Jangan Panggil Aku Om!

Jangan Panggil Aku Om!
I'm Gonna Marry You


__ADS_3

"masuklah!." aksa terdiam, tidak mengerti dengan ucapan papanya.


"masuk! papa sudah ada disini."


"di rumah karin?." aksa memastikan


"iya, cepat masuk bersama karin."


"sayang, mama sama papa ada disini."


"iya."


"kamu tau?."


"iya". jawab karin lagi


"astaga! kenapa semua orang mengerjaiku." aksa mengusap wajahnya kasar.


"lah, abang gak tanya."


"ya udah ayo ke dalam."


aksa menggenggam tangan karin, dan seperti kebiasaannya, mengusap lembut kulit halus kekasihnya itu.


di ruang tamu, terlihat keempat orang tua itu tersenyum kearah aksa.


betapa bodohnya aku!


ya bodoh! bahkan aku tadi mengatai diriku bodoh di depan mertuaku.


seandainya aku bertanya, siapa yang akan dijodohkan denganku. mungkin tidak akan semalu ini... batin aksa dalam hati.


"papa sudah lama disini?."


"belum, baru sampai. barusan, apa yang kamu bilang di telepon?."


"yang mana?." aksa gelagapan karena tiba-tiba mendapar pertanyaan langsung dari papanya.


"katanya mau nikah sekarang." goda pak arya.


aksa menoleh ke arah karin, apa kekasihnya ini mau menikah dengannya? apa aksa sudah pantas bersanding dengannya? berbagai macam pertanyaan bermunculan di kepala aksa. sampai tidak sadar kalau semua mata tertuju padanya.


"karin...." aksa memposisikan dirinya menghadap ke arah karin.


"iya bang."


"maukah kamu menikah denganku?."


"ish, aksa kamu gak romantis banget!." mama erin menjewer telinga kanan anak sulungnya itu.


"mama sakit."


"yang romantis dong, masak ngajak nikahnya kayak begitu."


"aku gak ada persiapan sama sekali, yang penting kan niatnya ma."


pak arya dan pak santoso hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah laku ibu dan anak itu.


"ayo kita keatas!." ucap ibu rita.


"mau kemana?."


"ayo, nanti kalian tahu sendiri."


aksa, karin dan keempat orang tua merekapun naik ke lantai dua rumah karin, sama seperti lantai satu. di lantai dua semua furniture kayu lebih mendominasi.


"Surprise!!!!!!!!!!"


karin menganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya. lantai dua rumahnya sudah disulap seperti tempat pesta dengan desain serba putih. Arsyi, kak ramon, Riko dan Kinan kakak karin sudah ada disana.


"kalian?apa yang kalian lakukan disini?." tanya aksa heran, lebih heran lagi melihat perempuan disamping riko. riko yang paham dengan tatapan aksa hanya tersenyum bahagia.


"hai, aku kinan kakak karin."


"aku aksa."


"kita dulu pernah bertemu, kamu ingat?." tanya kinan


"iya... tapi bagaimana kamu bertemu dengan riko lagi?."


"udah lah nyet, gak penting bahas kita. sekarang ada yang lebih penting." riko merangkul bahu kinan.


"aksa... cepat sini!." panggilan mama erin, membuat aksa melangkahkan kakinya ke tengah ruangan. dimana disana sudah tertata rapi dekor dengan taburan bunga tulip dan tulisan 'happy angagement aksa dan karin'


"mama...."


"udah gak usah bilang makasih, yang penting kamu bisa melamar karin dengan romantis." mama erin mencubit sedikit bahu aksa.


"sayang..."

__ADS_1


karin sedari tadi diam karena sangat terharu dengan kejutan dari keluarganya juga keluarga mertuanya.


"abang..." air mata karin menetes begitu saja saat aksa berjongkok dan menggenggam tangan sebelah kirinya.


karina,


aku disini, bukan untuk diriku sendiri.


untuk mewakili perasaan yang memang sudah lama aku pendam


aku disini, bukan untuk diriku sendiri.


tapi untuk menjalankan sunah rasul dan kesempurnaan agamaku


aku disini, bukan untuk diriku sendiri.


tapi untuk dirimu, yang akan menjadi perioritas utamaku.


karina,


sudah lama aku mencintaimu, dengan segenap rasa yang ada.


ma'afkan aku yang belum sempurna ini, aku hanya ingin menjagamu sepanjang sisa umurku


karina,


meski waktu yang kita lalui tidak banyak, tapi sudah cukup untuk mengenal pribadi kita masing-masing.


aku dengan sikap angkuh dan selalu cemburu, mungkin sedikit membuatmu lelah dengan sikapku, aku hanya... tidak mau kehilanganmu.


karina,


satu-satunya orang yang memenuhi syarat menjadi istriku adalah kamu. karena syarat langgeng sebuah pernikahan adalah berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama, dan setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan setiap hari. aku selalu jatuh, dan jatuh cinta lagi kepadamu.


karina,


ada sebuah nama yang tertulis di hati, terucap di lisan namun belum tentu tertulis di buku nikah belum tentu juga terucap saat ijab qobul.


dan aku ingin nama kamu tertulis di hati dan tertera di buku nikah kita.


"maukah kamu menikah denganku Karina Ayu Dewi????."


"abang...." lagi lagi karin hanya mampu meneteskan air matanya. aksa berdiri dan mengusap air mata di pipi karin.


"maukah kamu menikah dengan om tua ini?." tanya aksa memastikan


"em, aku mau." aksa langsung menjatuhkan karin ke dalam dekapannya. memejamkan matanya dan mengecup pucuk kepala karin.


"aku juga mencintaimu om." karin terkekeh.


aksa menyematkan cincin yang sudah mama erin sediakan, membuat semua orang yang ada di ruangan itu terharu.


"jadi gimana?" tanya pak arya kepada pak santoso.


"kita serahkan semua kepada anak-anak, aku terserah mereka saja ar."


"kamu benar, biar aku tanyakan dulu."


"aksa, karin. papa akan bertanya kesiapan kalian untuk menikah. karin, umur aksa sudah tidak muda lagi sudah siap untuk membina rumah tangga. tapi kami orang tua kalian tidak akan memaksakan kehendak kami karena kalian berdua lah yang akan menjalani pernikahan ini."


"sayang, kamu tidak masalah kan kalau pernikahan kita dipercepat? aku tidak akan mengekangmu, kamu boleh kuliah, kamu juga boleh bekerja. tapi jangan melupakan kewajibanmu sebagai seorang istri." karin menatap mata calon suaminya, dan mengangguk pelan.


"ya pa, aku mau. tapi bolehkah kita tidak usah mengadakan pesta? hanya keluarga kita saja yang hadir, bisakah?." jawaban karin membuat pak arya tersenyum lega.


"tentu saja, calon istriku. pa, pak, kalian tidak keberatan kan?."


"tidak masalah, kalian akan menikah minggu depan." ucapan pak arya membuat aksa kaget, bukannya mau nikah besok?


"kenapa minggu depan pa?."


"apa terlalu cepat?."


"kenapa tidak besok saja?." tanya aksa lagi.


"abang!." karin memukul pelan bahu calon suaminya.


"lebih cepat lebih baik sayang."


"minggu depan itu sudah cepat, kalau tidak kita tunda tahun depan."


"eee.... jangan! oke minggu depan." semua orang tertawa melihat tingkah aksa.


"abang, karin mau nyanyiin lagu boleh."


"tentu."


Dipilih Tuhan


Kau yang pertama

__ADS_1


Untuk masa depan


Dan selamanya


Dialah cahaya


Tuntunan ke surga


Dengarkan mereka


Tak berhenti berdoa


Aku yang kau pilih


Kamu yang kupilih


Cinta ini milik kita selamanya


I'm gonna marry you


I know that you'll be mine


I'm gonna give my world


You're the only one


Tell them everything


This is just beginning


Jangan tinggalkan aku


Di saat ku jatuh


You're the only one


Kupilih kau jadi imamku


Bukan yang lain


Cinta ini hanya untukmu


Kau bukan main


Bersamamu aku hadir


Selamanya hingga akhir


Terima kasih 'tuk semua rasa yang kau berikan untukku


I'm gonna marry you


I know that you'll be mine


I'm gonna give my world


You're the only one


Tell them everything


This is just beginning


Jangan tinggalkan aku


Di saat ku jatuh


You're the only one


.


.


.



cie.. cie... calon manten..


.


.


.


minal aidzin wal faidzin, mohon ma'af lahir dan batin semuanya..🙏🙏🙏


.


.

__ADS_1


ma'af lama gak update, masih sibuk ngabisin kue lebaran..😁


__ADS_2