
Enam hari berlalu
sudah seminggu aksa dan karin tidak bertemu, sejak acara lamaran itu. pak arya membawa aksa kembali ke jakarta karena riko kerepotan jika menggantikan aksa menangani semua proyek, sedangkan karin tetap berada di Jogja.
sampai hari ini, karin dan aksa hanya berkomunikasi via telepon.
"eh buaya, harusnya hari ini lo itu ke salon, luluran bukan malah kerja."
"lo mau tau kenapa gue tetep kerja? karena setelah ini lo yang bakal gantiin gue selama seminggu kedepan." aksa tersenyum usil
"emang lo mo kemana?."
"H-O-N-E-Y M-O-O-N" bisik aksa
"dasar bujang tua! cepet beresin kerjaan lo!."
"eh nyet, gimana hubungan lo sama kakak ipar gue?."
"baik, gue seneng bisa ketemu lagi sama dia dan kesalah pahaman diantara kita sudah selesai."
"bagus, kalo gitu gue mau nawarin dia kerja di jakarta."
"yang bener?." riko berjingkrak kegirangan
"eh, dia gue ajakin kesini bukan buat pacaran sama lo."
"iya iya. seenggaknya gue gak usah LDRan sama dia."
"jadi lo kudu baik-baik sama gue. kalo gak, gue.."
"iya gue paham, lo boleh honeymoon seminggu bahkan sebulan kalo perlu. urusan kantor biar gue yang urus."
"nah gitu dong, baru sepupu gue!."
"sa..."
"hm.."
"lo udah ketemu sama fahri dari perusahaan mahardika?."
"yang ngasih proyek sama karin?." riko mengangguk
"yo'i. kenapa?."
"lo tau dia siapa?." aksa meletakkan pena ditangannya dan membuka kacamatanya, awal bertemu dengan ariel dia memang sempat penasaran karena namanya terdengar begitu familiar.
"namanya Afham Azriel Fahri Mahardika."
"betul, kamu tau siapa dia?."
"jelas aku tau siapa dia." riko terbengong melihat respon biasa aksa.
"terus?." tanya riko
"apalagi?."
"lo bilang, lo tau siapa dia."
__ADS_1
"iya, gue tau kalo dia anak pak mahardika. terus kenapa?."
"astaga sa! bukan itu maksud gue!."
"lantas?."
"dia itu suami jasmine."
kenapa suami jasmine ada di jakarta? sejak kapan? apa dia ada maksud tertentu memilih perusahaanku untuk menangani salah satu proyeknya? andai aku tau lebih dulu siapa dia, gak mungkin aku mau bekerjasama dengannya.
"woy, buaya! kenapa malah bengong bambang?."
"lo keluar deh sana! kerjaan gue numpuk."
"jangan bilang lo masih ada rasa sama jasmine."
"udah sana keluar!." aksa berdiri membuka pintu dan menyeret riko keluar dari sana.
aksa mencari tahu tentang perusahaan mahardika.
"Afham Nazriel Fahri Mahardika, pengusaha muda penerus perusahaan Mahardika resmi diangakat menjadi CEO, berkat kemampuannya dalam berbisnis dan dedikasinya terhadap keluarga dan perusahaan."
"hubungan kurang harmonis pengusaha muda Afham Nazriel Fahri Mahardika dengan sang istri, disebut sebut karena hadirnya orang ketiga."
"istri tidak pernah mau ikut hadir dalam berbagai kepentingan acara perusahaan menjadi salah satu alasan keretakan rumah tangga CEO Mahardika grup"
"sebenarnya apa tujuan dia datang? aku harus segera mencari tahunya. apa dia akan berpisah dengan jasmine? astaga! jangan sampai ada niatan buruk." lelah memikirkan hal yang masih abu-abu, aksa memilih menghubungi calon istrinya.
"halo sayang."
"abang udah kerjanya?."
"abang sudah makan?."
"belum."
"kok belum?."
"maunya disuapin kamu." ucapan aksa suskes membuat kedua pipi karin merona
"udah, sana makan!."
"siramannya jam berapa nanti sayang?."
"jam satu siang."
"jangan lupa kirim videonya, ya sudah aku tutup dulu."
"iya, jangan lupa makan."
"siap calon istri." aksa terkekeh ketika karin langsung mematikan panggilannya.
seperti anak kucing yang patuh pada ibunya, aksa melaksanakan perintah karin meskipun mereka tidak sedang bersama. makan siang kali ini, aksa mengajak riko untuk makan diluar kantor.
"nyet, gue tadi sedikit mencari tahu kabar mahardika grup."
"lo kepo sama urusan yang mana?."
__ADS_1
"ck, gue serius. andai bisa memilih, lebih baik gue gak usah berhubungan dengan mahardika grup itu."
"dasar bucin"
"menurut lo, gimana tentag isu yang menyebar?."
"entahlah, kadang isu itu dibuat untuk membuat perusahaan atau instansi tertentu lebih terkenal."
"kita harus berhati-hati, dan satu lagi lo suruh anak buah lo buat nyelidikin mahardika grup."
"lo hawatir sama jasmine."
"gak, gue lebih hawatir sama karin. suatu saat, lambat laun aku yakin jasmine akan datang kembali dan menemui kita, jadi sebelum itu terjadi aku harus menjelaskan kepada karin."
"good job!." riko memberi jotosan di lengan kekar aksa.
*******
Jogja
sebagai orang jawa yang masih memegang erat kebudayaan, keluarga pak santoso mengadakan acara siraman untuk anak bungsunya. meskipun tidak ada acara besar sesuai permintaan karin, setidaknya ritual siraman ini tetap dijalankan.
akan ada tujuh orang yang melakukan siraman, jumlah inipun berdasarkan sebutan tujuh pada bahasa jawa yaitu pitu atau diisyaratkan sebagai pitulungan (pertolongan) pada calon pengantin.
ting!
sebuah notifikasi masuk, aksa segera membukanya saat teringat kalau jam satu tadi adalah acara siraman calon istrinya.
dan benar saja, sebuah video dimana karin yang sedang memakai kebaya berbahan brokat berwarna pink fanta dengan bando melati menghiasi kepalanya sedang melakukan sungkeman kepada pak santoso dan bu rita.
lalu dilanjutkan dengan acara siraman, dimana karin sudah menggunakan kain jumputan yang dipadukan dengan roncean melati sebagai slayer penutup sebagian bahu.
saat siraman berlangsung, aksa tidak dapat mengenali siapapun kecuali mamanya dan kedua calon mertuanya. dan saat pemecahan kendi, aksa merasa ikut terlarut dalam acara sakral tersebut. dimana pak santoso menuangkan sisa air kendi untuk digunakan berwudhu. kendi itupun dipegang oleh kedua orang tua karin kemudian dijatuhkan ke tanah hingga pecah.
di acara selanjutnya, terlihat seorang wanita seumuran mama erin memotong sedikit rambut karin. dan terlihat mama erin menyerahkan rambut aksa untuk disatukan.
pantas saja sebelum berangkat, mama meminta sedikit rambutku. rupanya untuk acara potong rikmo ini. aksa kembali teringat dengan permintaan sang mama yang mengatakan kalau nanti gabungan potongan rambut mereka akan di kubur di halaman rumah, agar semua hal buruk ikut terkubur dan kedua mempelai hanya disertai kebaikan dan kebahagiaan dalam rumah tangganya.
dan hal terakhir yang membuat aksa tidak percaya adalah, pak santoso membopong karin ke kamarnya. walaupun dalam video itu terdengar beberapa orang tertawa, tapi sungguh aksa terlihat sangat terharu.
sungguh kasih sayang orang tua senantiasa mengiringi anaknya sampai detik terakhir menjelang lembaran baru kehidupan sang anak.
"halo sayang, apa acaranya sudah selesai?."
"abang sudah lihat videonya?."
"sudah, kamu terlihat sangat cantik." lagi lagi pipi karin merona mendengar ucapan aksa.
"abang sudah makan?."
"sudah. nanti aku akan berangkat jam sembilan malam."
"em hati-hati."
"tentu, aku tidak sabar melakukan hal seperti yang bapak lakukan tadi."
"yang mana?."
__ADS_1
"membopongmu ke kamar pengantin kita."
"abaaaaaaang!."