
"masuklah!." aksa terdiam, tidak mengerti dengan ucapan papanya.
"masuk! papa sudah ada disini."
"di rumah karin?." aksa memastikan
"iya, cepat masuk bersama karin."
"sayang, mama sama papa ada disini."
"iya."
"kamu tau?."
"iya". jawab karin lagi
"astaga! kenapa semua orang mengerjaiku." aksa mengusap wajahnya kasar.
"lah, abang gak tanya."
"ya udah ayo ke dalam."
aksa menggenggam tangan karin, dan seperti kebiasaannya, mengusap lembut kulit halus kekasihnya itu.
di ruang tamu, terlihat keempat orang tua itu tersenyum kearah aksa.
betapa bodohnya aku!
ya bodoh! bahkan aku tadi mengatai diriku bodoh di depan mertuaku.
seandainya aku bertanya, siapa yang akan dijodohkan denganku. mungkin tidak akan semalu ini... batin aksa dalam hati.
"papa sudah lama disini?."
"belum, baru sampai. barusan, apa yang kamu bilang di telepon?."
"yang mana?." aksa gelagapan karena tiba-tiba mendapar pertanyaan langsung dari papanya.
"katanya mau nikah sekarang." goda pak arya.
aksa menoleh ke arah karin, apa kekasihnya ini mau menikah dengannya? apa aksa sudah pantas bersanding dengannya? berbagai macam pertanyaan bermunculan di kepala aksa. sampai tidak sadar kalau semua mata tertuju padanya.
"karin...." aksa memposisikan dirinya menghadap ke arah karin.
"iya bang."
"maukah kamu menikah denganku?."
"ish, aksa kamu gak romantis banget!." mama erin menjewer telinga kanan anak sulungnya itu.
"mama sakit."
"yang romantis dong, masak ngajak nikahnya kayak begitu."
"aku gak ada persiapan sama sekali, yang penting kan niatnya ma."
pak arya dan pak santoso hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah laku ibu dan anak itu.
"ayo kita keatas!." ucap ibu rita.
"mau kemana?."
"ayo, nanti kalian tahu sendiri."
aksa, karin dan keempat orang tua merekapun naik ke lantai dua rumah karin, sama seperti lantai satu. di lantai dua semua furniture kayu lebih mendominasi.
"Surprise!!!!!!!!!!"
karin menganga tak percaya dengan apa yang dilihatnya. lantai dua rumahnya sudah disulap seperti tempat pesta dengan desain serba putih. Arsyi, kak ramon, Riko dan Kinan kakak karin sudah ada disana.
"kalian?apa yang kalian lakukan disini?." tanya aksa heran, lebih heran lagi melihat perempuan disamping riko. riko yang paham dengan tatapan aksa hanya tersenyum bahagia.
"hai, aku kinan kakak karin."
"aku aksa."
"kita dulu pernah bertemu, kamu ingat?." tanya kinan
"iya... tapi bagaimana kamu bertemu dengan riko lagi?."
"udah lah nyet, gak penting bahas kita. sekarang ada yang lebih penting." riko merangkul bahu kinan.
"aksa... cepat sini!." panggilan mama erin, membuat aksa melangkahkan kakinya ke tengah ruangan. dimana disana sudah tertata rapi dekor dengan taburan bunga tulip dan tulisan 'happy angagement aksa dan karin'
"mama...."
"udah gak usah bilang makasih, yang penting kamu bisa melamar karin dengan romantis." mama erin mencubit sedikit bahu aksa.
"sayang..."
__ADS_1
karin sedari tadi diam karena sangat terharu dengan kejutan dari keluarganya juga keluarga mertuanya.
"abang..." air mata karin menetes begitu saja saat aksa berjongkok dan menggenggam tangan sebelah kirinya.
karina,
aku disini, bukan untuk diriku sendiri.
untuk mewakili perasaan yang memang sudah lama aku pendam
aku disini, bukan untuk diriku sendiri.
tapi untuk menjalankan sunah rasul dan kesempurnaan agamaku
aku disini, bukan untuk diriku sendiri.
tapi untuk dirimu, yang akan menjadi perioritas utamaku.
karina,
sudah lama aku mencintaimu, dengan segenap rasa yang ada.
ma'afkan aku yang belum sempurna ini, aku hanya ingin menjagamu sepanjang sisa umurku
karina,
meski waktu yang kita lalui tidak banyak, tapi sudah cukup untuk mengenal pribadi kita masing-masing.
aku dengan sikap angkuh dan selalu cemburu, mungkin sedikit membuatmu lelah dengan sikapku, aku hanya... tidak mau kehilanganmu.
karina,
satu-satunya orang yang memenuhi syarat menjadi istriku adalah kamu. karena syarat langgeng sebuah pernikahan adalah berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama, dan setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan setiap hari. aku selalu jatuh, dan jatuh cinta lagi kepadamu.
karina,
ada sebuah nama yang tertulis di hati, terucap di lisan namun belum tentu tertulis di buku nikah belum tentu juga terucap saat ijab qobul.
dan aku ingin nama kamu tertulis di hati dan tertera di buku nikah kita.
"maukah kamu menikah denganku Karina Ayu Dewi????."
"abang...." lagi lagi karin hanya mampu meneteskan air matanya. aksa berdiri dan mengusap air mata di pipi karin.
"maukah kamu menikah dengan om tua ini?." tanya aksa memastikan
"em, aku mau." aksa langsung menjatuhkan karin ke dalam dekapannya. memejamkan matanya dan mengecup pucuk kepala karin.
"aku juga mencintaimu om." karin terkekeh.
aksa menyematkan cincin yang sudah mama erin sediakan, membuat semua orang yang ada di ruangan itu terharu.
"jadi gimana?" tanya pak arya kepada pak santoso.
"kita serahkan semua kepada anak-anak, aku terserah mereka saja ar."
"kamu benar, biar aku tanyakan dulu."
"aksa, karin. papa akan bertanya kesiapan kalian untuk menikah. karin, umur aksa sudah tidak muda lagi sudah siap untuk membina rumah tangga. tapi kami orang tua kalian tidak akan memaksakan kehendak kami karena kalian berdua lah yang akan menjalani pernikahan ini."
"sayang, kamu tidak masalah kan kalau pernikahan kita dipercepat? aku tidak akan mengekangmu, kamu boleh kuliah, kamu juga boleh bekerja. tapi jangan melupakan kewajibanmu sebagai seorang istri." karin menatap mata calon suaminya, dan mengangguk pelan.
"ya pa, aku mau. tapi bolehkah kita tidak usah mengadakan pesta? hanya keluarga kita saja yang hadir, bisakah?." jawaban karin membuat pak arya tersenyum lega.
"tentu saja, calon istriku. pa, pak, kalian tidak keberatan kan?."
"tidak masalah, kalian akan menikah minggu depan." ucapan pak arya membuat aksa kaget, bukannya mau nikah besok?
"kenapa minggu depan pa?."
"apa terlalu cepat?."
"kenapa tidak besok saja?." tanya aksa lagi.
"abang!." karin memukul pelan bahu calon suaminya.
"lebih cepat lebih baik sayang."
"minggu depan itu sudah cepat, kalau tidak kita tunda tahun depan."
"eee.... jangan! oke minggu depan." semua orang tertawa melihat tingkah aksa.
"abang, karin mau nyanyiin lagu boleh."
"tentu."
Dipilih Tuhan
Kau yang pertama
__ADS_1
Untuk masa depan
Dan selamanya
Dialah cahaya
Tuntunan ke surga
Dengarkan mereka
Tak berhenti berdoa
Aku yang kau pilih
Kamu yang kupilih
Cinta ini milik kita selamanya
I'm gonna marry you
I know that you'll be mine
I'm gonna give my world
You're the only one
Tell them everything
This is just beginning
Jangan tinggalkan aku
Di saat ku jatuh
You're the only one
Kupilih kau jadi imamku
Bukan yang lain
Cinta ini hanya untukmu
Kau bukan main
Bersamamu aku hadir
Selamanya hingga akhir
Terima kasih 'tuk semua rasa yang kau berikan untukku
I'm gonna marry you
I know that you'll be mine
I'm gonna give my world
You're the only one
Tell them everything
This is just beginning
Jangan tinggalkan aku
Di saat ku jatuh
You're the only one
.
.
.
cie.. cie... calon manten..
.
.
.
minal aidzin wal faidzin, mohon ma'af lahir dan batin semuanya..🙏🙏🙏
.
.
__ADS_1
ma'af lama gak update, masih sibuk ngabisin kue lebaran..😁