang membelakanginya.

__ADS_1


"selamat siang pak." ucap karin sambil menunduk, mendengar suara yang sudah lama ia cari, ariel menoleh ke arah karin. dan hal itu tidak lepas dari pengelihatan aksa.


"duduk!." ucap aksa.


"selamat siang nona karin." karin tersenyum menyambut uluran tangan pria di depannya.


"ma'af pak, apa saya ada kepentingan disini?."


"tentu, saya ingin membicarakan proyek mol JTC."


"oh, bukannya tuan mahardika yang menanganinya?."


"iya, awalnya ayah yang menanganinya tapi sekarang saya yang menggantikan beliau."


"iya pak, apa ada kesalahan pada gambar yang saya buat? atau ada yang kurang?."


"tidak nona, secara keseluruhan saya sangat menyukai desain nona. saya hanya ingin menambahkan sentuhan di beberapa bagian."


apa aku jadi nyamuk disini? kalau bukan karena pacarku yang diajak mengobrol, sudah aku usir pria ini. aksa menggerutu di dalam hatinya karena tidak satupun diantara mereka berdua yang mengajaknya bicara.


"tentu saja pak, saya dengan senang hati akan menerima saran dan kritik dari bapak."


"saya suka semangat kamu karin. saya akan memanggil nama saja, agar tidak begitu canggung." ariel tersenyum kepada karin


beraninya dia tersenyum seperti itu!!! batin aksa.


"kalau begitu saya permisi dulu pak." ariel dan aksa mengangguk.


"terimakasih waktunya tuan aksa, senang bisa singgah ke perusahaan hudaverdi. kalau begitu saya pamit dulu." aksa hanya mengangguk, moodnya sedang buruk sekarang karena kedatangan tamu tak diundang itu.


sorenya seperti biasa karin akan menunggu aksa di lobi husus presider. aksa yang keluar bersama riko langsung menghampirinya.


"nyet, lo duluan gih."


"mentang mentang udah punya pacar gue dibuang."


"resek lo."


"rin, hati-hati sama dia. lagi datang bulan dia, marah-marah mulu dari tadi siang." riko langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


"abang kenapa marah marah?."


"ga pa pa, ayo pulang!."


"abang kenapa?." sepanjang perjalanan, tidak seperti biasanya aksa diam. aksa hanya menoleh ke arah karin


"abang gak mau cerita?."

__ADS_1


"kamu inget ariel yang tadi ke perusahaan?."


"iya, kenapa?" tanya karin sambil membenarkan posisi duduknya.


"aku rasa dia tertarik sama kamu."


"jangan ngaco bang. aku belum pernah bertemu dengannya." aksa mengangguk setuju, tapi tetap saja ada hal yang mengganjal di hatinya.


"nanti malam aku akan ke klub, clara mengajakku menghadiri undangan temannya."


"em, abang hati hati ya. aku takut malah abang yang terjebak." karin meraih tangan aksa dan mengelusnya lembut.


"semoga aku berhasil, doakan saja," karin mengangguk.


*******


aksa turun dari mobil mewahnya saat sudah sampai di klub A, sudah lama dia tidak menginjakkan kaki di klub sejak bertemu karin. rasanya sungguh berkecamuk, banyak wanita penggoda yang menghampirinya. dia sungguh merasa jijik.


"sayang, kamu datang." clara menghampiri aksa


"em."


"ayo kita bersenang senang malam ini!." clara menarik tangan aksa untuk turun ke dance floor, aksa mengikuti clara. banyak wanita berlenggak lenggok menggoyang tubuh mereka. dentuman musik semakin menjadi, kelap kelip lampu malam menjadi hiasan.


clara seperti orang kerasukan, menggoyang tubuhnya, mengangkat tangannya dengan jari telunjuk yang ia acungkan sambil menggelengkan kepalanya.


sepertinya dia mabuk. aksa segera kembali ke tempat duduknya. memantau clara dari jauh, benar saja dia sudah tidak menyadari kalau aksa sudah tidak ada di sampingnya.


clara kembali ke tempat duduk, saat dirinya sudah hampir kehilangan kesadarannya. memegangi kepalanya yang terasa berputar, dan meraba raba kursi yang akan di dudukinya.


seperkian detik, ia tumbang.


aksa tersenyum, ternyata tidak perlu bersusah payah untuk membuat clara mabuk. aksa memapah tubuh clara dan membawanya ke apartemennya.


untung saja, aksa sudah tau password apartemennya. karena dia sudah lama menyuruh seseorang untuk membuntuti clara.


"aksa, kamu harus menjadi milikku. harus!." clara meracau tidak jelas. aksa yang sudah mengetahui kalau clara memiliki gangguan tidur yaitu sering mengigau atau disebut somniloquy tidak akan membuang kesempatan ini.


sedangkan karin dari tadi tidak dapat memejamkan matanya, aksa memintanya untuk tidak menghubunginya dulu, dia berjanji akan segera kembali setelah menemukan apa yang ia cari. tapi tetap saja karin hawatir karena sampai jam dua belas aksa belum juga mengabarinya.


.


.


.


.

__ADS_1


ada yang tau siapa Afham Nazriel Fahri Mahardika????😀😀😀😀


__ADS_2