Jangan Panggil Aku Om!

Jangan Panggil Aku Om!
I love you more..


__ADS_3

"hai sayang...". sentuhan lembut di bahu karin dan suara sensual yang didengarnya membuat karin menoleh kepada si pemilik suara. terlihat aksa sudah berdiri dibelakangnya, dengan sedikit menunduk membuat wajah mereka sejajar.


"om?." tanya karin heran, kenapa bisa aksa ada disini? dan nafasnya seperti terengah engah. apa dia berlari?


aksa tersenyum melihat kekagetan karin, untung saja dirinya belum terlambat. berbeda dengan akdhan yang berada disamping karin, tidak mampu menahan kekagetannya melihat aksa.


tapi akdhan hanya tersenyum melihat aksa yang terlihat sangat posesive.


aku tahu om sangat menyukai karin, apa dia berlari kesini? dia terlihat ngos ngosan.. aku kerjain aja deh! batin akdhan.


beberapa saat menunggu, makanan merekapun datang, seperti biasa karin akan memesan makanan lengkap dengan wortel dan akdhan dengan kentangnya. seolah sudah paham betul dengan makanan kesukaan mereka masing masing, akdhan segera memberikan sayur kesukaan karin itu.


"rin, ini wortelnya." akdhan memisahkan wortel dari piringnya ke piring karin, mata aksa hampir melompat saking kagetnya.


"terimakasih." karin segera memisahkan kentang dari piringnya.


"aku mau kentangnya." ucap aksa sambil lalu mengambil kentang di piring karin. akdhan menggeleng sambil tertawa dalam hatinya


kelihatannya saja nyeremin, ternyata dia bucin juga.


karin melirik akdhan meminta persetujuannya.


"gak pa pa, om kalo mau ini sekalian punyaku ambil." akdhan menawarkan kentangnya.


"ogah." aksa segera melahap makanannya. ramon, riko dan arsyi yang melihat aksa hanya mampu menahan nafas mereka dan menghembuskannya lesu. mereka semua tau, aksa sangat sulit mencintai wanita. tapi sekali mencintai, dia tidak mau wanitanya disentuh pria lain.


karin merasakan hawa panas di sekitarnya, padahal seperti kelihatannya restoran ini penuh dengan AC. raut muka aksa yang memerah, entah apa yang membuatnya terlihat seperti itu. karin melihat akdhan yang terlihat sangat santai, berbeda dengan aksa.


"dhan, bisa ikut aku sebentar!." karin berdiri, diikuti akdhan, aksa juga hendak berdiri tapi dicegah oleh riko


"santai bro, biarkan mereka!" riko mengerti bahwa aksa merasa cemburu.


karin mengajak akdhan ke tempat yang sepi. karin merasa harus meluruskan semua ini.


"ada apa?." tanya akdhan


"kamu kenapa sama om aksa?."


"aku? kenapa?."


"ck, ayolah dhan aku tau dari tadi kalian berdua saling menatap seolah kalian saling mengibarkan bendera perang. om aksa seperti menahan amarah dan kamu? kamu tertawa." akdhan tertawa keras, ternyata karin sedari tadi memperhatikan mereka.


"kamu mau tau?."

__ADS_1


"kenapa?." tanya karin


"dia cemburu, dia tidak suka kamu dekat denganku rin. ayolah! walaupun kamu belum pernah berpacaran, masak kamu gak liat kalo dia suka sama kamu?." akdhan berusaha tersenyum, walaupun hatinya sebenarnya sakit mengetahui bahwa karin dan aksa saling mencintai.


"aku tau." ucap karin


"aku tau om suka sama aku, kamupun juga pasti tau kalau pria yang waktu itu aku ceritakan adalah om aksa." lanjut karin, sebenarnya karin tidak mau membicarakan hal ini. namun dia tidak mau memberikan harapan kepada akdhan.


"em, karena itu aku lega kalian saling menyukai." lirih akdhan


"dhan, kamu tau kan kita berteman? aku tidak mau ada jarak diantara kita. semoga kamu menemukan perempuan yang tulus mencintai kamu." harap karin, sekali lagi sebenarnya karin tidak tega mengatakan ini kepada akdhan.


"semoga, aku tidak tau kapan perasaan ini tumbuh. hanya saja aku merasa tidak punya arah tujuan saat kamu pergi meninggalkan Jogaj. jujur, aku ke jakarta karena memang ingin mengerjar cintamu. ma'af aku mengakui perasaanku rin. aku juga takut, perasaan cintaku membuat pertemanan kita berjarak. saat ini, aku belum bisa membuang perasaanku begitu saja, kamu cinta pertamaku. aku harap kamu memberiku waktu untuk merelakanmu.. ." ucap akdhan menatap karin yang tersenyum kepadanya.


"terimakasih dhan, kamu benar benar sahabat terbaik." karin hampir saja menangis saking terharunya.


"apapun keputusanmu, aku akan selalu mendukungmu rin. semoga kamu bahagia bersama om aksa, dan ingat! kalau dia menyakitimu, aku tidak akan segan segan menghajarnya. tidak peduli walaupun badannya sebesar bima dan kekuatannya sebesar arjuna."


"ish kenapa malah ngomongin pandawa lima." ejek karin yang bahagia karena akdhan sudah mulai bercanda


"aku serius, kalau dia menyakitimu. katakan padaku, aku akan selalu ada untukmu."


"sekali lagi terimakasih dhan." karin merasa sudah lega, bebannya sudah berkurang setelah membicarakan hal ini dengan akdhan.


"jangan gitu ih! ayo kita balik kedalam."


"yuk, nanti pawang kamu ngamuk lagi kalo kita kelamaan." karin terkekeh geli.


benar saja sesampainya di dalam karin melihat aksa yang sudah terlihat badmood.


ah, dia memang sangat menggemaskan! lihat saja wajahnya kalau sedang cemberut. karin tersenyum


"ma'af lama." ucap karin seraya duduk di samping aksa. akdhan langsung mengambil tasnya dan berpamitan kepada mereka semua.


"aku duluan ya, ada tugas yang harus aku selesaikan." mereka semua mengangguk.


"sudah ngobrolnya?." tanya aksa dingin


"em, om sudah makan?." tanya karin saat melihat makanan di piring aksa hanya berkurang sedikit.


"gak nafsu." jawab aksa sambil memainkan sendoknya.


arsyi memutar bola matanya jengah melihat kelakuan aksa yang sedang merajuk. ini pertama kalinya dia melihat kakaknya yang biasanya dingin dan angkuh, bisa berubah manja.

__ADS_1


ramon memberikan isyarat kepada arsyi agar meninggalkan aksa dan karin. arsyi pun beralasan ingin kembali mencari baju.


"nyet, lo mau jadi nyamuk disini?." tanya aksa yang melirik riko yang sedang menikmati makanannya.


'uhuuk uhuuuk...'


karin segera mengambilkan air untuk riko, namun dengan cepat aksa mengambilnya.


"om kasian kak riko, keselek." aksa segera mengambil minumannya dan memberikannya kepada riko.


dasar buaya sialan, teganya lo sama sepupu sendiri! umpat riko dalam hati.


"ayo kita keluar!." aksa mengajak karin, karin mengangguk mengikuti aksa.


"eh buaya! ini makanan siapa yang bayar?." riko berteriak membuat pengunjung lain menoleh kearahnya.


"astaga!!! udah jatuh ketiban tangga pula. daripada rugi dua kali, mending gue habisin makanan gue." ucap riko sambil duduk kembali dan melanjutkan makanannya.


aksa dan karin berjalan berkeliling mol, banyak wanita yang menatap aksa dengan tatapan memuja. berbagai macam pujian terdengar sampai ke telinga karin.


"om, om gak risih diliatin cewek kayak begitu?."


"udah biasa." jawab aksa sok cool


"cih, narsis!."


"kamu cemburu?." goda aksa membuat karin keheranan dan berjalan mendahului aksa


"jangan harap!." karin terus berjalan cepat membuat aksa mengejarnya dan menggenggam tangannya.


"jangan jauh-jauh!." ucap aksa tersenyum.


wanita wanita yang sedari tadi menatap aksa terlihat kecewa saat melihat karin dan aksa saling bergandengan tangan.


"om, lepasin! itu mereka ngeliatnya kayak mau makan aku."


"gak, biarin aja mereka ngeliatin. biar mereka tau kalo aku sudah punya kamu." ucap aksa membuat pipi karin memerah seperti tomat..


"i love you karina ayu dewi." bisik aksa


"i love you more om." ucap karin lirih


"apa katamu?." tanya aksa memastikan pendengarannya tidak keliru.

__ADS_1


"gak ada siaran ulang." karin menjulurkan lidahnya.


__ADS_2